Image default
Kesehatan Komunikasi Bisnis Opini

Kontroversi Asam Amino

bebas

Pemecahan protein menjadi asam amino dibantu oleh berbagai macam enzim pencernaan di dalam tubuh, seperti enzim pepsin yang ada di lambung dan enzim tripsin, karboksipeptidase, serta kimotripsin yang dihasilkan oleh pankreas. Setelah protein tersebut dipecah menjadi asam amino, zat ini kemudian akan diserap oleh jaringan usus dan dibawa ke organ hati, lalu disalurkan ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan asam amino tersebut

 

Oleh  : Imam S Ahmad Bashori, Moh Ardi
Editor: Munichatus Sa’adah

 

Pengenalan asam amino serta fungsinya bagi tubuh

Istilah protein mungkin sudah sangat familiar bagi hampir semua orang, namun mungkin ada sebagian orang yang masih belum familiar dengan istilah asam amino. Padahal, protein itu erat sekali hubungannya dengan asam amino.
Asam amino adalah bagian terkecil dari struktur protein, dengan kata lain, asam amino merupakan bentuk paling sederhana dari protein.
Asam amino inilah yang nantinya diserap oleh tubuh dan yang menjalankan fungsi-fungsi protein pada tubuh.
Saat kita mengkonsumsi protein, tubuh akan menghancurkan protein hingga berubah menjadi asam amino agar mudah diserap oleh tubuh.
Yang berperan menghancurkan protein adalah gigi serta asam lambung dan enzim pepsin yang terdapat di lambung. Pepsin akan memecah protein menjadi bentuk yang lebih sederhana (chyme) untuk selanjutnya diteruskan ke usus dua belas jari (duodenum).
Di duodenum, keberadaan chyme akan memicu dikeluarkan enzim-enzim dari pankreas, yaitu tripsin, carboxypeptidase, dan chymotrypsin.
Ketiga enzim ini akan membantu mengubah chyme menjadi asam amino. Asam amino akan diserap oleh sel-sel usus dan kemudian dibawa ke liver melalui aliran darah vena porta.
Dari liver, asam amio akan disalurkan ke seluruh tubuh untuk dimanfaatkan.

Amino acid atau asam amino adalah protein yang sudah dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil. Dengan demikian, sel-sel tubuh akan lebih mudah menggunakan zat ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mendukung proses pemulihan luka hingga pembentukan sel baru

Tabel asam amino (bisa diklik)

Amino acid atau asam amino adalah bentuk paling sederhana dari protein. Di dalam tubuh, protein yang Anda peroleh dari berbagai macam makanan, seperti telur, ikan, daging, dan ayam, akan diolah melalui proses pencernaan dan metabolisme.

Mengenal Amino Acid dan Fungsinya untuk Tubuh

Pemecahan protein menjadi asam amino dibantu oleh berbagai macam enzim pencernaan di dalam tubuh, seperti enzim pepsin yang ada di lambung dan enzim tripsin, karboksipeptidase, serta kimotripsin yang dihasilkan oleh pankreas.

Setelah protein tersebut dipecah menjadi asam amino, zat ini kemudian akan diserap oleh jaringan usus dan dibawa ke organ hati, lalu disalurkan ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan asam amino tersebut.

 

Jenis-Jenis Amino Acid

Asam amino terdiri dari berbagai jenis, tepatnya ada 20 jenis asam amino yang berperan penting bagi kesehatan tubuh. Namun, secara umum, asam amino tergolong menjadi 2 jenis utama, yaitu:

 

1. Asam amino esensial

Asam amino esensial merupakan jenis asam amino yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan atau minuman. Ada 9 jenis asam amino esensial yang memainkan peran penting untuk kesehatan tubuh, yaitu:

  • Phenylalanine
  • Valine
  • Threonine
  • Tryptophan
  • Methionine
  • Leucine
  • Isoleucine
  • Lysine
  • Histidine

Kesembilan asam amino tersebut memiliki berbagai macam fungsi di dalam tubuh, yakni:

  • Membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, misalnya jaringan otot, kulit, kuku, jaringan ikat, saraf, dan rambut
  • Memproduksi energi
  • Menghasilkan antibodi untuk membentuk daya tahan tubuh
  • Mendukung proses tumbuh kembang bayi dan anak-anak
  • Menunjang penyerapan berbagai mineral, seperti zinc dan selenium
  • Mempercepat proses penyembuhan luka
  • Mendukung produksi hemoglobin dan sel darah merah
  • Memproduksi kolagen
  • Mengatur nafsu makan, siklus tidur, dan suasana hati atau mood

Asam amino esensial bisa Anda peroleh dari beberapa jenis makanan, seperti daging merah, ayam, bebek, ikan, telur, susu, serta keju dan yoghurt. Selain itu, beberapa jenis makanan nabati, seperti kacang kedelai dan quinoa, juga mengandung asam amino esensial.

 

2. Asam amino nonesensial

Berbeda dengan asam amino esensial, asam amino nonesensial dapat diproduksi oleh tubuh. Ada 11 macam asam amino yang tergolong sebagai jenis asam amino nonesensial, yaitu:

  • Alanine
  • Arginine
  • Asparagine
  • Aspartic acid atau asam aspartate
  • Cysteine
  • Glutamic acid atau asam glutamat
  • Glutamine
  • Glycine
  • Proline
  • Serine
  • Tyrosine

Kesebelas asam amino nonesensial tersebut memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing, yaitu:

  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Melancarkan peredaran darah
  • Mempertahankan dan meningkatkan gairah seksual (libido)
  • Membantu penyerapan mineral, seperti magnesium, kalium, dan kalsium
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Membantu tubuh dalam memproduksi kolagen dan enamel pada gigi
  • Mencegah penuaan dini
  • Mengontrol suasana hati

Meski bisa diproduksi oleh tubuh, asam amino nonesensial juga terdapat pada makanan, seperti ikan, daging, kacang-kacangan, dan makanan laut.

 

3. Branched-chain amino acids

Selain 2 golongan utama di atas, ada juga jenis asam amino lain yang disebut branched-chain amino acids (BCAA). Asam amino yang termasuk dalam jenis BCAA adalah leucineisoleucine, dan valine.

Asam amino jenis ini banyak digunakan oleh para atlet untuk membentuk massa otot dan mendukung proses pemulihan jaringan otot setelah cedera. Asam amino jenis BCAA juga dapat digunakan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina.

Asam amino BCAA bisa diperoleh dari suplemen atau secara alami dari makanan tertentu, seperti jagung, kacang arab, lentil, gandum, almond, ikan, susu, dan telur.

Jika dilihat dari manfaatnya, sebenarnya semua jenis asam amino memiliki fungsi yang cukup serupa.

Meskipun penting, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, Anda tidak bisa hanya bergantung pada makanan yang tinggi protein atau asam amino saja. Anda juga perlu menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.

 

Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga perlu diasup dari makanan. Ada beberapa jenis asam amino esensial dengan fungsinya masing-masing. Kenali apa saja makanan sumber asam amino esensial tersebut agar Anda bisa mencukupi asupannya

Tubuh setidaknya membutuhkan 20 jenis asam amino yang merupakan zat pembentuk protein. Sembilan di antaranya tergolong sebagai asam amino esensial dan sisanya adalah asam amino nonesensial.

Kenali Fungsi dan Makanan Sumber Asam Amino Esensial - Alodokter

Asam amino esensial tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari makanan. Makanan sumber asam amino esensial perlu dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang cukup, agar kebutuhan tubuh akan nutrisi ini bisa terpenuhi.

 

Makanan Asam Amino Esensial

Sumber asam amino esensial dapat berupa makanan yang mengandung protein hewani maupun makanan yang mengandung protein nabati. Berikut adalah berbagai jenis asam amino esensial dan makanan yang bisa dikonsumsi untuk memperolehnya:

1. Isoleusin

Isoleusin merupakan BCAA (branched-chain amino acid) yang paling banyak membangun otot. Asam amino ini juga memiliki peran penting dalam mengatur kadar energi dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memproduksi hemoglobin.

Anda bisa mendapatkan isoleusin dari daging sapi. Selain itu, telur, susu, dan produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt, juga bisa menjadi sumber isoleusin untuk Anda konsumsi sehari-hari.

2. Lisin

Lisin memainkan peran penting dalam produksi berbagai protein pembentuk jaringan tubuh, hormon, enzim, dan antibodi. Mengonsumsi asam amino esensial ini dalam jumlah yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga agar hormon dan enzim di dalam tubuh dapat berkerja dengan baik.

Ikan dan telur merupakan makanan yang mengandung cukup banyak lisin. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan lisin dari daging sapi, daging ayam, makanan laut, susu, dan produk olahan susu.

3. Leusin

Asam amino esensial yang satu ini memiliki banyak peran dalam tubuh, mulai dari membantu proses penyembuhan luka, memproduksi hormon pertumbuhan, meningkatkan kekuatan otot, serta mengatur kadar gula darah.

Ikan salmon termasuk dalam makanan yang tinggi akan kandungan leusin. Sumber leusin lainnya yang bisa Anda konsumsi adalah buncis, telur, kedelai, dan kacang-kacangan.

4. Valin

Mirip seperti leusin, valin juga memiliki peran penting dalam merangsang hormon pertumbuhan dan memperbaiki kerusakan otot. Selain itu, valin juga berperan dalam menyuplai energi bagi tubuh.

Salah satu makanan dengan kadar valin yang tinggi adalah putih telur segar. Selain itu, valin juga bisa didapatkan dari susu dan produk olahan susu, seperti keju dan yogurt, meski jumlahnya tidak sebanyak pada telur.

5. Treonin

Jenis asam amino esensial ini memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan jantung dan hati, serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf pusat.

Makanan yang kaya akan treonin adalah bayam dan selada air mentah. Pilihan lainnya adalah ikan tuna, ikan nila, putih telur, kalkun, dan kedelai.

6. Histidin

Histidin merupakan jenis asam amino esensial yang penting bagi anak-anak. Hal ini karena histidin memiliki peran dalam perkembangan serta pemeliharaan berbagai jaringan tubuh, termasuk jaringan saraf.

Ikan kod, daging ayam, kalkun, dan kacang merah merupakan jenis-jenis makanan yang banyak mengandung histidin.

7. Metionin

Asam amino esensial ini lebih berperan dalam metabolisme dan detoksifikasi di dalam tubuh. Tak hanya itu, metionin juga dapat membantu tubuh untuk menyerap mineral zinc dan selenium dari makanan.

Anda bisa mendapatkan banyak metionin dari putih telur. Selain itu, ikan dan daging juga mengandung cukup banyak metionin.

8. Fenilalanin

Fenilalanin berperan penting dalam pembentukan asam amino lain yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh juga akan mengubah asam amino esensial ini menjadi tirosin dan dopamin yang penting bagi fungsi otak.

Amino esensial jenis fenilalanin paling banyak ditemukan pada makanan sumber protein nabati, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Selain itu, produk hewani seperti daging sapi, makanan laut, dan telur juga dikenal tinggi fenilalanin.

9. Triptofan

Di dalam tubuh, triptofan digunakan untuk membuat hormon serotonin, yaitu hormon yang mengatur nafsu makan, tidur, suasana hati, dan rasa nyeri.

Daging ayam dan kalkun merupakan jenis makanan yang mengandung cukup banyak triptofan. ikan, tahu, cokelat, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

 

Pembahasan asam amino

Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsi karboksil (–COOH) dan amina (biasanya –NH2), serta rantai samping (gugus R) yang spesifik untuk setiap jenis asam amino. Dalam biokimia sering kali pengertiannya dipersempit: gugus karboksil dan amina terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut karbon alfa atau karbon-α). Dalam kasus ini, mereka dikenal sebagai asam amino-2 atau asam amino-alfa (rumus umumnya H2NCHRCOOH, kecuali pada prolina[a]). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi ion zwitter.

Struktur asam amino alfa dalam bentuk yang tidak terionisasi

Ada sekitar 500 asam amino yang telah diketahui, meskipun hanya 20 yang dihasilkan oleh kode genetik. Dua puluh asam amino standar ini, ditambah dengan dua asam amino lainnya, merupakan asam amino yang menjadi komponen penyusun protein sehingga disebut asam amino proteinogenik. Asam amino-asam amino ini bergabung melalui ikatan peptida membentuk molekul besar yang disebut peptidapolipeptida, hingga protein. Selain berperan sebagai residu dalam protein, asam amino (baik proteinogenik maupun nonproteinogenik) juga berpartisipasi dalam sejumlah proses biologis misalnya glutamat (asam glutamat standar) dan asam gamma-aminobutirat (GABA) yang berperan sebagai neurotransmiter. Sembilan asam amino proteinogenik disebut “esensial” bagi manusia karena tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia dari senyawa lain sehingga harus diperoleh dari makanan. Asam amino lainnya mungkin bersifat esensial dalam kondisi tertentu, misalnya untuk usia atau kondisi medis tertentu. Asam amino esensial juga dapat berbeda-beda di antara spesies.[b] Karena signifikansi biologisnya, asam amino penting dalam nutrisi dan biasanya digunakan dalam suplemen nutrisipupukpakan, dan teknologi makanan. Penggunaan asam amino dalam industri misalnya produksi obat-obatanplastik terdegradasi biologis, dan katalis kiral.

Sejarah asam amino

Beberapa asam amino pertama ditemukan pada awal abad ke-19.[1][2] Pada tahun 1806, ahli kimia Prancis Louis-Nicolas Vauquelin dan Pierre Jean Robiquet mengisolasi senyawa dalam asparagus yang kemudian dinamai asparagina, asam amino pertama yang ditemukan.[3][4] 
  • Sistin ditemukan pada tahun 1810,[5] meskipun monomernya, sistein, tetap tidak ditemukan hingga tahun 1884.[4][6]
  • Glisina dan leusina ditemukan pada tahun 1820.[7]
  • Treonina adalah jenis terakhir dari 20 asam amino umum yang ditemukan pada tahun 1935 oleh William Cumming Rose, yang juga menentukan asam amino esensial dan menetapkan kebutuhan harian minimum dari semua asam amino untuk pertumbuhan yang optimal.[8][9]

Kesatuan kategori kimia diusulkan oleh Wurtz pada tahun 1865, tetapi ia tidak memberikan nama khusus.[10]

Penggunaan pertama istilah “amino acid” dalam bahasa Inggris tercatat dari tahun 1898,[11] sedangkan istilah Jerman, Aminosäure, telah digunakan sebelumnya.[12]

Protein diketahui menghasilkan asam amino setelah pencernaan enzimatik atau hidrolisis asam dipahami.

Pada tahun 1902, Emil Fischer dan Franz Hofmeister secara independen mengusulkan bahwa protein terbentuk dari banyak asam amino, dengan pembentukan ikatan di antara gugus amino dari satu asam amino dengan gugus karboksil dari asam amino lainnya, menghasilkan struktur linier yang disebut Fischer sebagai “peptida“.[13]

Struktur umum

21[pranala nonaktif permanen] asam amino-α proteinogenik yang ditemukan dalam eukariota, dikelompokkan menurut nilai pKa rantai samping mereka dan muatan yang dibawa pada pH fisiologis (7,4)

Struktur asam α-amino, dengan gugus amina di sebelah kiri dan gugus karboksil di sebelah kanan.

Struktur asam amino secara umum adalah satu atom karbon (C) yang mengikat empat gugus: gugus amina (–NH2), gugus karboksil (–COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residu) sebagai substituen organik yang dikenal sebagai rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.

Sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, atom C pusat tersebut dinamai atom Cα (“C-alfa”), yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam amino-α.[14] Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.

 

Isomerisme

Dua model molekul isomer optis asam amino alanina

Karena atom C pusat mengikat empat gugus yang berbeda, maka asam amino—kecuali glisina—memiliki isomer optik: l dan d. Cara sederhana untuk mengidentifikasi isomeri ini dari gambaran dua dimensi adalah dengan “mendorong” atom H ke belakang pembaca (menjauhi pembaca).

Jika searah putaran jarum jam (putaran ke kanan) terjadi urutan karboksil-residu-amina maka ini adalah tipe d. Jika urutan ini terjadi dengan arah putaran berlawanan jarum jam, maka itu adalah tipe l. (Aturan ini dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama CORN, dari singkatan COOH – R – NH2).

Pada umumnya, asam amino alami yang dihasilkan eukariota merupakan tipe l meskipun beberapa siput laut menghasilkan tipe d. Dinding sel bakteri banyak mengandung asam amino tipe d.

 

Polimerisasi asam amino

Lihat juga artikel tentang ekspresi genetik.

Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptida

Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA.

Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino.

 

Zwitter-ion

Asam amino dalam bentuk tidak terion (kiri) dan dalam bentuk zwitter-ion.

Karena asam amino memiliki gugus aktif amina dan karboksil sekaligus, zat ini dapat dianggap sebagai sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya dipengaruhi oleh gugus-R yang dimiliki). Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik, gugus amina pada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi, –NH3+), sedangkan gugus karboksilnya menjadi bermuatan negatif (terdeprotonasi, –COO). Titik isolistrik ini spesifik bergantung pada jenis asam aminonya. Dalam keadaan demikian, asam amino tersebut dikatakan berbentuk zwitter-ion. Zwitter-ion dapat diekstrak dari larutan asam amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya. Kebanyakan asam amino bebas berada dalam bentuk zwitter-ion pada pH netral maupun pH fisiologis yang dekat netral. Karena mempunyai muatan negatif dan positif, asam amino dapat mengalami reaksi terhadap asam maupun basa.[15]

Asam amino dasar (standar)

Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian protein), dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya:

Asam amino alifatik sederhana
Asam amino hidroksi-alifatik
Asam amino dikarboksilat (asam)
Amida
Asam amino basa
Asam amino dengan sulfur
Prolin
  • Prolina (Pro, P) (memiliki gugus siklik)
Asam amino aromatik
Fungsi biologi asam amino
  1. Penyusun protein, termasuk enzim.
  2. Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat).
  3. Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).
Asam amino esensial
Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Istilah “asam amino esensial” berlaku hanya bagi organisme heterotrof.Bagi manusia, ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang harus dipenuhi dari diet sehari-hari, yaitu isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, triptofan, dan valina. Histidina dan arginina disebut sebagai “setengah esensial” karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya. Asam amino karnitina juga bersifat “setengah esensial” dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan.

Arginina
Asam aminoarginina memiliki kecenderungan basa yang cukup tinggi akibat eksesi dua gugus amina pada gugus residunya. Asam amino ini tergolong setengah esensial bagi manusia dan mamalia lainnya, tergantung pada tingkat perkembangan atau kondisi kesehatan. Bagi anak-anak, asam amino ini esensial.

Arginina
Rumus tulang arginina
Arginine 10.svg
Nama
Nama lain

Asam 2-Amino-5-guanidinopentanoat
Penanda
Model 3D (JSmol)
3DMet B01331
Referensi Beilstein 1725411, 1725412 R, 1725413 S
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC 230-571-3
Referensi Gmelin 364938 R
KEGG
MeSH Arginine
Nomor RTECS CF1934200 S
UNII
Sifat
C6H14N4O2
Massa molar 174,20 g·mol−1
Penampilan Kristal putih
Bau Tak berbau
Titik lebur 533 K (260 °C)
Titik didih 368 °C (641 K)
14,87 g/100 mL (20 °C)
Kelarutan sedikit larut dalam etanol
tidak larut dalam etil eter
log P −1,652
Keasaman (pKa) 12,488
Kebasaan (pKb) 1,509
Termokimia
Kapasitas kalor (C) 232,8 J K−1 mol−1 (pada 23,7 °C)
Entropi molar standar (So) 250,6 J K−1 mol−1
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −624,9 – −622,3 kJ mol−1
Entalpi
pembakaran
standar
 ΔcHo298
−3,7396 – −3,7370 MJ mol−1
Farmakologi
Kode ATC B05XB01S
Bahaya
Lembar data keselamatan Sigma-Aldrich
Piktogram GHS The exclamation-mark pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)
Keterangan bahaya GHS WARNING
H319
P305+351+338
Dosis atau konsentrasi letal (LDLC):
LD50 (dosis median)
5110 mg/kg (mencit, oral)
Senyawa terkait
Related alkanoic acids
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
verifikasi (apa iniYa ?)
Sangkalan dan referensi

Pangan yang menjadi sumber utama arginina adalah produk-produk peternakan (dairy products) seperti daging, susu (dan olahannya), dan telur. Dari produk tumbuhan dapat disebutkan cokelat dan biji kacang tanah.

 

Asam amino terapan 

Asam amino esensial tidak bisa diproduksi oleh tubuh secara alami sehingga harus didapatkan dari makanan, baik hewani maupun nabati. Untuk sumber makanan asam amino esensial dari kategori nabati didapatkan dari aneka tumbuhan yang tinggi akan kandungan nutrisi. Berikut beberapa daftar sumber makanan asam amino esensial nabati yang baik untuk dikonsumsi oleh si Kecil:

Biji-bijian

Beberapa jenis biji-bijian sehat untuk dikonsumsi karena mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Contoh biji-bijian yang menyehatkan adalah biji chia, biji wijen, biji bunga matahari, dan biji jinten. Biji chia kini sedang sangat populer dan biasanya dikonsumsi dengan cara dicampur ke berbagai makanan, seperti pada puding, oatmeal, atau minuman. Sementara biji jinten dijadikan sebagai bumbu dapur yang dapat melezatkan dan menambah aroma masakan.

Kedelai

Kedelai merupakan jenis kacang-kacangan yang sudah sering dikonsumsi oleh banyak orang karena memiliki banyak kandungan nutrisi dan dapat menyehatkan tubuh. Di dalam kedelai Ibu akan mendapatkan protein, karbohidrat, lemak, vitamin C, folat, magnesium, tiamin, fosfor, zat besi, kalsium, kalium, dan serat. Kedelai bisa dimakan dengan cara direbus atau diolah menjadi tahu, tempe, atau susu. Susu kedelai bisa menjadi pilihan bagi si Kecil yang alergi terhadap susu sapi, karena kandungannya yang tak kalah menyehatkan.

Tahu

Untuk variasi lauk-pauk si Kecil, tahu bisa menjadi pilihan yang tepat. Teksturnya yang lembut memudahkan si Kecil untuk mengunyah dan menelannya. Tahu juga mudah untuk diolah menjadi berbagai aneka makanan yang lezat dan menyehatkan karena terbuat dari sari kacang kedelai. Sumber makanan asam amino esensial ini mengandung protein, kalsium, magnesium, tembaga, zinc, tembaga, selenium, fosfor, dan mangan. Artinya, dengan mengonsumsi tahu si Kecil akan mendapatkan manfaat berupa tulang yang sehat, pertumbuhan optimal, dan sistem kekebalan yang kuat.

Tempe

Sama seperti tahu, tempe juga sumber makanan asam amino esensial yang terbuat dari kacang kedelai. Bedanya, tempe dibuat dari butiran kacang kedelai yang difermentasikan dengan ragi. Makanan asli Indonesia ini sudah dikenal hingga mancanegara karena bergizi tinggi dan baik dikonsumsi oleh vegetarian atau yang sedang menjalani diet. Tempe termasuk jenis makanan yang kaya akan kandungan kalsium, sehingga dapat membantu pertumbuhan dan kekuatan tulang si Kecil.

Gandum Utuh

Gandum utuh adalah biji gandum yang belum mendapatkan proses penggilingan. Gandum utuh dinilai lebih menyehatkan dibandingkan gandum olahan karena masih terdapat lapisan terluar yang mengandung banyak nutrisi. Pada gandum utuh terkandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, vitamin B kompleks, zat besi, zinc, magnesium, antioksidan, dan serat. Gandum utuh bisa ditemukan pada roti gandum, oatmeal, dan sereal.

Pisang

Buah berwarna kuning ini termasuk ke dalam golongan sumber makanan asam amino esensial yang disukai oleh anak-anak. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat si Kecil mudah untuk mengunyahnya. Pisang juga kaya akan kandungan nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak,  vitamin A, B, C, kalsium, fosfor, zat besi, potasium, dan serat. Ini membuat pisang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan sistem imun tubuh, memperkuat tulang dan gigi, memperlancar pencernaan, membentuk sel darah merah, dan meningkatkan kecerdasan otak.

Kacang-kacangan

Selain kedelai, ada beberapa jenis kacang-kacangan lainnya yang juga mengandung asam amino esensial. Diantaranya adalah edamame, almond, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, dan kacang mede. Di dalam kacang-kacangan tersebut terdapat berbagai jenis kandungan nutrisi, seperti protein, lemak jenuh, vitamin B3, kalori, serat, folat, magnesium, dan mangan. Dengan adanya kandungan lemak jenuh, kacang-kacangan akan membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol kolesterol, dan memperlancar sistem peredaran darah.

Quinoa

Quinoa memiliki bentuk yang mirip seperti biji-bijian dan kini sedang digemari oleh banyak orang yang mulai peduli akan kesehatan. Ini dikarenakan quinoa mengandung berbagai nutrisi. Pada quinoa yang masih mentah, Ibu akan mendapatkan sembilan jenis asam amino esensial, protein, vitamin B, E, zat besi, kalium, magnesium, kalsium, antioksidan, dan serat. Berkat adanya kandungan tersebut, tubuh si Kecil akan lebih sehat dan kebal terhadap serangan penyakit.

 

Asam amino ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) terenkapsulasi dengan metode spray drying

Antibiotik pada ternak unggas banyak digunakan sebagai pemacu pertumbuhan dan antiinfeksi.
Antibiotik yang digunakan terus-menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan mikroba resisten.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencari pengganti antibiotik seiring meningkatnya kecenderungan akan permintaan produk peternakan yang sehat, aman dan bebas dari residu berbahaya.
Salah satunya dengan pemanfaatan cacing tanah (Lumbricus rubellus) yang mengandung protein tinggi dan asam amino lengkap.
Cacing tanah diekstraksi ke dalam bentuk ekstrak air dengan metode dekokta. Bentuk ekstrak air masih memiliki kelemahan.
Maka perlu dilakukan formulasi ke dalam bentuk sediaan padat yang lebih stabil, reprodusibel, dan praktis.
Formulasi yang dipilih adalah enkapsulasi dengan teknik spray drying.
Evaluasi kualitas imbuhan pakan dapat dilihat dari nilai biologisnya.
Nilai biologis berkorelasi positif dengan keseimbangan asam amino atau nilai indek asam amino (Essential Amino Acid Index/EAAI).
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak cacing tanah (ECT) mempunyai kandungan asam amino, baik esensial maupun nonesensial lebih tinggi dibandingkan tepung cacing tanah (TCT) dan ekstrak cacing tanah terenkapsulasi (ECT-e).
Asam amino esensial tertinggi pada TCT, yaitu isoleusin (3,14 persen), pada ECT, yaitu lisin (8,16 persen), dan pada ECT-e, yaitu leusin (1,71 persen). Asam amino nonesensial tertinggi pada TCT dan ECT-e adalah asam glutamat, masing-masing 7,67 persen dan 1,87 persen, sedangkan ECT adalah serin (14,52 persen).
Tingginya nilai IAAE pada ECT menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan keseimbangan asam amino yang lebih baik (69,87 persen) dibandingkan TCT (58,67 persen), sedangkan nilai IAAE pada ECT-e menunjukkan bahwa tingkat imbangan asam amino esensial lebih rendah (16,05 persen) dibandingkan TCT (69,87 persen) dan ECT (58,67 persen).
Kata Kunci: Lumbricus rubellus, Dekokta, Enkapsulasi, Spray drying, Nilai indek asam amino

 

Profil Asam Amino Penstimulasi Sekresi Insulin dalam Ekstrak Sesudah Pemisahan Protein Kecambah Kacang-Kacangan Lokal

 

Indonesia memiliki kacang-kacangan lokal yang berpotensi menggatikan kedelai sebagai pangan fungsional. Perkecambahan kacang-kacangan meningkatkan aktiviyas protease yang dapat menghidrolisis protein, sehingga ekstrak kecambah kacang-kacangan sesudah pemisahan protein mengandung peptida sederhana dan asam amino bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal    ( kecipir, kara benguk, atau tunggak) terbaik berdasarkan profil asam amino penstimulasi sekresi insulin, yaitu kandungan alanin (Ala), arginin (Arg), fenilalanin (Phe), isoleusin (Ile), leusin (Leu) dan lisin (Lys).Biji kacang-kacangan dikecambahkan, dikeringkan dan digiling sehingga menjadi tepung. Ekstrak kecambah kacang-kacangan diperoleh dengan cara pencampuran tepung dan aquades, sentrifugasi dan pengendapan protein pada pH isoelektris. Ekstrak kecambah kacang-kacangan sesudah pemisahan makromolekul protein dianalisis kadar padatan total, protein terlarut dan profil asam amino penstimulai sekresi insulin menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kecambah kacang-kacangan mengandung protein terlarut dan asam amino penstimulasi sekresi insulin. Kandungan asam amino tersebut dalam ekstrak kecambah kecipir, kara benguk, tunggak, dan biji kedelai sebagai kontrol berturut-turut mulai dari kadar Ala yaitu 142,00;  206,40; 183,00; dan 129,00µg/ml; kadar Arg  yaitu  627,00; 1604,80; 524,00; dan 422,40µg/ml; kadar Phe yaitu 136,00; 340,00; 124,20; dan 119,40µg/ml; kadar Ile yaitu 122,80; 322,80; 104,60; dan 100,40µg/ml; kadar Leu yaitu 190,80; 440,80; 136,40; dan 168,00µg/ml;  kadar Lys yaitu 340,40;  748,40; 177,00; dan 256,40µg/ml ekstrak. Berdasarkan data tersebut, kacang kara benguk dipilih sebagai kacang-kacangan terbaik karena kadar asam-asam amino penstimulasi sekresi insulinnya lebih tinggi dibandingkan jenis kacang-kacangan yang lain.

Keywords

Local legumes; sprout; amino acid; stimulation; insulin

 

Asam Amino Untuk Tanaman dan Hewan Ternak

Asam amino sering dikatan sebagai pengganti pupuk NPK yang sempurna, dan tak hanya untuk tanaman, asam amino juga sangat bagus diberikan pada hewan ternak, bahkan sangat dibutuhkan juga oleh tubuh manusia.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas bagaimana cara membuat asam amino dari bahan-bahan yang ada disekeliling kita dengan menggunakan beberapa metode yang sudah populer.

 

Tulisan Terkait pupuk organik:

Jika berbicara tentang Asam amino, maka tidak lepas dari yang namanya protein. Sehingga ketika ingin membuat asam amino, bahan utama yang digunakan adalah berasal dari bahan organik yang banyak mengandung protein, baik dari sumber nabati, maupun hewani.

Asam amino bisa dihasilkan dari ikan berpunggung biru seperti Tuna, Bandeng, Tongkol, Lele, bisa juga dari keong emas, ikan gabus, sepat, dan lain sebagainya.

Sementara dari sumber nabati, asam amino bisa didapatkan dari Kacang kedelai, Azolla, kelor dan lain-lain

Pupuk NPK yang diaplikasikan pada tanaman sebenarnya sebagai katalis untuk menghasilkan asam amino, sebelum akhirnya bisa dimanfaatkan tanaman.

Dengan demikian, asam amino bukanlah pupuk tambahan, akan tetapi sebagai pengganti sempurna NPK dengan berbagai manfaat seperti:

  • Mudah diserap dan Efeknya Cepat
  • Meningkatkan Fotosintesis Pada Tumbuhan
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Meningkatkan ketahanan terhadap stres
  • Membantu perkembangan akar dan memperkuat daya serap
  • Membantu perkembangan tanaman pada masa vegetatif maupun generatif.
  • Meningkatkan aktivitas mikroba di dalam tanah
  • Meningkatkan fisikokimia tanah, meningkatkan retensi air, kesuburan, permeabilitas, dan berperan dalam penyembuhan dan memperbaiki tanah.

Sementara untuk hewan ternak, asam amino bisa menjadi booster pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas hewan ternak. Asam amino juga bisa menjadi nutrisi untuk menjaga kesehatan hewan ternak yang bisa diberikan melalui asupan makanan atau minuman pada ternak.

 

Asam Amino Metode KNF

Cara membuat Asam amino menggunakan metode Korean Natural Farming (KNF) cukup mudah, dan bahan yang dibutuhkan juga lebih sedikit.

Alat dan bahan yang dibutuhkan, pertama siapkan sumber protein hewani sebagai bahan utama yang akan digunakan dan Gula merah. Untuk mempercepat proses penguraian, kita bisa menambahkan aktivator, atau bakteri starter, bisa menggunakan MOL atau EM4.

Misalkan kita menggunakan ikan lele sebagai bahan utama, maka gunakan perbandingan 1:1 untuk bahan utama (ikan lele) dan gula merah. Berarti jika menggunakan ikan lele 1 Kg maka gula merah juga 1 Kg.

Metode KNF biasa menggunakan brown sugar (campuran gula pasir dan molase), tapi kita bisa menggantinya menggunakan gula aren, atau gula kelapa.

Cara pembuatan, ikan lele dicincang atau ditumbuk utuh bersama tulangnya, selanjutnya campurkan dengan 2/3 gula merah (sisanya 1/3 ditambahkan belakangan) dan tambahkan sedikit MOL atau EM4.

Aduk menggunakan tangan sambil sedikit diremas agar gula menyatu dengan daging ikan lele.

Setelah tercampur rata, tambahkan sisa gula merah pada bagian atas untuk menutupi campuran gula merah dan daging ikan lele agar tidak tumbuh jamur.

Terkahir, simpan pada wadah tertutup (anaerob). Simpan ditempat yang tidak terkena oleh matahari secara langsung. Jika disimpan pada suhu ruangan yang terlalu dingin bisa memperlambat proses pembuatan Asam amino.

Untuk hasil lebih baik, simpan selama 3 bulan baru digunakan, idealnya dalam KNF, disimpan selama 6 bulan. Semakin lama disimpan semakin bagus asam amino yang dihasilkan.

Cara penggunaan

Setelah 6 bulan, akan dihasilkan cairan yang kental dan pekat, pisahkan bagian tulang ikan lelenya.

Untuk 1 ml asam amino, dicampur dengan 1000ml air, bisa diaplikasikan dengan cara disemprot atau dikocor langsung pada tanaman.

Untuk tanaman yang masih muda, dosis bisa dikurangi.

 

Asam Amino Alternatif, Proses lebih cepat

Cara membuat asam amino menggunakan cara ini memerlukan beberapa bahan tambahan, diataranya adalah pepaya muda dan buah nanas muda. Getah pepaya berfungsi sebagai pemecah protein menjadi asam amino, sementara nanas, selain membantu penguraian protein, juga berfungsi sebagai penetral pH dan mengurangi bau amis pada ikan.

Cara pembuatan.

Siapkan ikan lele 0.5kg (atau sumber protein lainnya) dan gula merah 0.5kg (perbadingan 1:1). Kemudian siapkan pepaya muda ukuran sedang, gunakan setengah saja. Buah nanas muda kira-kira 1/3 saja.

Sebagai aktivator, gunakan EM4 10ml, bisa diganti MOL atau yakult.

Lumatkan semua bahan menjadi satu, bisa dengan diblender atau ditumbuk sampai halus.

Selanjutnya masukkan semua bahan tersebut ke dalam wadah penyimpanan. Ingat proses pembuatan asam amino ini tidak menggunakan air.

Nanti setelah permentasi berhasil, akan menghasilkan cairan kental dan pekat.

Simpan pada wadah tertutup, simpan pada tempat yang sejuk. Proses permentasi selama sebulan sebelum bisa digunakan.

Dosis pemakaian

Dosis pemakaian menggunakan perbandingan 1:1000, dan aplikasi satu kali dalam 10 hari.

Video Asam Amino Nabati dari Daun Kelor, Azolla dan Kacang Kedelai

 

Protein Asam Amino Organik, Dari Alam Untuk Alam

Sejak adanya revolusi hijau, urea minded dikalangan petani selama bertahun tahun adalah kenyataan lapang di dunia pertanian.

Nitrogen membantu metabolisme tanaman, pertumbuhan dan perkembangan cabang, jumlah anakan.

Namun yang membuat petani suka teerhadap pemakaian urea adalah setelah diaplikasikan langsung terlihat efeknya yaitu penampakan daun yang lebih segar, hijau dan rimbun.

Hal inilah yang dianggap oleh petani bahwa tanamannya sudah baik dan ‘pasti’ akan berhasil hingga panen tiba. Padahal tanaman, utamanya padi tidak cukup asupan nitrogen saja tapi juga membutuhkan protein dalam proses pertumbuhan hingga produksinya.

Salah satu binaan sebagai wilayah kerja dari BBPP Ketindan adalah Kabupaten Bondowoso, di desa binaan BPP Congkrong, Desa Kupang Kecamatan Curahdami, sebagian besar masih berperilaku minded urea. Melihat kenyataan ini maka PPL mencari terobosan guna merubah perilaku pelaku usaha serta tanaman budidaya utamanya padi dan hortikultura agar bisa berproduksi optimal yaitu dengan mengajak kelompok tani praktik pembuatan protein asam amino dari sumber hewani dimana asam amino bukanlah sebagai pupuk tambahan akan tetapi sebagai pengganti sempurna NPK secara alami.

Bersama ketua kelompok tani Kupang Jaya III, PPL melakukan praktek pembuatan asam amino dengan bahan protein utama keong mas, bonggol pisang, rebung, air kelapa, gula merah, taoco serta air leri. Proses pembuatan dengan cara menghaluskan semua bahan kemudian dicampur menjadi satu ke dalam jurigen kecuali gula merah yang dilarutkan terlebih dahulu dengan cara dimasak dengan air mendidih di dalam panci dan setelah dingin baru dicampurkan pada campuran pertama lalu di tutup rapat / an aerob selama ± 1 minggu dengan kegiatan buka tutup waddah setiap hari untuk menghilangkan gas yang terbentuk.

Menurut Hardianto selaku PPL di Desa Kupang, beberapa manfaat asam amino jika di aplikasikan pada tanaman antara lain :

  • mudah diserap dan efeknya cepat,
  • meningkatkan fotosintesis pada tumbuhan dan kandungan klorofil,
  • meningkatkan metabolism, meningkatkan ketahanan terhadap stress (suhu tinggi, kelembaban rendah, kekeringan, serangan HPT, frost, kebanjiran),
  • agen pengkhelat (pengikat) unsur mikro dan
  • meningkatkan aktivitas mikroba tanah.

 

Praktek pembuatan asam amino ini selain untuk merubah urea minded dikalangan petani juga sebagai alternatif terhadap adanya pengurangan subsidi pupuk kimia serta sebagai kegiatan nyata mendukung program BONIC (Bondowoso Organik) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso.

 

Konten ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

 

Jika berhasil tidak dipuji,
Jika gagal dicaci maki.
Jika hilang tak akan dicari,
Jika mati tak ada yang mengakui

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Mobil Diesel Terbaik Harga Termurah dan Terbaru 2019

Penulis Kontroversi

Fakta Cabang Olahraga eSport di Asian Games 2018

Penulis Kontroversi

10 Prinsip Bangkit setelah PHK Vs Corona

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas