Image default
  • Home
  • Budaya
  • Penutupan perkemahan besar UKM Ciptakan Kemandirian
Budaya Ekonomi

Penutupan perkemahan besar UKM Ciptakan Kemandirian

bebas

Baik putra dan putri dibekali berwirausaha dan masing masing kelompok regu mempunyai produk unggulan yang ditampilkan

Gresik –




Kontroversi.or.id : Penutupan perkemahan besar UKM yang berlangsung di lapangan desa Babatan kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik, secara resmi ditutup oleh kamabiran M.Yusuf Ansyori, S.Sos, MM, pada hari Minggu 22/9/2019

Acara bertajuk Ciptakan kemandirian melalui perkemahan besar UKM Yang di ikuti oleh 34 regu putra dan 36 regu putri, jumlah total 700 anggota pramuka, diantaranya baik dari tingkat siaga, penggalang dan penegak kwartir ranting (kwaran) se-kecamatan Balongpanggang.

Kegiatan perkemahan besar UKM diselenggarakan mulai tanggal 20 September 2019 sampai dengan 22 September 2019.

Tampak dihadiri kamabiran camat Balongpanggang M.Yusuf Ansyori, S.Sos, MM, kak Musa pembina kwaran Balongpanggang, pengurus kwatir ranting balongpanggang dan kamabigus serta seluruh anggota pramuka.

Pada saat mengikuti perkemahan besar UKM, tiap regu baik putra dan putri dibekali berwirausaha dan masing masing kelompok regu mempunyai produk unggulan yang ditampilkan, kemudian anggota pramuka, dituntut memasarkan produk unggulannya.

Sehingga nilai posistif yang didapat sepulang dari perkemahan besar UKM, minimal anggota pramuka mempunyai bekal ilmu pengalaman, berwirausaha, dan bisa mandiri.

Tak kalah menariknya, disela penutupan perkemahan besar UKM, camat Balongpanggang M
Yusuf Ansyori,S.Sos, MM, sebagai kamabiran, menyerahkan bantuan langsung kepada warga masyrakat, yang diwakili oleh kepala desa babatan Sagita berupa beras,

Tidak hanya itu saja, penyerahan hadiah kepada anggota pramuka yang berprestasi juga mendapatkan apreasiasi dari kamabiran M.Yususf Ansyori, S.Sos, MM.

Kepada kontroversi.or.id : camat Balongpanggang M.Yusuf Ansyori,S.Sos, sebagai kamabiran, menuturkan, “dengan perkemahan besar UKM ini, selain untuk melatih ketangguhan dan keterampilan anggota pramuka, sehingga kedepan, pada saat mengikuti event kwarcab, kwarda dan kwarnas, sudah siap, baik secara fisik maupun mental”, ujarnya

Disamping itu, “anggota pramuka selain dilatih mandiri juga belajar berwirausaha, dan di didik menjadi generasi muda yang tangguh, serta menjadi ujung tombak bangsa, dengan demikian tidak mudah terpengaruh kehal yang negatip”, ucap M.Yusuf Ansyori, S.Sos, MM. (arto)









bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Perlu kemauan keras untuk kembalikan kejayaan rempah Indonesia

Penulis Kontroversi

BFI siap menambah 40 jaringan kantor baru di seluruh Indonesia

Penulis Kontroversi

BUMN Harus Bersih dari Politisi

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas