Image default
Referensi Kesehatan

Kontroversi Pengentalan Darah

Pengentalan darah sebetulnya merupakan proses yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama ketika mengalami luka sehingga Anda tidak kehilangan terlalu banyak darah. Namun, penyebab pengentalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah bisa menjadi peristiwa gawat dan mengancam nyawa

Oleh Imam S Ahmad Bashori
Disarikan dari berbagai sumber

Berbahayakah bagi Kesehatan ?


Penyebab pengentalan darah terjadi ketika sebagian darah menjadi lebih kental dari seharusnya, proses ini dipicu oleh adanya cedera di luar tubuh


Penyebab Pengentalan Darah adalah bertemunya sel darah dengan zat tertentu

Pengentalan darah perlu segera diperiksakan

Meski terdengar menyeramkan, pengentalan darah sebetulnya merupakan proses yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama ketika mengalami luka sehingga Anda tidak kehilangan terlalu banyak darah. Namun, penyebab pengentalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah bisa menjadi peristiwa gawat dan mengancam nyawa.

Pengentalan darah adalah proses berubahnya bentuk darah dari cair menjadi seperti gel atau semisolid. Jika darah yang mengental ini beredar di pembuluh darah, ia bisa menyebabkan penyumbatan darah di beberapa area tubuh.Anda sebaiknya langsung mengunjungi rumah sakit jika menemukan gejala pengentalan darah. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah Anda mengalami berbagai komplikasi kesehatan.

Gejala pengentalan darah yang harus Anda waspadai?

Pengentalan darah bisa terjadi di area mana saja dalam tubuh Anda. Lokasi terjadinya pengentalan darah pun sangat menentukan gejala yang akan Anda alami. Berikut beberapa contoh gejala pengentalan darah sesuai lokasi terjadinya:

  •  Gejala pengentalan darahMelansir Family Doctorgejala pengentalan darah bisa berbeda-beda, tergantung lokasi terbentuknya pembekuan darah.

    Gejala pengentalan darah di lengan atau kaki yakni:

    • Nyeri
    • Bengkak di bagian darah yang menggumpal
    • Kulit kemerahan
    • Bagian tubuh di tempat munculnya gumpalan terasa hangat saat disentuh
    • Adanya rasa nyeri pada lengan atau tungkai
    • Munculnya bengkak yang disertai sakit dan rasa hangat saat disentuh
    • Muncul lebam atau kemerahan pada kulit

     

    Gejala pengentalan darah di perut, yakni:

    • Sakit perut parah
    • Muntah
    • Diare
    • Nyeri perut yang tak tertahankan
    • Muntah

     

    Gejala pengentalan darah di jantung, yakni:

    • Sakit dada
    • Nyeri di tubuh bagian atas
    • Sesak napas
    • Berkeringat
    • Mual
    • Pusing
    • Dada atau tubuh bagian atas terasa nyeri atau berat
    • Napas terengah-engah
    • Kepala seperti berputar-putar

     

    Gejala pengentalan darah di paru-paru, yakni:

    • Nyeri dada tajam
    • Jantung berdebar kencang
    • Sesak napas
    • Berkeringat
    • Demam
    • Batuk darah
    • Sesak napas yang tiba-tiba
    • Adanya bercak darah ketika batuk
    • Rasa sakit di dada seperti ditusuk-tusuk yang muncul secara tiba-tiba
    • Detak jantung menjadi cepat atau tidak beraturan
    • Demam
    • Keringat yang berlebihan
    • Kepala melayang atau pusing

     

    Gejala pengentalan darah di otak, yakni:

    • Wajah perot atau terkulai
    • Sebagian lengan lemas
    • Kaki lemas atau lunglai
    • Susah bicara
    • Penglihatan tidak jelas
    • Sakit kepala
    • Pusing
    • Wajah, lengan, dan kaki seperti mati rasa atau lemas
    • Kesulitan berbicara atau memahami kata-kata orang lain
    • Kehilangan kemampuan melihat pada satu atau kedua mata
    • Kesulitan berjalan
    • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
    • Sakit kepala yang tak tertahankan dan muncul tiba-tiba
    • Linglung
    • Pusing

     

  • Gejala pengentalan darah di ginjal, yakni:
    • Rasa nyeri atau terasa sakit di perut bagian atas atau sampung serta punggung
    • Muncul darah pada urine
    • Volume urine yang berkurang
    • Demam
    • Mual dan muntah

 Penyebab pengentalan darah

Pengentalan darah terjadi ketika sebagian darah menjadi lebih kental dari seharusnya. Proses ini dipicu oleh adanya cedera di luar tubuh atau bertemunya sel darah dengan zat tertentu (jika pengentalan darah terjadi di dalam pembuluh darah).Penyebab pengentalan darah lainnya adalah adanya perlambatan pada aliran darah itu sendiri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya masalah, seperti fibrilasi artrial dan deep vein thrombosis (DVT). Ketika lambatnya aliran darah menyebabkan darah menumpuk di jantung, maka sel darah akan saling menempel sehingga menyebabkan pengentalan darah.Pengentalan darah biasanya terjadi pada orang tua yang berusia di atas 60 tahun, dan jarang menimpa anak-anak muda atau mereka yang memiliki kesehatan prima. Sebaliknya, Anda memiliki risiko terkena pengentalan darah jika:

  • Menjalani rawat inap di rumah sakit, terutama jika Anda tidak banyak bergerak selama masa inap
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Menggunakan alat pengontrol kehamilan yang dikombinasikan, misalnya pil KB
  • Pernah menderita pengentalan darah sebelumnya
  • Memiliki kolesterol tinggi

Jika hamil, Anda juga berpotensi mengalami penggumpalan darah, begitu pula jika memiliki orangtua atau saudara yang menderita pengentalan darah. Sementara itu, masalah kesehatan yang rawan menjadi penyebab pengentalan darah pada Anda, yaitu diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, dan infeksi kronis tertentu.

Cara mengatasi pengentalan darah

Pengentalan darah adalah masalah yang harus segera ditangani oleh dokter. Berbagai cara mengatasi pengentalan darah bisa direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

1. Minum obat antikoagulan

obat ini diminum untuk mencegah terbentuknya darah kental. Jika pengentalan darah sudah terbentuk sehingga membahayakan nyawa Anda, dokter akan memberi obat yang disebut trombolitik yang bertujuan mengencerkan darah kental.

2. Stoking kompresi

Stoking kompresi bertujuan menekan area tungkai sehingga mencegah terbentuknya pengentalan darah sekaligus mencairkan darah yang terlanjur mengental di area kaki.

3. Operasi

Pada prosedur trombolisis, obat pencair darah disuntikkan langsung pada darah yang kental menggunakan kateter. Sedangkan lewat prosedur trombektomi, dokter menggunakan alat khusus untuk mengambil darah kental yang menjadi masalah.

4. Stent

Stent digunakan untuk melebarkan pembuluh darah.

5. Filter vena cava

Jika tubuh Anda tidak bisa menyerap obat pengencer darah, dokter akan memasang penyaring darah kental di pembuluh darah besar untuk mencegah darah tersebut masuk ke paru-paru. 

Makanan apa yg bisa mengencerkan darah?

  • Jahe
  • Kunyit
  • Bawang putih
  • Kayu manis
  • Cabai rawit
  • Ikan dan minyak ikan
  • Vitamin E
  • Ekstrak biji anggur
  • Glinko biloba
  • Bromelain

 

Apa obat pengencer darah?

Ada banyak jenis obat pengencer darah yang beredar di pasaran. Namun, secara umum obat ini bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu obat antikoagulan dan antiplatelet.

Contoh obat antikoagulan

  • Warfarin
  • Heparin
  • Rivaroxaban
  • Dabigtran
  • Apixaban
  • Edoxaban
  • Enoxaparin
  • Fondaparinux

Contoh obat antiplatelet

  • Clopidogrel
  • Ticagrelol
  • Prasugrel
  • Dipyridamole
  • Aspirin
  • Ticlopidine
  • Eptifibatide

Cara kerja dan jenis obat pengencer darah

Perlu diketahui bahwa obat pengecer darah tidak akan benar-benar membuat darah Anda encer. Namun, obat ini memang dirancang untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah. Obat ini juga dapat memperlambat proses terbentuknya gumpalan darah. Berikut ini cara kerja dari masing-masing jenisnya:

1. Antikoagulan

Obat jenis antikoagulan bekerja dengan cara menghambat proses terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah. Faktor pembekuan adalah protein yang dibuat di hati, dan protein ini tidak dapat dibuat tanpa adanya vitamin K. Obat pengencer darah jenis antikoagulan “melawan” vitamin K, yang akan berusaha membentuk gumpalan tersebut.

2. Antiplatelet

Berbeda dari obat antikoagulan, obat pengencer darah jenis antiplatelet bekerja dengan cara mencegah platelet (sel-sel darah) menempel satu sama lain, serta melekat di dinding pembuluh darah. Efek obat antiplatelet lebih lemah dari antikoagulan. Sehingga, obat ini biasanya akan diresepkan pada orang yang berisiko mengalami penyumbatan aliran darah, daripada mengobati penyumbatan yang sudah terjadi.Perawatan pengentalan darah berbeda pada setiap orang. Oleh karena itu, selalu diskusikan dengan dokter mengenai pengobatan yang sesuai bagi Anda.

Cara Mengatasi Kekurangan Oksigen dalam Darah

Seperti diketahui, darah bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan oksigen dalam darah bisa mengganggu kinerja tubuh.

Beberapa efek kekurangan oksigen dalam darah antara lain sakit kepala sampai sesak napas.

Melansir Cleveland Clinic, tanda tubuh kekurangan oksigen dalam darah, di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Batuk-batuk
  • Napas ngos-ngosan
  • Bingung
  • Kulit pucat atau kebiruan

Kadar oksigen dalam darah rendah bisa diketahui lewat pemeriksaan menggunakan pulse oxymeter, tes gas darah, sampai tes pernapasan.

Kekurangan oksigen dalam darah umumnya dialami penderita kelainan jantung, penyakit paru-paru, gangguan pernapasan saat tidur, peradangan, sampai berada di ketinggian atau tempat minim oksigen.

 

Berikut beberapa cara mengatasi kekurangan oksigen dalam darah yang bisa dijajal:

1. Benahi postur tubuh

Melansir Lung Health Institute, postur tubuh yang buruk berdampak ke pernapasan dan dapat menghambat aliran oksigen yang masuk ke tubuh.

Secara alami, membungkuk atau berada dalam posisi tubuh yang banyak tekanan dapat mengurangi kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen sampai lima persen.

Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, pastikan Anda memperbaiki postur tubuh.

Ketika muncul tanda kekurangan oksigen, coba berdiri dengan tegak, lalu putar bahu ke belakang, busungkan dada ke depan, dan atur dagu dalam posisi tegak.

Setelah postur tubuh sudah benar, mulai bernapas perlahan-lahan sampai kondisi membaik.

2. Rajin olahraga

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk memperbaiki sistem pernapasan.

Olahraga tak hanya meningkatkan kapasitas paru-paru, tapi juga dapat menjaga berat badan tetap ideal dan jantung lebih sehat.

Salah satu jenis olahraga yang baik untuk pernapasan adalah latihan aerobik. Tak perlu muluk-muluk, pilih jenis aerobik ringan seperti jalan kaki.

Bangun rutinitas yang baik untuk meningkatkan oksigen ini dengan olahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari.

3. Ubah pola makan

Menjaga pola makan penting untuk menjaga kesehatan, termasuk pernapasan.

Tubuh kita membutuhkan berbagai nutrisi dari vitamin dan mineral dari sumber alami seperti makanan dan minuman agar bisa bekerja dengan optimal.

Selain itu, keseimbangan kimia di dalam tubuh dapat mengoptimalkan penyerapan oksigen dalam darah.

Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, pastikan Anda mengonsumsi makanan kaya antioksidan.

Tambahkan stroberi, blueberry, kacang merah, anggur, kurma, delima, sampai jeruk ke dalam menu sehari-hari.

4. Rutin latihan pernapasan dalam

Selama ini banyak orang bernapas tidak beraturan. Padahal, cara bernapas yang tidak tepat dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah sampai 20 persen.

Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, coba sering-seringlah latihan pernapasan dalam.

Menghirup napas dalam-dalam dan teratur tak hanya meningkatkan kadar oksigen dalam darah, tapi juga bisa meningkatkan energi dan membersihkan paru-paru.

5. Tingkatkan kualitas udara

Kualitas udara yang buruk dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah. Untuk mengatasinya, perbaiki kualitas udara.

Tingkatkan sirkulasi udara sehingga asap dan partikulat udara kotor dapat berganti dengan udara bersih kaya oksigen.

Caranya bisa dengan membuka jendela dan pintu selebar-lebarnya. Jika tidak memungkinkan, gunakan pemurni udara.

6. Terapi oksigen

Untuk kasus kekurangan oksigen dalam darah yang parah, penderita membutuhkan terapi oksigen.

Dokter biasanya memberikan terapi oksigen dengan memasangkan alat bantu pernapasan di rumah sakit, atau menggunakan mesin portabel.

Lamanya terapi oksigen tergantung kondisi kesehatan dan kebutuhan fisik penderita.

Kekurangan oksigen dalam darah tak boleh disepelekan. Masalah kesehatan ini apabila sampai parah dan tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan jantung dan otak.

 

Diet REST Selama 21 Hari

Darah kental’ adalah istilah yang digunakan ketika tubuh memiliki timbunan lemak dan kolesterol berlebih, sehingga peredaran darah dalam tubuh menjadi kurang lancar. Menurut Rita Ramayulis, seorang ahli gizi, ‘darah kental’ awalnya adalah keturunan, tetapi sekarang 30% orang Indonesia terkena kondisi tersebut.

“Terlalu banyak partikel sehingga darah tidak beredar dengan lancar, darah juga membeku terlalu cepat,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (6/7/2017), di acara Gramedia Back to School, Neo Soho, Jakarta.Dituliskan dalam bukunya ‘Diet REST ala Rita Ramayulis: Atasi Darah Kental’, darah kental biasanya terjadi pada mereka yang masih berusia 45 tahun. Keadaan ini berhubungan dengan susunan menu yang tidak tepat.

Dituturkan olehnya, susunan menu yang tidak tepat ini akan membuat pH dalam tubuh menjadi tidak basa. “Umumnya pH tubuh tiap orang sekitar 7,3-7,45. Ginjal memang akan mengatur pH tubuh, tapi pertanyaannya berapa kuat ginjal bisa bekerja?” ujar wanita yang akrab disapa Rita ini.

Lewat diet REST ala dirinya, Rita mengusungkan pola diet selama 21 hari untuk mengembalikan kondisi peredaran darah yang lebih lancar. Periode ini kemudian dibagi menjadi tiga.

Pada minggu pertama, diet REST ini bertujuan untuk memperbaiki metabolisme dan meningkatkan asupan cairan. “Banyak orang tidak suka minum air putih, maka strateginya kita tawarkan dengan infused water,” sarannya. Selama seminggu, setiap harinya harus mengonsumsi dua liter infused water sesuai selera dan ditambah dengan mengasup protein. Protein berguna untuk meningkatkan sebanyak metabolisme 30 persen.

“Protein yang dianjurkan, putih telur atau plain yoghurt. Dada ayam paling bagus karena ada kandungan asam amino yang menjadi jenis pembangun otot,” terang Rita. Protein yang dikonsumsi pun tidak boleh berasal dari daging merah.

Minggu kedua bertujuan untuk membersihkan zat dalam tubuh yang membuat aliran darah terhambat. “Stop karbohidrat sederhana dan lemak jenuh, tapi tingkatkan asam lemak esensial,” imbaunya.

Minggu akhir proses diet REST bertujuan untuk membangun massa otot. Ini bisa dibentuk dengan melakukan olahraga rutin yang terpapar sinar matahari selama empat kali dalam seminggu.

Selesai proses diet REST selama 21 hari tersebut, Rita mengungkapkan tubuh akan menjadi lebih sehat, peredaran darah pun lebih lancar. Sesudahnya, Anda dapat mengulang proses diet REST kapan pun Anda merasa butuh. “Mau ulang tiga bulan ke depan atau setahun ke depan boleh,” pungkasnya.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Sindrom Antifosfolipid

Pada dasarnya, antibodi berperan dalam melawan infeksi. Namun, pada pengidap sindrom antifosfolipid, antibodi justru menyerang senyawa lemak yang disebut fosfolipid yang berperan dalam proses pembekuan darah. Penyakit autoimun ini akan menyebabkan darah menjadi mudah membeku dan menggumpal. Kondisi ini juga bisa disebut dengan darah kental. Supaya tidak semakin parah, inilaj makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap sindrom antifosfolipid.

Apa Itu Sindrom Antifosfolipid?

Sindrom antifosfolipid merupakan salah satu penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh yang normal dan menimbulkan kerusakan. Sindrom ini menyebabkan terbentuknya gumpalan darah dalam pembuluh arteri yang bisa menimbulkan komplikasi kehamilan, bahkan keguguran.

Sindrom ini juga bisa menyebabkan pembentukan gumpalan darah di kaki, yang dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Selain kaki, sindrom antifosfolipid juga dapat menyebabkan gumpalan darah yang terbentuk dalam organ-organ, seperti ginjal atau paru-paru. Kerusakan yang dihasilkan oleh sindrom antifosfolipid akan tergantung pada lokasi di mana terjadi pembekuan darah. Misalnya, gumpalan darah yang terbentuk di otak bisa menyebabkan stroke.

Apa Gejala yang Muncul pada Pengidap Sindrom Antifosfolipid?

Pada sindrom ini, sistem imun menghasilkan antibodi yang menjadikan darah lebih kental atau lebih mudah membeku dibanding kondisi normal, sehingga dapat berisiko menimbulkan gumpalan darah di pembuluh darah arteri maupun vena.

Pengidap sindrom antifosfolipid sering kali merasakan gejala dan tanda, seperti lemas, kelelahan, gangguan ingatan, gangguan bicara, sakit kepala, kesemutan pada lengan dan tungkai, gangguan koordinasi, dan mudah mengalami memar akibat jumlah trombosit yang rendah.

Ini Faktor Risiko Sindrom Antifosfolipid

Beberapa hal yang bisa jadi pemicu seseorang mengidap sindrom antifosfolipid, antara lain:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat sindrom antifosfolipid.
  • Seorang wanita.
  • Memiliki penyakit autoimun lainnya.
  • Mengalami infeksi HIV/AIDS, hepatitis, C, maupun sifilis.

Seseorang akan lebih rentan mengalami sindrom ini juga mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti mengidap kolesterol tinggi, sedang hamil, merokok, menjalani terapi estrogen, tiduran atau duduk dalam jangka waktu yang lama, serta melakukan operasi pada daerah tungkai.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Pengidap Sindrom Antifosfolipid

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap sindrom antifosfolipid, yaitu:

  1. Makanan yang banyak mengandung gula.
  2. Makanan fermentasi, seperti keju.
  3. Makanan yang mengandung ragi.
  4. Makanan yang mengandung lemak.
  5. Makanan yang banyak mengandung MSG.
  6. Makanan cepat saji.

Bentuk Makanannya Seperti Apa ?

Beberapa makanan di atas merupakan makanan yang sebaiknya dihindari bagi pengidap sindrom antifosfolipid. Berikut beberapa makanan yang dianjurkan bagi pengidap sindrom antifosfolipid, yaitu:

  • Makanan yang mengandung sifat antimikroba, seperti minyak kelapa murni.
  • Makanan yang mengandung omega 3, seperti ikan salmon, alpukat, dan ikan tuna.
  • Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti beras merah, gandung, roti, dan labu.
  • Buah-buahan yang banyak mengandung vitamin K dan E, seperti tomat, nanas, kiri, dan anggur.
  • Kacang-kacangan.
  • Cuka apel.
  • Bawang putih.
  • Konten ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

    Jika berhasil tidak dipuji,
    Jika gagal dicaci maki.
    Jika hilang tak akan dicari,
    Jika mati tak ada yang mengakui


    Silahkan klik gambar-gambar dibawah ini untuk mendapatkan informasi/manfaat lainnya



    Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

    Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

    Unduh Salinan SKB PTM di sini.

    MODUL PEMBELAJARAN SMA TAHUN 2020/2021

    Kemdikbud melalui Direktorat SMA telah menyusun Modul Pembelajaran SMA tahun 2020 semua mata pelajaran untuk siswa SMA Kelas X, XI dan XII yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan belajar dari rumah. Silakan Anda unduh pada link di bawah ini:
    Modul Pembelajaran SMA Lengkap
    PPKN Unduh disini
    Bhs Indonesia Unduh disini
    Matematika Unduh disini
    Sejarah Indonesia Unduh disini
    Bhs Inggris Unduh disini
    Seni Budaya Unduh disini
    Penjasorkes Unduh disini
    PKWU Unduh disini
    Biologi Unduh disini
    Fisika Unduh disini
    Kimia Unduh disini
    Sejarah Peminatan Unduh disini
    Sosiologi Unduh disini
    Geografi Unduh disini
    Ekonomi Unduh disini

    Pelayanan dan penjelasan informasi pelaksanaan Seleksi CPNS 2021 melalui:

    a. Menu Helpdesk pada https://sscasn.bkn.go.id;
    b. Panitia seleksi pada :
    – https://cpns.kemenkumham.go.id
    – https://rekrutmen.kejaksaan.go.id
    – https://ropeg.menlhk.go.id
    – https://cpns.pertanian.go.id
    – https://cpns.kemendikbud.go.id
    – Sub Direktorat Liaison Direktorat Kerja Sama Internasional, dan Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri.

    Situs Terkait




    Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19

    Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19
    Kontroversi.or.id – Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan R.I memberikan paparan terkait “Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19”.Pedoman ini terdiri dari :• BAB 1 PENDAHULUAN
    • BAB 2 EPIDEMIOLOGI CORONA VIRUS (COVID-19)
    • BAB 3 PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN
    IMUNISASI COVID-19
    • BAB 4 PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI COVID19
    • BAB 5 SURVEILANS KIPI
    • BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI

    Kegiatan Operasional Vaksinasi Covid-19

    •  Survei : Readiness dan Acceptence Study (sedang berlangsung)
    •  Persiapan dan Koordinasi
    •  Penetapan Permenkes Vaksinasi Covid-19
    •  Penyusunan Pedoman teknis
    •  Advokasi Sosialisasi Mobilisasi
    •  Peningkatan Kapasitas SDM, Sarana (logistic)
    •  Peningkatan Jejaring Pelayanan
    •  Sistim Informasi Manajemen
    •  Penyusunan Mikroplanning
    •  PelaksanaanVaksinasi
    •  Supervisi, Bimbingan teknis, monitoring
    •  Evaluasi Rapid ConvinienceAssesment/Survey cakupan, Post introduction Evaluation, Review Pelaksanaan

    Pelaksanaan pemberian vaksinasi

    1. Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, sehingga dapat membentuk kekebalan

    2. Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM)

    3. Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi, berdasarkan kajian ITAGI:

    a. Kelompok usia produktif berusia 18 – 59 tahun, dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah baik puskesmas, posbindu maupun RSUD/RSUP, kerjasama dengan klinik, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktek swasta dan lain – lain, termasuk pos – pos pelayanan imunisasi di tempat – tempat strategis

    b. Kelompok penduduk dengan kormorbid berusia 18 – 59 tahun yang masih aktif/produktif sebaiknya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah (puskesmas dan Rumah Sakit), klinik dan rumah sakit swasta.

    Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

    Memerlukan waktu 15 menit/orang

    1. Pendaftaran
    2. Pengukuran (tekanan darah, rapid test kolestrol, gula darah, dll)
    3. Edukasi tentang Imunisasi COVID-19
    4. Anamnesa (siapkan list daftar pertanyaan)
    5. Penyuntikan
    6. Informasi jadwal imunisasi selanjutnya

    Catatan :

    • Pelayanan posbindu 5 jam/hari
    • Waktu pelayanan 15 menit
    • 15 menit x 20 orang sehingga diperlukan 300 menit atau 5 jam.
    ” alt=”” />
    Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

    PELAYANAN IMUNISASI COVID-19 DI POS IMUNISASI (Posyandu, Posbindu, Sekolah dan Pos pos yang ditentukan)

    1. Ruang/tenda/tempat yang cukup besar, sirkulasi udara yang baik. Bila ada kipas angin, letakkan di belakang petugas kesehatan agar arah aliran udara kipas angin mengalir dari tenaga kesehatan ke sasaran imunisasi;
    2. Bersihkan ruang/tempat pelayanan imunisasi sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan;
    3. Fasilitas mencuci tangan pakaisabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
    4. Atur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1 – 2 meter.
    5. Ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani orang sehat;
    6. Jika memungkinkan sediakan jalan masuk dan keluar yang terpisah. Sasaran dan pengantar keluar dan masuk bergantian;
    7. Tempat/ruang tunggu sebelum dan sesudah imunisasi terpisah. Tempat duduk dengan jarak aman antar tempat duduk 1 – 2 meter. Sesudah imunisasi sasaran menunggu selama 30 menit.
    ” alt=”” />
    Contoh Pengaturan Ruang/ Tempat Pelayanan Imunisasi

    Dalam pedomen teknis ini dipaparkan pula TIMELINE PENGADAAN, DISTRIBUSI DAN PELAYANAN IMUNISASI COVID-19, serta hasil survei yang dilakukan Kemenkes.

    1. Diperlukan pelaksanaan survei persepsi masyarakat untuk vaksin COVID-19 (mempertimbangkan vaccine hesistancy di Indonesia)
    2. Country readiness assesment dalam rangka menilai kesiapan pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 yang ditinjau dari berbagai aspek mulai dari tahap mikroplanning, pelaksanaan dan
      monev
    3. Pembentukan kelompok kerja tingkat nasional, provinsi/kab/kota dalam rangka koordinasi, harmonisasi pelaksanaan imunisasi COVID-19
    4. Pelaksanaan Cost Effectivess Analysis (CEA) imunisasi COVID-19, apabila imunisasi COVID-19 akan masuk sebagai Program Imunisasi Nasional
    5. Antispasi Komunikasi Risiko pelaksanaan baik isu halal-haram, kelompok antivaksin
    6. Penguatan SDM melalui pelatihan dengan BPSDM dan Sistim Informasi kolaborasi dengan Pusdatin

    Kesimpulan

    •  Grand Design Operasional Imunisasi disusun berdasarkan ketersediaan vaksin yang faktanya sampai saat ini cukup dinamis.
    •  Logistik coldchain diperkirakan memadai melihat ketersediaan vaksin yang bertahap, demikian pula jumlah dan rasioVaksinator
    •  Pelaksanaan tetap mempertimbangkan pelaksanaan imunisasi rutin yang saat ini cakupannya masih rendah.
    •  Penetapan Permenkes tentang PelaksanaanVaksinasi COVID-19, jabaran teknis dari Perpres.
    •  Perlu beberapa skema : imunisasi sebagai program, imunisasi pilihan skema sektor swasta, maupun sebagai bagian dari asuransi kesehatan
    •  Pencanangan imunisasi COVID-19 oleh Kepala Negara dalam rangka
    • mobilisasi komitmen pemerintah daerah




    There is no ads to display, Please add some

Related posts

Kontroversi Pernikahan Tanpa Seks

Penulis Kontroversi

Leave a Comment