Image default
  • Home
  • Peristiwa
  • Gubernur Jawa Timur Melantik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Masa Bakti 2021-2025
Peristiwa Politik & Pemerintahan

Gubernur Jawa Timur Melantik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Masa Bakti 2021-2025

bebas

Khofifah: “Saya mendapatkan amanah dari Bapak Presiden Jokowi. Salah satu pesannya, agar seluruh kepala daerah bisa bekerja dengan cepat tepat dan detail”

Surabaya – Gubernur Jawa Timur resmi.melantik Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah Masa bakti 2021-2025.

Disamping itu Khofifah juga melantik ke 17 kepala daerah lainnya di Gedung Grahadi Surabaya Jawa Timur, dengan protokol kesehatan sangat ketat.

Usai melantik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indsr Parawansa menyampaikan, pihaknya mendapatkan amanah dari Bapak Presiden Jokowi. Salah satu pesannya, agar seluruh kepala daerah bisa bekerja dengan cepat tepat dan detail.

Lebih lanjut khofifah menyebutkan,  Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi COVID-19, tingkat partisipasi masyarakat menyalurkan suaranya sangat tinggi. Jum’at (26/2/2021)

‘Sehingga hal itu lebih tinggi dari pilkada yang tidak digelar di masa pandemi”, katanya.

“Sumber darii desk Pilkada Jatim, menyebutkan bahwa angka partisipasi masyarakat pada saat pilkada serentak di massa pandemi COVID-19 Desember lalu mencapai 67, 68 persen”, ujarnya.

Ke 17 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilantik gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya diantaranya :

1. Kabupaten Banyuwangi: Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah

2. Kabupaten Situbondo: Karna Suswandi-Khoirani

3. Kabupaten Jember: Hendy Siswanto-M Balya Firjaun Barlaman

4. Kabupaten Malang: Sanusi-Didik Gatot Subroto

5. Kabupaten Blitar: Rini Syarifah-Rahmad Santoso

6. Kota Blitar: Santoso-Tjutjuk Sunario

7. Kabupaten Trenggalek: Mochamad Nur Arifin-Syah Mohammad Natanegara

8. Kabupaten Kediri: Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa

9. Kabupaten Ponorogo: Sugiri Sancoko-Lisdyarita

10. Kabupaten Ngawi: Ony Anwar-Dwi Riyanto Jatmiko

11. Kabupaten Lamongan: Yuhronur Effendi-KH Abdul Rouf

12. Kabupaten Gresik: Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah

13. Kabupaten Sidoarjo: Ahmad Muhdlor Ali-Subandi

14. Kabupaten Mojokerto: Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa

15. Kabupaten Sumenep: Ahmad Fauzi-Dewi Khalifah

16. Kota Pasuruan: Saifullah Yusuf-Adi Wibowo

17. Kota Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji

Khofifah berharap, “kepada  masing masing ke 17 kepala daerah dan wakilnya yang baru dilantik, agar berperan aktif meningkatkan kinerja lebih cepat, tepat dan lebih detail”, jelasnya. (41270)

Jika berhasil tidak dipuji,
Jika gagal dicaci maki.
Jika hilang tak akan dicari,
Jika mati tak ada yang mengakui


Silahkan klik gambar-gambar dibawah ini untuk mendapatkan informasi/manfaat lainnya



Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

Unduh Salinan SKB PTM di sini.

MODUL PEMBELAJARAN SMA TAHUN 2020/2021

Kemdikbud melalui Direktorat SMA telah menyusun Modul Pembelajaran SMA tahun 2020 semua mata pelajaran untuk siswa SMA Kelas X, XI dan XII yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan belajar dari rumah. Silakan Anda unduh pada link di bawah ini:
Modul Pembelajaran SMA Lengkap
PPKN Unduh disini
Bhs Indonesia Unduh disini
Matematika Unduh disini
Sejarah Indonesia Unduh disini
Bhs Inggris Unduh disini
Seni Budaya Unduh disini
Penjasorkes Unduh disini
PKWU Unduh disini
Biologi Unduh disini
Fisika Unduh disini
Kimia Unduh disini
Sejarah Peminatan Unduh disini
Sosiologi Unduh disini
Geografi Unduh disini
Ekonomi Unduh disini

Pelayanan dan penjelasan informasi pelaksanaan Seleksi CPNS Kementerian Sekretariat Negara TA 2019 melalui:

a. menu Helpdesk pada https://sscasn.bkn.go.id;
b. email panitia seleksi pada rekrutmen@setneg.go.id.
c. telepon (pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB)
– untuk Formasi Jabatan Kemensetneg di (021) 3848265
– untuk Formasi Jabatan Sekretariat Kabinet di (021) 3843457



Situs Terkait




Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19

Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19
Kontroversi.or.id – Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan R.I memberikan paparan terkait “Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19”.Pedoman ini terdiri dari :• BAB 1 PENDAHULUAN
• BAB 2 EPIDEMIOLOGI CORONA VIRUS (COVID-19)
• BAB 3 PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN
IMUNISASI COVID-19
• BAB 4 PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI COVID19
• BAB 5 SURVEILANS KIPI
• BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan Operasional Vaksinasi Covid-19

  •  Survei : Readiness dan Acceptence Study (sedang berlangsung)
  •  Persiapan dan Koordinasi
  •  Penetapan Permenkes Vaksinasi Covid-19
  •  Penyusunan Pedoman teknis
  •  Advokasi Sosialisasi Mobilisasi
  •  Peningkatan Kapasitas SDM, Sarana (logistic)
  •  Peningkatan Jejaring Pelayanan
  •  Sistim Informasi Manajemen
  •  Penyusunan Mikroplanning
  •  PelaksanaanVaksinasi
  •  Supervisi, Bimbingan teknis, monitoring
  •  Evaluasi Rapid ConvinienceAssesment/Survey cakupan, Post introduction Evaluation, Review Pelaksanaan

Pelaksanaan pemberian vaksinasi

1. Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, sehingga dapat membentuk kekebalan

2. Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM)

3. Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi, berdasarkan kajian ITAGI:

a. Kelompok usia produktif berusia 18 – 59 tahun, dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah baik puskesmas, posbindu maupun RSUD/RSUP, kerjasama dengan klinik, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktek swasta dan lain – lain, termasuk pos – pos pelayanan imunisasi di tempat – tempat strategis

b. Kelompok penduduk dengan kormorbid berusia 18 – 59 tahun yang masih aktif/produktif sebaiknya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah (puskesmas dan Rumah Sakit), klinik dan rumah sakit swasta.

Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Memerlukan waktu 15 menit/orang

  1. Pendaftaran
  2. Pengukuran (tekanan darah, rapid test kolestrol, gula darah, dll)
  3. Edukasi tentang Imunisasi COVID-19
  4. Anamnesa (siapkan list daftar pertanyaan)
  5. Penyuntikan
  6. Informasi jadwal imunisasi selanjutnya

Catatan :

  • Pelayanan posbindu 5 jam/hari
  • Waktu pelayanan 15 menit
  • 15 menit x 20 orang sehingga diperlukan 300 menit atau 5 jam.
” alt=”” />
Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

PELAYANAN IMUNISASI COVID-19 DI POS IMUNISASI (Posyandu, Posbindu, Sekolah dan Pos pos yang ditentukan)

  1. Ruang/tenda/tempat yang cukup besar, sirkulasi udara yang baik. Bila ada kipas angin, letakkan di belakang petugas kesehatan agar arah aliran udara kipas angin mengalir dari tenaga kesehatan ke sasaran imunisasi;
  2. Bersihkan ruang/tempat pelayanan imunisasi sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan;
  3. Fasilitas mencuci tangan pakaisabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
  4. Atur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1 – 2 meter.
  5. Ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani orang sehat;
  6. Jika memungkinkan sediakan jalan masuk dan keluar yang terpisah. Sasaran dan pengantar keluar dan masuk bergantian;
  7. Tempat/ruang tunggu sebelum dan sesudah imunisasi terpisah. Tempat duduk dengan jarak aman antar tempat duduk 1 – 2 meter. Sesudah imunisasi sasaran menunggu selama 30 menit.
” alt=”” />
Contoh Pengaturan Ruang/ Tempat Pelayanan Imunisasi

Dalam pedomen teknis ini dipaparkan pula TIMELINE PENGADAAN, DISTRIBUSI DAN PELAYANAN IMUNISASI COVID-19, serta hasil survei yang dilakukan Kemenkes.

  1. Diperlukan pelaksanaan survei persepsi masyarakat untuk vaksin COVID-19 (mempertimbangkan vaccine hesistancy di Indonesia)
  2. Country readiness assesment dalam rangka menilai kesiapan pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 yang ditinjau dari berbagai aspek mulai dari tahap mikroplanning, pelaksanaan dan
    monev
  3. Pembentukan kelompok kerja tingkat nasional, provinsi/kab/kota dalam rangka koordinasi, harmonisasi pelaksanaan imunisasi COVID-19
  4. Pelaksanaan Cost Effectivess Analysis (CEA) imunisasi COVID-19, apabila imunisasi COVID-19 akan masuk sebagai Program Imunisasi Nasional
  5. Antispasi Komunikasi Risiko pelaksanaan baik isu halal-haram, kelompok antivaksin
  6. Penguatan SDM melalui pelatihan dengan BPSDM dan Sistim Informasi kolaborasi dengan Pusdatin

Kesimpulan

  •  Grand Design Operasional Imunisasi disusun berdasarkan ketersediaan vaksin yang faktanya sampai saat ini cukup dinamis.
  •  Logistik coldchain diperkirakan memadai melihat ketersediaan vaksin yang bertahap, demikian pula jumlah dan rasioVaksinator
  •  Pelaksanaan tetap mempertimbangkan pelaksanaan imunisasi rutin yang saat ini cakupannya masih rendah.
  •  Penetapan Permenkes tentang PelaksanaanVaksinasi COVID-19, jabaran teknis dari Perpres.
  •  Perlu beberapa skema : imunisasi sebagai program, imunisasi pilihan skema sektor swasta, maupun sebagai bagian dari asuransi kesehatan
  •  Pencanangan imunisasi COVID-19 oleh Kepala Negara dalam rangka
  • mobilisasi komitmen pemerintah daerah



bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Desa Brangkal Sabet Juara 1 Lomba 10 program PKK tingkat kabupaten Gresik

Penulis Kontroversi

Letjen TNI Andika Perkasa Jabat Pangkostrad

Penulis Kontroversi

Kades Ima’an: “Papan Informasi Penggunaan Dana Desa Terpasang Setelah PABDes Selesai”

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas