Image default
  • Home
  • Ekonomi
  • Hubungan Positif Antara Peternak Sapi Dan Pabrikan Susu
Ekonomi

Hubungan Positif Antara Peternak Sapi Dan Pabrikan Susu

bebas

Kapasitas produksi pabrik susu kental manis di dalam negeri saat ini mencapai 812.000 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 5,4 triliun serta total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang

Kontroversi Susu: Isu susu kental manis (SKM) yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu ikut membuat prihatin para peternak sapi lokal. Pasalnya bahan baku utama SKM dan produk analognya dipasok dari dalam negeri dan dikirim setiap hari oleh puluhan ribu peternak sapi perah lewar koperasi di berbagai lokasi pulau Jawa.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi menuturkan bahwa selama ini peternak sapi lokal menggantungkan kehidupan dari besarnya potensi pasar susu di tanah air yang salah satunya adalah produk susu kental manis.

Kondisi juga berlaku sebaliknya produsen susu kental manis sangat bergantung pada peternak sapi perah lokal untuk dapat menyediakan susu segar berkualitas baik untuk dapat memberikan produk terbaik bagi konsumen.

“Susu kental manis diproduksi dari bahan dasar susu segar yang diserap dari ribuan sapi perah milik para peternak lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap harinya ribuan ton bahan baku susu segar telah melewati proses quality checking dari koperasi-koperasi susu setempat sebelum dikirimkan ke berbagai Industri Pengolahan Susu”, ujar Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU).

Dedi menambahkan hubungan positif antara peternak sapi dan pabrikan susu telah berlangsung sejak lama. Kehadiran SKM telah dimulai sejak tahun 1870-an dalam bentuk impor, tetapi secara perlahan dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia.

Sejak saat itu perusahaan susu kental manis secara rutin menyerap hasil susu produksi para peternak sapi perah lokal yang secara langsung telah membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi perah di Indonesia, termasuk para anggota GKSI yang jumlahnya mencapai 120.000 peternak.

Adapun kapasitas produksi pabrik susu kental manis di dalam negeri saat ini mencapai 812.000 ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 5,4 triliun serta total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang.

“Keberadaan GKSI tidak hanya bertujuan untuk membantu menyejahterakan para peternak sapi perah binaan melalui berbagai program pembinaan peternak, namun secara jangka panjang, bersama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di industri persusuan, untuk bisa berkontribusi dalam memberikan solusi dari tantangan–tantangan yang ada untuk menjaga ekosistem bisnis yang tetap positif”, imbuh Dedi Setiadi. (pr/u)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Menkeu Tolak Kenaikan THR Hingga Fasilitas Olahraga Direksi dan Pengawas BPJS

Penulis Kontroversi

Tenggelamkan Kapal jargon upaya menyelesaikan permasalahan

Penulis Kontroversi

AEKI Inisiasi Fosko Huliko untuk Kemajuan Kopi Indonesia

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas