Image default
Hukum & Kriminal Peristiwa

Berhubungan Dengan Wanita dibawah umur, Warga Gresik Diendus Polisi

Tersangka menyetubuhi korban yang masih berusia 15 tahun dan masih sekolah. Perbuatan itu terbongkar saat orang tuanya menemukan alat tes kehamilan sehingga orang tua mempertanyakan kepada anaknya

Kontroversi Bawah Umur: Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang pria berinisial M (24), warga Gresik, terkait kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Modusnya, pelaku menjalin hubungan dengan korban berinisial MA, yang masih berusia 15 tahun dan berstatus pelajar.

AKP Ruth Yeni Kanit PPA Polrestabes Surabaya mengatakan, kasus itu terungkap setelah orang tua korban mendapati sebuah test pack atau alat tes kehamilan di kamar milik korban. Saat ditanya, korban pun mengaku telah melakukan persetubuhan dengan seorang pria yang tak lain pacarnya sendiri.

Tidak terima dengan perbuatan tersangka, orang tua korban langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Tersangka menyetubuhi korban yang masih berusia 15 tahun dan masih sekolah. Perbuatan itu terbongkar saat orang tuanya menemukan alat tes kehamilan sehingga orang tua mempertanyakan kepada anaknya,” kata Ruth, Selasa (15/9/2018).

Kepada polisi  tersangka mengaku mengenal korban saat bekerja sebagai mandor di proyek bangunan sekolah. Setelah berkenalan, tersangka dan korban memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan atau pacaran.

Selang beberapa bulan, tersangka mulai berani membawa korban ke tempat kosnya. Saat itulah, dia mulai memperdayai korban dengan rayuan gombalnya, dan melakukan persetubuhan. Perbuatan itu dilakukan berulang kali dan tersangka mengaku tidak menjanjikan apa-apa terhadap korban.

“Ngakunya tersangka tidak tahu kalau korban masih 15 tahun. Baru tahu waktu korban ulang tahun kemarin. Tapi tetap saja dia menyetubuhi korban yang masih di bawah umur. Perbuatan itu sudah dilakukan sebanyak empat kali,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (awp)


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Menanti Kepastian Eksploitasi Tanah: Informasi Publik, Pembohongan, Perizinan dan Penegakannya

admin

Instruksikan Agar Pejabat Baru Dilantik Segera Beradaptasi dan Menempati Tempat Tugas Baru

admin

Puskesmas Karanggeneng Gandeng Pokja PKMM-CBA LPBI NU Sumberwudi dan Satgas Covid-19 Vaksinasi Terhadap Difabel

admin

Leave a Comment