Image default
Dinamika Mojokerto (Advertorial) Peristiwa

Tukang Bubur Tega Gorok Orang Tua Kandungnya Sendiri

bebas

AKP Rifaldhy; “Motif Adi tega menganiaya kedua orang tua kandungnya. Hal ini, terungkap setelah penyidik memeriksa 10 saksi. Yaitu korban, keluarga korban, sejumlah tetangga dan tersangka sendiri. Kendati demikian, Ternyata Adi tega menganiaya bapak dan ibu kandungnya, Yasin (87) dan Muripah (63)”.

Mojokerro – Kontroversi.or.id :  Penjual bubur keliling bernama Adi Muryadi(38) pemuda asal Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar. nekat gorok bapak ibu kandungnya sendiri.

Hanya karena persoalan sepele,   orang tuanya melarang  bekerja di pabrik kayu di Sidoarjo. Dia nekat menganiaya.

Saat jumpa pers dengan awak.media, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan, motif Adi tega menganiaya kedua orang tua kandungnya.

Hal ini, terungkap setelah penyidik memeriksa 10 saksi. Yaitu korban, keluarga korban, sejumlah tetangga dan tersangka sendiri.

Kendati demikian, Ternyata Adi tega menganiaya bapak dan ibu kandungnya, Yasin (87) dan Muripah (63).

Didasari karena persoalan sepele. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu dilarang orang tuanya bekerja di pabrik kayu di Sidoarjo.

Dia bersikeras sudah tidak mau menjadi tukang bubur lagi, dia minta bekerja di Sidoarjo. Sementara orang tuanya tidak berkeinginan demikian.

Perdebatan tak berujung, Akhirnya terjadi kekesalan, muncullah emosi, tersangka ini akhirnya melakukan penganiayaan terhadap orang tuanya,” kata Rifaldhy , Senin (28/9/2020).

Padahal, Yasin dan Muripah melarang Adi bekerja di luar kota karena khawatir dengan keselamatan anak bungsunya tersebut.

Sebagai anak terakhir, Adi dikenal manja. Dia tinggal hanya bertiga dengan bapak dan ibu kandungnya di Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar.

“Orang tuanya khawatir tersangka tidak ada yang menjaga di sana. Dia anak terakhir”.

“Informasi berhasil dihimpun dari saudara-saudaranya anak ini cukup dimanja. Apa yang dimau anak ini biasanya harus dituruti”, terang Rifaldhy.

Tak cukup itu saja, Adi rupanya kerap melakukan kekerasan terhadap orang tuanya saat keinginannya tidak terpenuhi.

Namun di mata tetangganya, dia dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan santun.

Sehari-hari dia mencari nafkah dengan berjualan bubur seruntul dan pentol keliling ke kampung-kampung.

Kendati begitu dibalik semuanya, Dia tega menggorok bapak dan ibu kandungnya menggunakan pisau dapur pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pasangan suami istri tersebut tergeletak bersimbah darah di dalam kamar rumahnya.

Kini Adi diserahkan warga ke polisi pasca melakukan perbuatan kejinya itu.

Sementara Yasin dan Muripah dievakuasi warga ke rumah sakit.

Beruntunglah nyawa kedua korban bisa diselamatkan. Saat ini mereka dirawat intensif di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. (arto)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Wakapolda Jatim Kunjungi Pasmar 2, Perkuat Silaturrahmi

Penulis Kontroversi

MK Tolak Gugatan Judicial Review Sejumlah Pasal UU Pemberantasan Terorisme

Penulis Kontroversi

Masyarakat Berhak Dapat Informasi Yang Transparan

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas