Image default
Hukum & Kriminal

LSM ILHAM Nusnatara Tuding Kios Pupuk Selewengkan Pupuk Bersubsidi

bebas

Atas tidak terpenuhinya pupuk petani pasti menderita kerugian besar yang akan berimbas hasil panen. Dengan demikian patut H. Matono diduga telah dengan sengaja melawan hukum tindak pidana Korupsi dan atau Penggelapan dan Penipuan dan atau Pencurian Hak petani yang tergabung dalam GAPOKTAN desa Sawo atas jatah pupuk bersubsidi. Perbuatan tersebut tidak bisa dibiarkan kami geram atas prilaku tikus yang menggarong jatah pupuk bersubsidi yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Kami akan usut tuntas sampai akar-akarnya, kami akan adukan ke kementerian pertanian, ke penegak hukum dan ke pupuk indonesia agar ada tindakan serius dan masyarakat petani tidak dirugikan lagi

Disajikan oleh Charif Anam
Disunting oleh Charif Anam pada menu daftar/login Kontroversi.or.id

Gresik- Produk Pupuk bersubsidi yang dihasilkan oleh Perusahaan salah satu produsen Pupuk di Gresik. Namun petani di kabupaten gresik malah kekurangan pupuk. Ibarat kata pepatah, bak kehausan di tengah lautan.

Produsen pupuk ini, dalam pendistribusian hasil produksi pupuknya melalui jalur distribuinya yang selanjutnya penyalurannya melalui kios.

Kemudian, selanjutnya Pupuk bersubsidi regulasinya diatur oleh kementerian pertanian sesuai dengan usulan RDKK.

Meskipun dalam pelaksanaannya, jatah pupuk bersubsidi yang di salurkan belum memenuhi RDKK dikarenakan keterbatasan anggaran daerah/Negara untuk memberikan subsidi pupuk.

Adalah H. Matono selaku pemilik kios pupuk, yang dalam kegiatan usaha kesehariannya, selain toko pertanian juga sebagai kios pupuk yang membawahi 4 (empat) antara lain, Gapoktan desa di sekitarnya yakni:

  1. Gapoktan Desa Sawo,
  2. Gapoktan Desa gedong kedo’an,
  3. Gapoktan Desa Karangcangkring,
  4. Gapoktan Desa Bulangan

Kesemua Desa tersebut berada di Kecamatan Dukun di Kabupaten Gresik.

Polemik selanjutnya terjadi pada bulan Maret 2021. Di saat pupuk bersubsidi jatah milik Gapoktan Desa Sawo,  di bawah wilayah kerjanya yang seharusnya pupuk bersubsidi dikirim ke gudang Gapoktan Desa Sawo.

Namun ironisnya oleh H. Matono, pupuk bersubsidi tersebut dialihkan kepada pihak lain.

Tergiur untung besar
Karena tergiur keuntungan besar, Gapoktan yang tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi protes ke UPTD Pertanian Dukun.

Kepada LSM ini,  Matono mengaku bahwa, “tidak ada masalah apapun terkait penyaluran pupuk bersubsidi”. (Jum’at,19/03/2021)

Membantu menebus pupuk milik Gapoktan
Bahkan dirinya sering membantu Gapoktan yang belum bisa menebus pupuk, Matono malah membantu menebusnya terlebih dahulu.

“Sedangkan pupuk yang telah ditebus dulu oleh  Matono Dibungkar dan disimpan di kiosnya untuk menunggu,  sampai dengan Gapoktan tersebut menebusnya”, lanjut Matono.

Matono melanjutkan, “Baru pupuk akan dikirim ke Gudang Gapoktan. Awal bulan Maret 2021 Gapoktan menebus dan pupuk sudah dikirim ke gapoktan masing-masing”.

Sedangkan sisa pupuk yang ada di kiosnya H. Matono mengaku bahwa,  “pupuk itu pupuk bersubsidi sisa jatah gapoktan Desa Sawo bulan januari yang belum sempat diambil petani ke kiosnya”.

Jatah Tidak Dikirim
Anggota Gapoktan desa Sawo yang tidak mau disebut namanya, saat ditemui LSM ini mengaku bahwa, “penyaluran pupuk bersubsidi dari kios UD Linda Jaya milik Matono pada awal bulan Maret bermasalah”.

“Pupuk bersubsidi, jatah gapoktan milik Gapoktan Desa Sawo yang hingga sampai sekarang tidak kunjung dikirim oleh H. Matono”, akunya. (Kamis,25/03/2021)

Gapoktan Desa Sawo Protes UPTD
Selanjutnya, Gapoktan tersebut melakukanprotes ke kantor UPTD pertanian wilayah-5 ini, atas tidak dikirimkannya pupuk bersusidi jatah gapoktan.

Matono menawari 50 sak dari 180 sak jatah Gapoktan Desa Sawo
Gapoktan tersebut malah ditawari oleh Matono untuk diberikan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 50 sak, karena jatah pupuk bersubsidi sebanyak 180 sak akhirnua gapoktan menolak. (Maret 2021)

Kepala UPTD pertanian Wiwik Wulandari saat dihubungi LSM ini menyampaikan melalui pesan singkat WhatsApp [30/3 13:58] KUPTD Pertanian Dukun wiwik Wulandari mengatakan dalam pesannya, “Kami bersama tim verval akan menelusuri”.

“Penanganan kios kewenangan distributor.
[30/3 14:08] KUPTD Pertanian Dukun wiwik Wulandari: Jika 180 sak tersalur TDK sesuai RDKK dan penebusan maka kami larang tim verval utk mengentri pd e-verval agar subsidi TDK keluar”, lanjutnya.

Mengakui telah menjual dan mengalihkan
Lebih lanjut, wiwik komunikasi melalui telephone mengatakan bahwa, “Matono pemilik kios telah mengakui kalau dirinya telah menjual dan mengalihkan pupuk bersubsidi jatah gapoktan desa sawo kepada petani lain”.

“E-verval agar subsidi tidak akan keluar”, jelas Wiwik.

Kepala UPTD Pertanian Wiwik Wulandari menyambung bahwa, “kios tidak akan bisa menerima subsidi dan harus menanggungnya sendiri”.

Kerugian ditanggung produsen, distributor dan Kios
“Sebenarnya kerugian itu harus ditanggung oleh produsen, tapi nanti produsen, distributor dan kios yang menanggung. Selanjutnya kesalahan siapa kalau kesalahan kios berarti kios yang bertanggungjawab kerugiannya”, pungkas Wiwik.

Berterima kasih kepada Ketua LSM Ilham Nusantara
Kepala dinas pertanian Gresik Eko menjawab pesan singkat WhatsApp, “Ya Mas Charif siap…
Kita tindaklanjuti. Makasih infonya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻”. (30/03/2021).

 

Pendapat sesama Kepala Desa 

Mempertanyakan nasib petani
Kepala desa Karang Cangkring Mansyur mengatakan bahwa, “Kios yang menjual jatah gapoktan tidak diperbolehkan, bagaimana nasib warga petani desa saya?”.

Tidak berkomentar dengan alasan tidak enak badan

Kepala desa Sawo Karno tidak berkomentar atas permasalahan tersebut hanya menjawab melalui pesan singkat WhatsApp “Maaf mas….dr td baring mawon …posisi gak enak badan”. (30/03/2021).

Saran untuk menghubungi AKD kecamatan
Kepala desa Bulangan berkomentar, “Lho masalah ini apa sudah ngomong ke Kepala Desa S selaku penanggungjawab gapoktan yang jatah pupuk bersubsidinya tidak dikirim?. Apa sampeyan sudah mencoba menghubungi ketua AKD kecamatan?”. (30/03/2021).

Tidak menjawab
Saat dihubungi ketua LSM, Kepala desa Gedong Kedoan yng sekaligus Ketua AKD kecamatan dukun tidak menjawab.

Dikomunikasikan dengan AKD
Kepala desa mentaras suparto menjawab, “Siap dikomunikasikan dengan AKD”.

Apakah Ketua AKD Kecamatan Dukun tahu?
Tanya Ketua AKD Kecamatan Dukun
Kepala desa Jrebeng Suja’i berkomentar bahwa, [30/3 15:06], “Kalau AKD harus bersikap, AKD Dukun udah tau masalah ini tah boss>”.

Kades jrebeng Dukun Suja’i mengatakan lebih lanjut, “kita lihat perkembangan dari Kades Desa Sawo dan sikap AKD kec dulu bozz sejau mana komunikasi dengan pean”.

Kerugian petani
Polemik penyaluran pupuk bersubsidi yang penyalurannya disalahgunakan oleh H. Matono sangat merugikan petani yang tergabung dalam GAPOKTAN desa sawo, saatnya petani membutuhkan pupuk untuk meningkatkan produktifitas hasil pertaniannya, pupuk diselewengkan oleh H. Matono. Lalu bagaimana nasib petani desa sawo. Siapa yang menanggung kerugian petani? Imbasnya sangat besar bagaimana nasib keluarga petani? Kerugian petani berdampak luas pada sektor pemberdayaan petani desa sawo, matono tergiur keuntungan yang diperkirakan mencapai kurang lebih sebesar Rp. 6.750.000.

Harus disalurkan
Ketua umum LSM ILHAM Nusantara Charif anam, yang mendapatkan informasi awal terjadinya penyelewengan pupuk bersubsidi selanjutnya melakukan penelusuran lapangan dan mendapatkan bukti serta pengakuan yang cukup dari para pihak terkait,

Menurut Charif bahwa, “adanya penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi yang seharusnya jatah gapoktan desa Sawo yang tidak salurkan oleh H. Matono pemilik kios pupuk UD. Linda jaya kepada Gapoktan Desa Sawo untuk disalurkan pada petani desa Sawo, melainkan dijual sendiri oleh H. Matono kepada petani lain”.

Kesalahan mendasar kios pupuk
Hal tersebut menurut pandangan Charif bahwa, “H. Matono sengaja menjual jatah pupuk bersubsidi kepada pihak lain adalah kesalahan mendasar perbuatan pelanggaran hukum”.

“Atas tidak terpenuhinya pupuk petani pasti menderita kerugian besar yang akan berimbas hasil panen. Dengan demikian patut H. Matono diduga telah dengan sengaja melawan hukum tindak pidana Korupsi dan atau Penggelapan dan Penipuan dan atau Pencurian Hak petani yang tergabung dalam GAPOKTAN desa Sawo atas jatah pupuk bersubsidi. Perbuatan tersebut tidak bisa dibiarkan kami geram atas prilaku tikus yang menggarong jatah pupuk bersubsidi yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Kami akan usut tuntas sampai akar-akarnya, kami akan adukan ke kementerian pertanian, ke penegak hukum dan ke pupuk indonesia agar ada tindakan serius dan masyarakat petani tidak dirugikan lagi”, Tutup Charif.

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Kapolri Berharap Kabareskrim Baru Bisa Membangun Citra Reserse Yang Baik

Penulis Kontroversi

KPK Menetapkan Bupati dan Kadispendik Cianjur sebagai Tersangka Korupsi

Penulis Kontroversi

Polisi Ungkap Penipuan Senilai Rp. 23 Triliun

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas