Image default
Dinamika Gresik (Advertorial)

Komisi III DPRD Gresik Sosialisasikan Normalisasi Kali Lamong, Warga Desa Wotansari Setujui dan Teken surat Dukungan

Untuk tahun 2022 pengerjaan tahap penggerukan kemudian pembebasan lahan masih belum. Sementara untuk tahun depan rencana alokasi  anggaran untuk pembebasan lahan disiapkan  sekitar Rp.69 Milyar

 

Oleh  : Arto
Editor: Imam S Ahmad Bashori Al-Muhajir

 

Gresik – Banjir Kali lamong menjadi langganan
bagi warga yang khusunya mereka yang tinggal di sekitar sungai kali lamong.

Bahkan banjir meluluh lantahkan pundi kehidupan masyarakat, aspek kehidupan mereka terganggu mulai fasilitaa umum, sekolah, tempat ibadah, infrastruktur jalan juga rumah warga ikut terendam.banjir.

 

Kehilangan harta benda

Tak sedikit warga kehilangan pekerjaan, harta benda, bahkan pundi ekonomi juga menjadi persoalan.

Selain.lahan pertanian hingga rutinitas warga pun terganggu diakibatkan luapan banjir kali lamong.

 

Percepatan Kali Lamong

Kini pemerintah kabupaten Gresik hadir memenuhi janjinya akan melakukan percepatan penanganan Kali Lamong,

Bekerjasama dengan balai besar sungai wilayah bengawan solo dan pemerintah pusat juga Propinsi guna menuntaskan penyelesaian banjir kali lamong.

 

Penanganan Pengendalian Banjir 

Melaui Focus Group Discussion (FGD)  mengelar Strategi Penanganan dan Upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong (SP2BKL) yang berlangsung di Balai Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik Jawa Timur, Rabu (27/10/2021).

Sederet Para narasumber  yang dihadirkan dari komisi III DPRD Kabupaten Gresik yang.membindani pembangunan.

Mereka adalah Komsatun, S.Sos dari Fraksi Partai Golkar kemudian Moch Syafi’am,SH.dari fraksi PKB Gresik, Ubaid Kabid SDA Dinas PUTR Gresik, didampingi muspika Balongpanggang ,kepala desa Wotansari Hariono,SP, dan LPMD, BPD dan warga setempat.

 

Aspirasi Langsung

Selama pemaparan berlangsung, salah satu warga Wagiman asal desa Wotansari menyampaikan aspirasi langsung,

Menanyakan keberadaan lahan tanah miliknya berada didekat tepi sungai Kali Lamong, yang menurutnya, berkurang dari jumlah luas sebelumnya,  yang diakibatkan faktor alam.

 

Bukti otentik

Kepala desa Wotansari Hariono SP, berupaya akan membantu warga, terkait hal tersebut dan akan membantu mencari bukti bukti otentik untuk dikoordinasikan ke dinas pertanahan  Gresik.

Sementara camat Balongpanggang M.Yusuf Ansyori,S.Sos,MM, dalam sambutannya mengatakan, melalui Program  Bupati Gresik dengan Nawa Karsa (PBNK), salah satunya percepatan penanganan Kali Lamong.

Didepan undangan yang hadir Camat memohon izin bahwa, akan dilakukan pengerukan normalisasi Kali Lamong.

“Sejumlah alat berat bakal melintas dipemukiman mohon dibantu dilancarkan”,  paparnya.

Rp.8,3 Miliar untuk percepatan

Hj.Komsatun,S.Sos, anggota komisi III dari fraksi Golkar DPRD Gresik saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa anggaran untuk percepatan normalisasi kali lamong sebesar 8.3 milyar.

“Sebagian 5 milyar dibelanjakan alat berat dan selebihnya untuk normalisasi kali lamong”, pungkasnya.

Menyingkapi terkait pembuangan tanah hasil pengerukan kali lamong dilahan dekat milik warga yang berada ditepi sungai.

 

Kesepakatan dan Persetujuan ?

Kembali Komsatun menjelaskan, tadi kita memberikan sosialisasi dan ada kesepakatan dengan warga.

Dimana tadi sudah ada surat di edarkan, form bentuk persetujuan dan dukungan lalu diteken atau ditanda tangani oleh warga setempat.

“Warga menyetujui, memahami, dan tidak keberatan untuk terlaksananya program kali lamong ini”, jelasnya.

Atas nama komisi III mengucapakan terimakasih kepada warga masyarakat, karena tanpa dukungannya tidak ada apa apanya.

Sehingga ini.kalau sudah berjalan lancar insya allah akan mengurangi banjir dari tahun sebelumnya,

Karena, melihat banjir sebelumnya mulai dari Pemukiman warga Fasilitas Umum, misalkan Balai Desa dan Puskesmas, Sekolahan, semuanya terendam, bahkan ada korban.

‘Kita tidak  berharap ditahun tahun kedepan terulang seperti itu”, kata Hj.Komsatun, S.Sos.

 

Kemauan sama

Senada disampaikan H. Moch Syafi’am,SH. dalam pemaparannya menjelaskan, dua unsur antara Bupati dan DPRD sebagai penyelenggara pemerintah daerah punya kemauan yang sama terkait urusan Kali Lamong.

Dalam hal ini Bupati punya nawa karsa salah satu penanganan banjir kali lamong, begitu juga halnya DPRD punya keinginan yang sama  terkait penanganan Kali Lamong.

Kedua unsur ini membuat kebijakan yang dinantikan masyarakat yaitu kebijakan anggaran.

 

Terjadi terus-menerus

Didalam kebijakan anggaran antara Bupati dan DPRD melakukan upaya menangani banjir supaya tidak terjadi banjir terus-menerus.

“Untuk tahun ini pengerjaan tahap penggerukan kemudian pembebasan lahan masih belum”, ungkap Anggota dewan dari PKB dari daerah pilihan (Dapil) Balongpanggang Benjeng ini.

 

Alokasi 2022 Rp.69 Miliar

Sementara untuk tahun depan rencana alokasi  anggaran untuk pembebasan lahan disiapkan  sekitar Rp.69 Milyar.

“Kepada warga yang terdampak limpahan tanah akibat pengerukan kali lamong agar merelakan lahannya ditempati buangan tanah”, pungkas Moch.Syafi’am SH.

Saat awak.media mengajukan pertanyaan terkait teknis tahapan penanganan dan pengendalian banjir kali lamong.

Secara bertahap

Ubaid Kabid SDA dinas Pekerjaan unum dan tata ruang (PUTR) Gresik dalam keterangannya menyampaikan Pemerintahan kabupaten Gresik melalui dinas PUTR Gresik melaksanakan kegiatan penangulangan banjir kali lamong ini secara bertahap

Tentu tidak hanya pemeriintah pusat, juga pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten,  sampai ke masyarakat kita,

“Mari bersama sama melancarkan kegiatan pelaksanaan normalisasi kali lamong ini”, tutur Ubaid.

Kata Ubaid melanjutkan, saat ini kita sudah melaksanakan sosialisasi kedesa desa yang kebetulan dilewati sungai Kali Lamong.

Tentu kita sosialisasi menjelaskan tahapan tahapan  teknis terkait pelaksanan normalisasi kali lamong.

 

7-8 Desa

Saat ini  hampir 7 hingga 8 desa yang kita laksanakan sosialisasi, masyarakatnya mendukung untuk pelaksanaan kegiatan normalisasi

Setelah tahapan sosialisasi kemudian dilanjutkan tahapan pelaksanaan,  kita persiapkan sampai kegiatan normalisasi.

 

Parafet Jono – Tambak beras

Kita awali tahap normalisasi di wilayah desa Jono dan desa Tambak beras, juga dilaksanakan Pembangunan Parafet.

Tahap selanjutnya diwilayah Morowudi juga dilakukan normalisasi dianak anak sungainya,

Kemudian di wilayah Benjeng  yang saat ini sedang kita laksanakan normalisasi Kali Lamong,.

 

Panjang 6 Kilometer

Dengan panjang kurang lebih  6 KM sudah di laksanakan, melewati bengkelu Lor, Munggugianti, Bulangkulon sampai.ke desa Lundo,

“Dengan begitu sudah dilaksanakan tahapan tahapan seperti itu, sehingga  harapan kami kedepannya normalisasi mulai hulu sampai hilir dapat terlaksana dengan lancar”, ungkapnya.

 

Sinkronisasi berkesinambungan

“Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan balai besar sungai wilayah Bengawan Solo  secara berkesinambungan mensikronisasikan program dan tahapan pelaksanaan secara bersama sama, mulai perencanaan hingga pelaksanaan”, imbuhnya.

Kemudian terkait penanganan dan penanggulangan banjir untuk wilayah balongpanggang, kata Ubaid saat ini kita fokus penangganan hilir, karena memang penanganan sungai harus dilakukan melalui hilir dulu.

Sedangkan penanganan hulu di wilayah kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik kita lakukan tahun depan, melewati 4 desa yakni desa Banjar Agung, Wotansari, Sekarputih dan desa Dapet.

“Karena ke-empat desa inilah yang terdampak luapan kali lamong, mudah mudahan awal tahun depan dimusim kemarau kita bisa laksanakan”, tutup Ubaid.


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Gelar Upacara Peringati HUT RI Ke 75, Tiga Pilar Bangun Kemitraan Di Tengah Pandemi

Penulis Kontroversi

Membedah Potret Muslik, Siap Bawa Perubahan Pundutrate

Penulis Kontroversi

Jelang Pilkada Panwascam Melantik PTPS,  Jaga Netralitas dan Tetap Terapkan PPK

Penulis Kontroversi

Leave a Comment