Image default
Naskah Komperehensif Pojok Opini Imam Sadiduddin Referensi Ilmu Referensi Ilmu Sosial

Bola Panas Kita Itu Adalah Pikiran Kita

bebas

Jika Anda melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang yang penuh percaya diri, Anda juga akan merasakan hal yang sama dan hasil yang sama. Keyakinan Anda sangat mempengaruhi realitas kehidupan Anda. Anda akan berperilaku sesuai dengan apa yang paling Anda yakini. Hanya dengan keyakinan yang begitu positif, Anda akan mampu melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin menjadi mungkin

Oleh : Imam S Nuryani
Editor: Ahmad Bashori, Moh Ardi

Sebagai manusia yang hidup di dunia, mustahil jika kita tidak pernah mendapatkan masalah ataupun musibah. Semakin bertambah tingginya derajat kedudukan kita maka semakin tinggi pula tingkat permasalahan yang akan kita hadapi. Akan tetapi, semua itu tergantung bagaimana kita menghadapi permasalahan tersebut. Memilih untuk terjerumus dalam jurang permasalahan atau segera mencari solusi untuk move on dari permasalahan tersebut.

Seseorang yang kontrol dirinya rendah cenderung cepat menjadikan sebuah masalah menjadi beban hidup yang sulit untuk dapat diselesaikan dan menyebabkan stress yang berkepanjangan bahkan bisa menjadikan seseorang itu sakit jiwa atau gila, dalam bahasa psikologinya schizophrenia.

Tahapan seseorang mendapatkan masalah sampai menyebabkan schizophrenia (sakit mental yang sudah mencapai level tertinggi), yang pertama adalah adanya masalah. Masalah akan terjadi ketika adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Terkadang orang sangat sulit menerima kenyataan yang sudah jelas-jelas terjadi. Ketika seseorang tidak bisa menyelesaikan permasalahannya maka akan muncul yang namanya konflik (ketidakmampuan memilih dua hal). Ketika tidak mampu untuk memilih maka seseorang tersebut akan merasa frustasi, tidak tercapainya tujuan yang dinginkan. Barulah dari situ akan memunculkan perilaku stress, yaitu reaksi psikis yang muncul terhadap apa yang dihadapi atau tertekan dengan masalah yang dihadapi. Dari perilaku stress akan memicu seseorang untuk menjadi distress, distress merupakan penyakit fisik yang disebabkan karena sedang mengalami penyakit psikis atau dalam istilah psikologi yaitu psikosomatis (penyakit yang saling berkaitan antara sakit fisik dan psikologis). Penyakit distress yang terlalu lama akan menyebabkan seseorang itu depresi. Depresi akan menganggap dirinya, orang lain dan masa depannya negatif. Intinya memandang semuanya negatif. Ketika seseorang sudah mulai menderita depresi dan tidak mendapatkan penanganan yang baik, baik secara internal maupun eksternal individu maka sangat memungkinkan sekali orang tersebut menjadi schizophrenia (gila). Maka dari itu, sangat penting sekali bagi kita ketika mendapatkan sebuah masalah hendaknya kita sesegera mungkin untuk mencari solusi penyelesaiannya dan segera move on dari permasalahan tersebut.

Semua yang terjadi sebenarnya dipengaruhi oleh pola pikir kita. Ketika kita selalu berpikir positif maka yang munculpun perilaku yang positif-positif. Begitupun sebaliknya, ketika kita menyetting pikiran dengan sesuatu yang negatif, membayangkan dan memikirkan hal-hal yang negatif-negatif, maka tidak menutup kemungkinan perilaku yang munculpun negatif.

Mungkin seringkali kita mengalami stress, entah itu stress karena banyak tugas, stress karena uang saku sudah mulai menipis, stress karena ada permasalahan dengan temannya, dan stress-stress yang lain. Di sini ada beberapa cara untuk mengurangi stress, diantaranya tidur, dengan tidur seolah-olah kita melupakan permasalahan yang sedang kita hadapi, kemudian mendengarkan musik, tertawa, mungkin kita bisa mendengarkan atau melihat cerita atau ilustrasi-ilustrasi humor yang dapat mengundang kita untuk tertawa, meminta bantuan orang lain. Memang, teman itu sangat dibutuhkan untuk kita hidup sebagai manusia sosial dan dari teman juga bisa diperoleh solusi yang mungkin membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi. Cara lain lagi untuk mengurangi stress dengan cara relax (nyantai). Terkadang, kita tidak perlu terburu-buru untuk menyelesaikan masalah. Kita bisa menanggapinya dengan relax asalkan kita tetap memikirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini cara yang mungkin agak sulit, yaitu tetap aktif beraktifitas walaupun masalah menimpa kita. Padahal identiknya ketika kita sedang mengalami masalah, kita malas untuk melakukan apapun.

Pikiran Terapan

Simak kalimat berikut ini;
Salah seorang pembaca mengatakan,”Saya membaca artikel bapak yang pas sekali dengan diri saya. Saya ingin sekali maju tapi saya mempunyai masalah tidak bisa berkomunikasi dengan baik, dan sulit bergaul, Pak”.

Belenggu Keyakinan-keyakinan

Banyak sekali orang yang terbelenggu oleh beliefs yaitu keyakinan-keyakinan yang tertanam di dalam pikiran seseorang bahkan sampai ke alam bawah sadarnya hasil dari pengalaman masa lalunya yang diyakini masih berlaku sampai saat ini.

Keyakinan ini akan memengaruhi sikap seseorang terhadap setiap hal yang dialaminya. Sikap Anda sangat bergantung dengan keyakinan yang Anda miliki. Keyakinan bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi lebih buruk.

Seperti halnya pembaca tadi yang meyakini bahwa dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan sulit bergaul, sehingga menghambat dan membelenggu dirinya untuk tumbuh dan berkembang. Alih-alih mencari solusi terhadap kekurangannya, namun justru menghakimi bahwa dirinya memang seperti itu.

Earl Nightingale, seorang maha guru motivasi telah merumuskan kunci sukses hanya dengan enam kata singkat. “ We Become What We Think About “ Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Apakah demikian ? Mari kita simak cerita berikut ini.

Bola Panas Ada Dalam Pikiran Kita

Dua orang pramuniaga bekerja di dua toko berbeda yang menjual produk sejenis. Pramuniaga pertama mempunyai sikap yang positif, setiap kali pelanggan mampir ke tokonya, ia selalu berpikir dan yakin bahwa si pelanggan itu pasti membeli. Dia selalu memotivasi dirinya sendiri dengan berkata dalam hati, “ Pasti beli, pasti beli.” Hal ini berdampak positif terhadap perilakunya, sehingga membuat pramuniaga tersebut berekspektasi positif, tampil lebih percaya diri, sorot mata positif, antusias, bahasa tubuhnya tampak meyakinkan sehingga sikap ini juga menular ke pelanggan yang masuk ke tokonya. Pada akhirnya, banyak pelanggan yang membeli.

Berbeda halnya dengan pramuniaga kedua. Pramuniaga ini selalu berpikir bahwa pelanggan yang masuk ke tokonya sebagian besar hanya ingin melihat-lihat dan tidak akan membeli. Oleh karena pramuniaga ini selalu berpikir demikian, maka muncullah ekpektasi negatif di dalam dirinya. Hal ini mengakibatkan ia melayani dengan tidak antusias, tidak bersemangat, acuh tak acuh terhadap setiap pelanggan yang datang. Hal ini juga menular ke pelanggannya sehingga para pelanggan pun sangat sedikit yang membeli.

Kebanyakan manusia yang tidak berani mencoba atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri. Sebagian orang yang sukses memulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau bahkan sama sekali tidak ada. Akan tetapi, kemudian melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa.

Merubah Our Feel

Begitu pula dengan diri Anda, jika Anda melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang yang penuh percaya diri, Anda juga akan merasakan hal yang sama dan hasil yang sama. Keyakinan Anda sangat mempengaruhi realitas kehidupan Anda. Anda akan berperilaku sesuai dengan apa yang paling Anda yakini. Hanya dengan keyakinan yang begitu positif, Anda akan mampu melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin menjadi mungkin.

“Your belief determines your action and your action determines your results, but first you have to believe “ Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tapi pertama-tama Anda harus percaya.-Mark Victor Hansen.


Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

Unduh Salinan SKB PTM di sini.

Penggantian Peserta Yang Mengundurkan Diri Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Hasil Akhir Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Jadwal Wawancara Peserta Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Jadwal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pengumuman Pendaftaran Ulang Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pengumuman Perubahan Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kemensetneg Tahun 2019 bagi Peserta di Sesi 3 pada tanggal 17, 18, 19, 20, 22, 23, dan 24 Februari Tahun 2020 (download)

Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pengumuman Hasil Verifikasi Sanggahan Pelamar Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pelamar Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Penyesuaian Persyaratan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 (download)

Pelayanan dan penjelasan informasi pelaksanaan Seleksi CPNS Kementerian Sekretariat Negara TA 2019 melalui:

a. menu Helpdesk pada https://sscasn.bkn.go.id;
b. email panitia seleksi pada rekrutmen@setneg.go.id.
c. telepon (pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB)
– untuk Formasi Jabatan Kemensetneg di (021) 3848265
– untuk Formasi Jabatan Sekretariat Kabinet di (021) 3843457



Situs Terkait




Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19

Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19
Kontroversi.or.id – Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan R.I memberikan paparan terkait “Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19”.Pedoman ini terdiri dari :• BAB 1 PENDAHULUAN
• BAB 2 EPIDEMIOLOGI CORONA VIRUS (COVID-19)
• BAB 3 PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN
IMUNISASI COVID-19
• BAB 4 PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI COVID19
• BAB 5 SURVEILANS KIPI
• BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan Operasional Vaksinasi Covid-19

  •  Survei : Readiness dan Acceptence Study (sedang berlangsung)
  •  Persiapan dan Koordinasi
  •  Penetapan Permenkes Vaksinasi Covid-19
  •  Penyusunan Pedoman teknis
  •  Advokasi Sosialisasi Mobilisasi
  •  Peningkatan Kapasitas SDM, Sarana (logistic)
  •  Peningkatan Jejaring Pelayanan
  •  Sistim Informasi Manajemen
  •  Penyusunan Mikroplanning
  •  PelaksanaanVaksinasi
  •  Supervisi, Bimbingan teknis, monitoring
  •  Evaluasi Rapid ConvinienceAssesment/Survey cakupan, Post introduction Evaluation, Review Pelaksanaan

Pelaksanaan pemberian vaksinasi

1. Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, sehingga dapat membentuk kekebalan

2. Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM)

3. Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi, berdasarkan kajian ITAGI:

a. Kelompok usia produktif berusia 18 – 59 tahun, dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah baik puskesmas, posbindu maupun RSUD/RSUP, kerjasama dengan klinik, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktek swasta dan lain – lain, termasuk pos – pos pelayanan imunisasi di tempat – tempat strategis

b. Kelompok penduduk dengan kormorbid berusia 18 – 59 tahun yang masih aktif/produktif sebaiknya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah (puskesmas dan Rumah Sakit), klinik dan rumah sakit swasta.

Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Memerlukan waktu 15 menit/orang

  1. Pendaftaran
  2. Pengukuran (tekanan darah, rapid test kolestrol, gula darah, dll)
  3. Edukasi tentang Imunisasi COVID-19
  4. Anamnesa (siapkan list daftar pertanyaan)
  5. Penyuntikan
  6. Informasi jadwal imunisasi selanjutnya

Catatan :

  • Pelayanan posbindu 5 jam/hari
  • Waktu pelayanan 15 menit
  • 15 menit x 20 orang sehingga diperlukan 300 menit atau 5 jam.
” alt=”” />
Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

PELAYANAN IMUNISASI COVID-19 DI POS IMUNISASI (Posyandu, Posbindu, Sekolah dan Pos pos yang ditentukan)

  1. Ruang/tenda/tempat yang cukup besar, sirkulasi udara yang baik. Bila ada kipas angin, letakkan di belakang petugas kesehatan agar arah aliran udara kipas angin mengalir dari tenaga kesehatan ke sasaran imunisasi;
  2. Bersihkan ruang/tempat pelayanan imunisasi sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan;
  3. Fasilitas mencuci tangan pakaisabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
  4. Atur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1 – 2 meter.
  5. Ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani orang sehat;
  6. Jika memungkinkan sediakan jalan masuk dan keluar yang terpisah. Sasaran dan pengantar keluar dan masuk bergantian;
  7. Tempat/ruang tunggu sebelum dan sesudah imunisasi terpisah. Tempat duduk dengan jarak aman antar tempat duduk 1 – 2 meter. Sesudah imunisasi sasaran menunggu selama 30 menit.
” alt=”” />
Contoh Pengaturan Ruang/ Tempat Pelayanan Imunisasi

Dalam pedomen teknis ini dipaparkan pula TIMELINE PENGADAAN, DISTRIBUSI DAN PELAYANAN IMUNISASI COVID-19, serta hasil survei yang dilakukan Kemenkes.

  1. Diperlukan pelaksanaan survei persepsi masyarakat untuk vaksin COVID-19 (mempertimbangkan vaccine hesistancy di Indonesia)
  2. Country readiness assesment dalam rangka menilai kesiapan pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 yang ditinjau dari berbagai aspek mulai dari tahap mikroplanning, pelaksanaan dan
    monev
  3. Pembentukan kelompok kerja tingkat nasional, provinsi/kab/kota dalam rangka koordinasi, harmonisasi pelaksanaan imunisasi COVID-19
  4. Pelaksanaan Cost Effectivess Analysis (CEA) imunisasi COVID-19, apabila imunisasi COVID-19 akan masuk sebagai Program Imunisasi Nasional
  5. Antispasi Komunikasi Risiko pelaksanaan baik isu halal-haram, kelompok antivaksin
  6. Penguatan SDM melalui pelatihan dengan BPSDM dan Sistim Informasi kolaborasi dengan Pusdatin

Kesimpulan

  •  Grand Design Operasional Imunisasi disusun berdasarkan ketersediaan vaksin yang faktanya sampai saat ini cukup dinamis.
  •  Logistik coldchain diperkirakan memadai melihat ketersediaan vaksin yang bertahap, demikian pula jumlah dan rasioVaksinator
  •  Pelaksanaan tetap mempertimbangkan pelaksanaan imunisasi rutin yang saat ini cakupannya masih rendah.
  •  Penetapan Permenkes tentang PelaksanaanVaksinasi COVID-19, jabaran teknis dari Perpres.
  •  Perlu beberapa skema : imunisasi sebagai program, imunisasi pilihan skema sektor swasta, maupun sebagai bagian dari asuransi kesehatan
  •  Pencanangan imunisasi COVID-19 oleh Kepala Negara dalam rangka
  • mobilisasi komitmen pemerintah daerah
bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Geliat Industri Pariwisata Desa, SDGs Desa, & Pengalokasian Dana Desa Untuk Desa Wisata

Penulis Kontroversi

Naskah Komperehensif

Penulis Kontroversi

Mengenal Perilaku Konsumen Digital

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas