Image default
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Penerima Bantuan Dana Hibah Daerah Tahun 2018 UMKM ” Garuda Jaya ” Fiktif Dan Kurang Tepat Sasaran
Peristiwa Politik & Pemerintahan

Diduga Penerima Bantuan Dana Hibah Daerah Tahun 2018 UMKM ” Garuda Jaya ” Fiktif Dan Kurang Tepat Sasaran

Gresik kontroversi.or.id- Temuan dugaan penerima bantuan dana hibah daerah Tahun 2018 dari kelompok usaha pemberdayaan masyarakat  desa Kedungrukem Kecamatan Benjeng yakni “Garuda Jaya” oleh Tim Redaksi Kontroversi setelah melakukan investigasi lapangan.

Diketahui, kelompok usaha pemberdayaan masyarakat  “Garuda Jaya” ini diketuai oleh Suratman warga RT 13 RW 06 Dusun Ngablak desa Kedungrukem. Yang beranggotakan 25 orang.

Kelompok tersebut telah mengajukan bantuan dana hibah daerah  tahun 2018 dan terealisasi sebesar Rp. 100.000.000,-.

Sesuai informasi yang didapat, uang tersebut digunakan untuk membeli barang lalu diterimakan ke masing-masing anggota kelompok.
Adapun rincian barang yang diterima anggota tersebut yaitu, 1 buah alat planer, 1 buah alat bor, 50 batang bambu, 15 lembar papan, 10 dus handel, 5 kg paku,  5 kg kawat, 5 liter pernis dan 5 liter cat.

Sementara itu temuan dan informasi yang diperoleh Tim Redaksi Kontroversi dari beberapa anggota kelompok dan masyarakat semakin memperjelas sinyalir dugaan penerima bantuan hibah daerah tahun 2018 fiktif dan tidak tepat salah sasaran kelompok usaha pemberdayaan masyarakat “Garuda Jaya”.

Sebut saja, WAHYU GUTOMO salah satu anggota kelompok kepada Tim Redaksi Kontroversi, mengaku dirinya tidak menerima bantuan dana tersebut meskipun dirinya sebagai anggota kelompok. ” Selain itu, dirinya merasa tidak pernah menandatangani apapun terkait penerimaan bantuan hibah tersebut. Dan dokumen foto saat penerimaan bantuan dana tersebut tidak benar kalau dirinya yang di foto,” ungkapnya.

Selanjutnya menurut informasi masyarakat dusun Ngablak sendiri mengatakan bahwa terdapat tiga orang anggota kelompok seperti Kakung Indrayoko, Suyitno dan Solikin memang benar benar menerima bantuan dana tersebut. Namun mereka bukan pengrajin sangkar ayam.

Seperti Kakung Indrayoko selama ini diketahui pekerjaannya adalah seorang pegawai perusahaan pliwood PT. Sumber Mas yang berada di Gresik, sedangkan Suyitno adalah pemulung atau pencari barang bekas dan Solikin adalah sopir.(riri)


There is no ads to display, Please add some

Related posts

KPK geledah ruang kerja anggota DPR RI Muhammad Nasir

Seorang Pelajar Asal Benjeng Hanyut Terbawa Arus Air

Penulis Kontroversi

Kepala DLH Gresik pantau saluran air bersama warga

Penulis Kontroversi

Leave a Comment