Image default
  • Home
  • Opini
  • Program BPNT mencekik pedagang kecil
Opini

Program BPNT mencekik pedagang kecil

bebas

Lamongan  –  Program BPNT(Bantuan pangan non tunai) yang selama ini diberikan kepada masyarakat  miskin memiliki dampak yang cukup luar biasa hebat bisa dibilang mencekik bagi para pedagang kecil  ,khususnya bagi para pedagang telur dan sembako.(7/6/2021).

 

Menurut rois(salah satu pedagang di pasar tradisional babat)menuturkan semenjak adanya program BPNT para pedagang kecil menengah kebawah terasa seperti tercekik.

“Semenjak adanya program tersebut kami para pedagang kecil menengah kebawah khususnya pedagang telur ayam buras dan sembako merasakan   dampaknya cukup luar biasa Saat program tersebut cair. Sebab pabila program tersebut cair harga telur terus mengalami kenaikan sedangkan pembeli dipasaran turun drastis.”

“Menurut kami dari program ini yang paling mendapatkan keuntungan adalah para agen telur besar”.

“Kami berharap kepada pemerintah agar mengkaji kembali program tersebut setidaknya dari program bantuan pangan non tunai ke bantuan tunai agar sama sama bisa mendapatkan keuntungan dari program tersebut”.

“Bagi para penerimah program BPNT bisa mengatur maupun mempergunakan sesuai dengan kebutuhan, yang kedua   masyarakat yang menerimah bantuan tersebut bisa membelanjakan kebutuhannya dipasar atau ditempat para pedagang kecil “.pungkas rois.

 

Disisi yang lain  Charif (ketua Lsm Ilham Nusantara)menuturkan terkait Program BPNT belum mengena sasaran yang tepat.

“Terkait program BPNT belum mengena sasaran yang tepat, sebab dari data penerima masih carut marut.”

“Tak hanya itu dalam penyalurannya banyak terjadi dugaan monopoli bisnis yang terselubung diduga dilakukan oleh oknum pejabat,  dalam pengadaan barang diduga menguntungkan pihak penyalur.”

“Serta Harga barang yang disalur diduga cenderung di mark-up”.tutur ketua Lsm Ilham Nusantara.

Wartawan : Ainur rofiq

 

Konten ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

 

Jika berhasil tidak dipuji,
Jika gagal dicaci maki.
Jika hilang tak akan dicari,
Jika mati tak ada yang mengakui

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Tragedi Dramaturgi Politik “Kardus” 2019

Penulis Kontroversi

PAN Dinilai Berpeluang Besar Diterima dalam Koalisi Pendukung Pemerintah

Penulis Kontroversi

Manfaat Secondment, Knowledge Management dan Sinergi di Kementerian Keuangan

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas