Image default
Advertorial Profile

Perjalanan Low Tuck Kwong hingga Menjadi Multi Triliuner

Sosok Low Tuck Kwong dikenal sebagai raja batubara Indonesia. Low Tuck Kwong merupakan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan menggenggam 60,97% saham atau sekitar 20.323.959.770 saham di perusahaan tersebut.

 

Oleh: Imam S Ahmad Bashori
Founder Indonesia Bebas Masalah
 
PERINGATAN: Artikel ini mengandung konten eksplisit yang dapat memicu tekanan emosional dan mental bagi pembaca. Kami menyarankan anda tidak meneruskan membacanya. Kami lebih menyarankan artikel ini dibaca oleh Anak bangsa Indonesia sehingga menjadi suri tauladan, pijakan serta referensi usaha triliun 

 

Beberapa waktu terakhir harta Low Tuck Kwong terus naik hingga menyalip Hartono bersaudara. Hal ini tak lepas dari melonjaknya harga batubara dan membuat saham perusahaannya BYAN ikut melesat.

 

Low Tuck Kwong adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia adalah pendiri dari Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. Pada akhir Desember 2022, menurut Daftar orang terkaya di Indonesia (2022) yang dirilis Forbes, ia menduduki peringkat ke-2 dengan total kekayaan US$25,2 miliar.

 

BYAN kini mencatatkan market cap sebesar Rp 648 triliun. Nilai emiten BYAN naik 352% dalam setahun terakhir (year on year). (RTI, Jumat, 24/3/2023),

Harga saham BYAN memang terus terkerek. Saham BYAN naik 1,3% dalam sepekan, dan naik 4,71% dalam sebulan.

Jika ditarik dari setahun yang lalu harga saham BYAN tercatat bergerak di rentang 3.890-24.800. Angka ini naik 352,27%. Kini per 24 Maret 2023, harga saham BYAN adalah Rp 19.447.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 17 November lalu disetujui bahwa perseroan melakukan stock split 1:10. Artinya, harga saham BYAN yang saat itu Rp 94.500 menjadi Rp 9.450 setelah stock split.

Langkah ini diambil karena saham BYAN dinilai terlalu tinggi, sehingga ditakutkan konsumen kehilangan minat membeli. Seandainya stock split tidak dilakukan maka harga saham BYAN saat ini mencapai Rp 194.447. Bisa dibayangkan berapa keuntungan Low Tuck Kwong dari kepemilikan 60,97% saham di BYAN.

Seiring dengan keuntungan dan kenaikan harga saham BYAN, harta kekayaan raja batu bara ini kini mencapai US$ 26,8 miliar (Forbes) atau Rp 392 triliun (kurs Rp 15.100). Jika dibandingkan catatan harta kekayaannya pada 2022 yang senilai US$ 3,7 miliar, artinya ada lonjakan kekayaan hingga US$ 23 miliar atau sekitar Rp 352 triliun (kurs Rp 15.300/US$) dalam setahun yang dimiliki oleh Low Tuck Kwong.

Low Tuck Kwong kini menjadi orang terkaya Indonesia mengungguli Budi Hartono dengan kekayaan US$ 25 miliar dan Michael Hartono dengan kekayaan US$ 23,8 miliar.

Sebagai catatan, daftar peringkat orang terkaya dunia di dalam Real Time Billionaires Forbes terus berubah setiap waktunya. Forbes menggunakan nilai saham yang dimiliki para konglomerat di dunia sebagai perhitungan untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki.

 

Biografi

Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada tanggal 17 April 1948. Ia kemudian bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, yakni David Low Yi Ngo. Pada tahun 1972, ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia, dan pada tahun 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) yang bergerak di bidang konstruksi. JSI kemudian menjadi pelopor konstruksi pondasi tumpuk (pile foundation) yang kompleks. Pada tahun 1988, JSI berekspansi ke bisnis penambangan batubara dan menjadi kontraktor tambang terkemuka. Pada tahun 1992, ia berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pada tahun 1997, ia membeli tambang batubara pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal. Pada tahun 1998, melalui PT. Dermaga Perkasapratama, ia juga mengoperasikan sebuah terminal batubara di Balikpapan. Melalui bisnis pertambangan batubaranya (Bayan Resources), Low Tuck Kwong berhasil menjadi orang terkaya ke-30 di Indonesia (versi majalah Forbes).

 

Kilas singkat BYAN

PT Bayan Resources Tbk adalah sebuah perusahaan pertambangan yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memegang 5 Kontrak Karya Batubara (PKP2B) dan 16 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan total luas konsesi 126.293 hektar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sepanjang tahun 2021, perusahaan ini berhasil menjual batu bara sebanyak 40 juta ton, atau naik 11,11% dari penjualan tahun 2020, yakni 36 juta ton.

 

PT Bayan Resources Tbk
Jenis
Perseroan terbatas
Kode emiten IDX: BYAN
Industri Pertambangan
Didirikan 7 Oktober 2004; 18 tahun lalu
Pendiri Low Tuck Kwong
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Low Tuck Kwong
(Direktur Utama)
Purnomo Yusgiantoro
(Komisaris Utama)
Jasa
  • Penambangan dan perdagangan batu bara
  • Pengelolaan pelabuhan
Pendapatan US$ 1,395 milyar (2020)
Laba bersih
US$ 344,460 juta (2020)
Total aset US$ 1,620 milyar (2020)
Total ekuitas US$ 861,554 juta (2020)
Pemilik Low Tuck Kwong (54,03%)
PT Sumber Suryadana Prima (10%)
Engki Wibowo (5,96%)
Karyawan
2.675 (2020)
Anak
usaha
Lihat anak usaha
Situs web www.bayan.com.sg

 

Sejarah panjang 

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada bulan November 1997 saat Low Tuck Kwong mengakuisisi PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP), pemegang konsesi sebuah tambang batubara di Muara Tae, Kalimantan Timur.

  • Pada bulan Juni 1998, GBP mulai mengoperasikan Blok II, dan pada bulan Oktober 1998, Low Tuck Kwong mengakuisisi PT Dermaga Perkasapratama (DPP) yang memiliki dan mengelola Balikpapan Coal Terminal (BCT) yang berkapasitas hingga 24 juta metrik ton per tahun.
  • Pada tanggal 7 Oktober 2004, Low Tuck Kwong mendirikan perusahaan ini untuk menaungi semua bisnis batubaranya yang ada di Indonesia. Pada bulan Februari 2005, perusahaan ini mulai menambang batu bara di Tabang, Kutai Kartanegara.
  • Pada tahun 2006, status perusahaan ini diubah dari perusahaan non-investasi menjadi perusahaan investasi dalam negeri.
  • Pada tahun 2007, PT Perkasa Inakakerta, PT Teguh Sinarabadi, dan PT Wahana Baratama Mining mulai beroperasi.
  • Pada bulan Mei 2008, GBP mulai mengoperasikan Blok I.
  • Pada tanggal 12 Agustus 2008, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.
  • Pada bulan yang sama, melalui PT Muji Lines, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Kalimantan Floating Transfer Barge (KFT-1) untuk memfasilitasi pemindahan muatan batubara dari tongkang ke kapal di perairan Kalimantan Selatan.
  • Pada bulan Juli 2010, KEPCO mengakuisisi 20% saham perusahaan ini. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi 56% saham Kangaroo Resources Pty Ltd (KRL) yang saat itu memiliki 13 konsesi pertambangan.
  • Pada bulan Juni 2012, perusahaan ini mulai mengoperasikan Lubuk Tutung Coal Terminal (LTCT), dan pada bulan November 2012, perusahaan ini mulai mengoperasikan KFT-2 untuk memfasilitasi pemindahan muatan batubara dari tongkang ke kapal di perairan Kalimantan Timur.
  • Pada bulan Maret 2015, perusahaan ini berhasil menyelesaikan fase awal pengembangan jalan dan dermaga di konsesi Tabang.
  • Pada bulan Oktober 2017, PT Senyiur Sukses Pratama mengakuisisi 10% saham perusahaan ini.
  • Pada bulan Juli 2018, PT Tiwa Abadi mulai melakukan eksplorasi di konsesinya.
  • Pada akhir tahun 2018, perusahaan ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di KRL menjadi 100%.
  • Pada bulan November 2019, PT Tanur Jaya mulai melakukan eksplorasi di konsesinya, dan
  • Pada bulan Desember 2019, perusahaan ini mulai membangun jalan pengangkutan batu bara sepanjang 101 kilometer ke Sungai Mahakam. Pada bulan Maret 2020, PT Tanur Jaya mendapat izin untuk memproduksi batu bara.

 

Sebuah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Indonesia yang lebih baik.

Banyak yang Indonesia punya, banyak pula yang Indonesia perbuat. Semua harus disampaikan dan perlu disebarkan. Agar kita tahu dan mau berbuat lebih banyak untuk Indonesia. Menjadi lebih baik, terpandang di mata dunia
Untuk link aplikasi Kontroversi bisa klik link berikut ini https://bit.ly/2UXs6Cf

 

Konten ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

 

Jika berhasil tidak dipuji,
Jika gagal dicaci maki.
Jika hilang tak akan dicari,
Jika mati tak ada yang mengakui

 

 

Ingin Berkontribusi?

Masuk menggunakan akun microsite anda, apabila belum terdaftar silakan klik tombol di bawah.

 Kontroversi

Kanal Data dan Berita Kontroversi Mencerahkan

Sebuah media kontroversi yang mempromosikan penyajian dan pembahasan topik-topik terkini  yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya pembahasan topik-topik yang kaku dan konservatif

Kontroversi tidak memberikan saran atau panduan untuk melakukan menyimpang atau melakukan tindakan ilegal lainnya. Kontroversi dirancang untuk memberikan informasi dan solusi yang berguna dan etis. Kontroversi mendukung praktik yang sesuai dengan hukum dan etika dalam pengumpulan, pengolahan, dan penggunaan data.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penyimpangan atau pelanggaran hukum lainnya yang tersuguh dalam pemberian informasi kontroversi, Anda harus berkonsultasi dengan ahli hukum atau lembaga bantuan hukum hukum yang berwenang untuk mendapatkan saran yang tepat dan sesuai dengan hukum dan etika.

Independensi adalah Ruh Kontroversi. Sejak berdiri pada 4 November 2002, kami menjunjung tinggi jurnalisme yang tidak berpihak pada kepentingan politik mana pun.

Dalam setiap pemberitaan (cetak maupun online), redaksi Kontroversi selalu berikhtiar mencari kebenaran meski di tempat-tempat yang tak disukai.Karena itu, kami konsisten memilih pendekatan jurnalisme investigasi.

Hanya dengan metode penyelidikan yang gigih dan sistematis, kami berharap bisa melayani publik dengan informasi yang benar mengenai skandal maupun pelanggaran terstruktur yang merugikan khalayak ramai.

Tentu kami tak akan bisa menjalani misi ini tanpa Anda. Dukungan Anda sebagai pelanggan Kontroversi akan membuat kami lebih independen dan lebih mampu membiayai berbagai liputan investigasi mengenai berbagai topik yang relevan untuk Anda.

Kami yakin, dengan bekal informasi yang berkualitas mengenai isu-isu penting di sekitar kita,Anda bisa mengambil keputusan dengan lebih baik, untuk pribadi, lingkungan maupun bisnis Anda.

Para Researcher Indonesia Bebas Masalah yang tergabung dalam Judicial Research Society tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini dan telah mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki afiliasi diluar afiliasi akademis maupun diluar tempat bekerja yang telah disebut di atas.


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Satu Hati Menyongsong Kemenangan Pada Pileg 2019

Penulis Kontroversi

Selama Ramadhan, Bupati Gresik Kurangi Jam Kerja ASN

Penulis Kontroversi

Kenapa Harus Ada Inovasi Keuangan Digital ?

admin

Leave a Comment