Image default
  • Home
  • Budaya
  • Mendampingi Anak Belajar Baca-Tulis dengan Metode Montessori
Budaya Hobby & Komunitas Profile

Mendampingi Anak Belajar Baca-Tulis dengan Metode Montessori

Metode Montessori ini tidak membolehkan sama sekali menyalahkan anak, tapi langsung diperbaiki dan orangtua berbicara seperlunya agar tidak mengganggu konsentrasi anak saat mendampingi belajar

Kontroversi pembelajaran: Saat anak-anak melakukan kesalahan dalam proses belajar, sebaiknya orangtua tidak langsung mengoreksi tapi memberi kesempatan dan membantu anak mencari tahu dan mengoreksi sendiri kekeliruannya.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Rina Jayani Praktisi Pendidikan sekaligus Kepala Sekolah Aluna Jakarta dalam sebuah pelatihan Belajar Baca dan Tulis dengan metode Montessori, akhir pekan ini.

“Kalau dibilang salah, khawatirnya, anak-anak tidak mau mencoba lagi”, kata Rina Jayani.

Dengan mengoreksi apa yang dikerjakan oleh anak-anak di awal mereka belajar, sama halnya dengan mengecap bahwa mereka telah melakukan kesalahan.

Menurut Rina, ini akan menyebabkan kepercayaan diri anak menurun.

Rina menerangkan penerapan metode Montessori, metode pendidikan berdasarkan teori perkembangan anak yang telah dikembangkan oleh Dr Maria Montessori seorang pendidik asal Italia.

Di sekolahnya, kata Rina, jika anak melakukan kesalahan, maka proses belajar anak akan dihentikan. Selanjutnya, guru kelas akan mengulang pelajaran pada tahap di mana anak masih melakukan kekeliruan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Metode Montessori ini tidak membolehkan sama sekali menyalahkan anak, tapi langsung diperbaiki”, kata Rina yang juga merupakan Kepala Sekolah Harmony Montessori.

DIa juga menyarankan orangtua berbicara seperlunya agar tidak mengganggu konsentrasi anak saat mendampingi belajar.

Filosofi metode Montessori dalam proses belajar baca tulis bagi anak, sebagaimana dijelaskan Rina, yakni mendahulukan pemahaman dan makna sebelum mulai menulis dan membaca, bukan sekadar menghafalkan pelajaran.

Dia menjelaskan juga, dalam penerapan metode ini, anak lebih dulu diajari menulis sebelum membaca dan memahami cukup banyak kosa kata, serta belajar dari bentuk konkret baru ke abstrak, dari yang mudah ke sulit.

Pengulangan pelajaran dalam metode ini dilakukan supaya anak menguasai dan memahami dengan baik materi yang diajarkan serta menjaga agar kepercayaan diri mereka tetap tumbuh dalam mempelajari semua materi. (DP)


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Profile Lia Istifhama Menuju Pilwali Surabaya 2020

Penulis Kontroversi

Membedah Potret Muslik, Siap Bawa Perubahan Pundutrate

Penulis Kontroversi

Sambari Qosim bagikan 1500 paket sembako pada anak yatim dan duafa

Penulis Kontroversi

Leave a Comment