Image default
Jurnal

9 Herbal Penurun Gula Darah Dengan Cepat

Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari makanan atau minuman, khususnya karbohidrat, serta jumlah insulin dan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah - Alodokter

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Istilah medis untuk kadar gula darah terlalu tinggi adalah hiperglikemia.

Hiperglikemia dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin berfungsi menyebarkan gula dari darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi.

Gula darah tinggi juga dapat terjadi bila sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin, sehingga gula dari darah tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diproses.

Gula darah tinggi sering dialami oleh penderita diabetes yang tidak menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makan, kurang berolahraga, atau lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulin. Selain itu, gula darah tinggi pada penderita diabetes juga dapat dipicu oleh stres, infeksi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Orang normal yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika sedang mengalami sakit berat. Tanda-tanda Anda memiliki kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makan sangat tinggi, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.

Jika kadar gula darah mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala yang dapat muncul adalah sangat haus, penglihatan buram, pusing, gelisah, dan penurunan kesadaran. Di samping itu, kulit akan terlihat memerah, kering, dan terasa panas.

Apabila tidak segera ditangani, kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemi hiperosmolar, yang dapat berakibat fatal.

Selain itu, kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa pengobatan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, serta penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita diabetes, yaitu akibat efek samping obat antidiabetes yang dikonsumsinya. Obat antidiabetes, khususnya insulin, bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan.

Penderita diabetes tipe 1 tidak memiliki hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, diperlukan tambahan insulin dari luar yang biasanya berupa suntikan. Namun jika dosisnya terlalu tinggi, insulin bisa membuat gula darah turun drastis.

Pada penderita diabetes, hipoglikemia dapat terjadi jika penggunaan insulin atau obat antidiabetes tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup. Olahraga yang berlebihan juga dapat memicu kondisi ini.

Bukan hanya penderita diabetes, orang yang tidak menderita diabetes pun bisa mengalami hipoglikemia atau gula darah rendah. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pankreas.
  • Kekurangan hormon tertentu.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya quinine.
  • Tanpa sengaja mengonsumsi obat antidiabetes milik orang lain.

Jika kadar gula darah rendah, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Gejala lain yang bisa Anda alami adalah lapar, keluar keringat dingin, kulit pucat, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah.

Sedangkan gejala yang akan Anda alami ketika kadar gula darah terlalu rendah (di bawah 40 mg/dL), antara lain:

  • Bicara melantur
  • Sulit konsentrasi
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Otot berkedut
  • Kejang

Jika didiamkan, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, koma, bahkan kematian.

Mari Cek Gula Darah Anda

Tes gula darah umumnya dianjurkan bagi orang yang memiliki gejala diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan sering merasa lapar. Selain itu, tes ini juga dapat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.

Cara untuk mengetahui kadar gula darah adalah dengan melakukan tes darah. Tes ini berguna untuk memonitor kadar gula darah dalam tubuh Anda, agar tidak keluar dari batas normal.

Tes gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah menggunakan alat glukometer. Sampel darah untuk pemeriksaan ini diambil dengan menusuk ujung jari menggunakan jarum khusus.

Anda juga bisa melakukan tes gula darah di rumah sakit. Ada beberapa jenis tes gula darah yang bisa dilakukan:

Tes gula darah puasa

Anda diharuskan puasa delapan jam sebelum pengambilan sampel darah. Tes ini sering dipakai untuk mendiagnosis kondisi pradiabetes dan penyakit diabetes.

Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Dalam tes ini Anda akan diberikan glukosa dalam jumlah tertentu, dan dua jam kemudian, kadar gula dalam darah Anda akan diperiksa.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c) atau glikohemoglobin

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah pada sel darah merah. Hasil tes HbA1c dapat memberi informasi mengenai kadar gula Anda selama 2-3 bulan terakhir.

Tes ini memudahkan dokter untuk menyesuaikan dosis dan jenis obat-obatan antidiabetes, jika diperlukan. Anda tidak perlu menjalani persiapan khusus untuk melakukan tes ini.

Tes gula darah sewaktu

Tes ini bisa dilakukan kapan saja dan tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, pemeriksaan gula darah sewaktu tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa diabetes.

Pemeriksaan ini hanya dipakai untuk memantau naik-turunnya gula darah pada penderita diabetes, atau untuk melihat kadar gula darah pada pasien dengan kondisi tertentu, misalnya lemas atau pingsan.

Jika hasil tes gula darah sewaktu Anda tinggi, belum tentu Anda menderita diabetes. Bisa jadi kondisi ini merupakan pengaruh dari makanan atau minuman yang baru saja Anda konsumsi.

Apabila hasil tes gula darah sewaktu Anda menunjukkan kadar yang rendah, namun Anda tidak merasa lemas atau pusing, kemungkinan ada kesalahan pada alat atau teknik pemeriksaan. Oleh karena itu, Anda perlu mendiskusikan kembali hasil pemeriksaan ini dengan dokter.

Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai tes apa yang cocok untuk Anda jalani. Tanyakan pula kepada dokter mengenai risiko atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan tes tersebut.

Lalu Berapa Kadar Gula Darah Normal?

Kadar gula darah normal tidak selalu sama, tergantung kapan tes dilakukan, setelah atau sebelum makan. Berikut ini adalah batasan kadar gula darah normal, namun memiliki patokan yang berbeda-beda.

Tes gula darah setelah makan

Jika tes gula darah dilakukan dua jam setelah makan, maka kadar gula darah normal adalah kurang dari 140 mg/dL atau 7.8 mmol/L. Batasan ini berlaku untuk orang berusia di bawah 50 tahun.

Bagi orang yang berusia 50-60 tahun, kadar normalnya adalah kurang dari 150 mg/dL atau 8.3 mmol/L. Sedangkan pada orang berusia 60 tahun ke atas, kadar gula darah normal adalah 160 mg/dL atau 8.9 mmol/L.

Tes gula darah setelah puasa

Jika tes gula darah dilakukan setelah puasa, maka kadar gula darah yang normal seharusnya kurang atau sama dengan 100 mg/dL atau 5.6 mmol/L.

Tes gula darah secara acak

Jika tes gula darah dilakukan secara acak (tes gula darah sewaktu), maka hasilnya tidak bisa disamakan, tergantung dari kapan tes dilakukan dan apa yang dikonsumsi sebelum tes.

Secara umum, kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dL atau 4.4-6.6 mmol/L, jika tes dilakukan sebelum makan atau setelah bangun tidur. Sedangkan jika tes dilakukan sebelum tidur, batasan normalnya adalah 100-140 mg/dL atau 5.5-7.7 mmol/L.

Tes hemoglobin untuk gula darah

Pada tes hemoglobin untuk gula darah (HbA1c), kadar normalnya adalah kurang dari atau sekitar 7 persen.

Namun perlu Anda ingat, batasan yang dipakai setiap laboratorium mungkin akan berbeda, tergantung alat yang digunakan. Jadi, gunakanlah patokan yang diberikan oleh laboratorim tempat Anda memeriksa gula darah.

Di samping itu, pastikan juga Anda mencatat tanggal tes dan hasilnya, serta apa saja yang Anda konsumsi dan aktivitas yang Anda lakukan sebelum menjalani tes tersebut.

Hasil pemeriksaan gula darah yang normal tidak selalu dapat menandakan bahwa Anda tidak berisiko menderita diabetes. Guna memastikannya, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsultasikan hasil pemeriksaan gula darah Anda pada dokter, terlebih jika Anda mengalami gejala diabetes atau memiliki risiko untuk mengalami diabetes.

Pemeriksaan gula darah hendaknya dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Jalani pemeriksaan gula darah sesuai dengan saran dokter dan terapkanlah pola hidup sehat guna mencegah dampak buruk dari tinggi atau rendahnya kadar gula darah.

13 Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami

KOMPAS.com – Tubuh manusia secara alami mengandung gula dalam darah atau kerap disebut glukosa.

Gula dalam darah berfungsi untuk memberi energi pada sel dan organ tubuh.

Tapi, jika kadar gula darah terlalu banyak, bisa menimbulkan sejumlah bahaya kesehatan.

Kadar gula darah seseorang bisa melonjak karena berbagai kondisi berikut:

  • Memilili kondisi medis tertentu
  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kadar insulin yang terlalu tinggi
  • Makan terlalu sedikit atau melewatkan makan
  • Olahraga berlebihan

Seseorang dapat dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula dalam darah lebih dari 250 ml/dL.

Selama ini banyak orang mungkin telah memahami bahwa kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan diabetes. Tapi nyatanya, efeknya bukan tak hanya itu.

Gula darah tinggi juga bisa merusak pembuluh darah dan memicu komplikasi, seperti:

Untuk mencegah kondisi tersebut, sangat baik bagi siapa saja untuk selalu menjaga kadar gula darah normal.

Berikut ini adalah beragam cara menurunkan gula darah tinggi secara alami yang dapat dicoba:

1. Olahraga teratur
Melansir Health Line, olahraga teratur dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Sensitivitas insulin yang meningkat berarti sel Anda lebih mampu menggunakan gula yang tersedia dalam aliran darah.

Olahraga juga membantu otot Anda menggunakan gula darah untuk energi dan kontraksi otot.

Jika Anda bermasalah dengan kontrol gula darah, sebaiknya Anda rutin mengecek kadarnya. Ini akan membantu Anda mempelajari bagaimana Anda merespons berbagai aktivitas dan menjaga kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Bentuk olahraga yang baik termasuk angkat beban, jalan cepat, lari, bersepeda, menari, hiking, berenang, dan banyak lagi.

2. Kontrol asupan karbohidrat

Tubuh Anda memecah karbohidrat menjadi gula (kebanyakan glukosa) dan kemudian insulin memindahkan gula ke dalam sel.

Ketika Anda makan terlalu banyak karbohidrat atau memiliki masalah dengan fungsi insulin, proses ini bisa gagal dan kadar glukosa darah meningkat.

Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

Anda bisa mengontrol asupan karbohidrat dengan menghitung karbohidrat atau menggunakan sistem pertukaran makanan.

 Beberapa penelitian menemukan bahwa metode ini juga dapat membantu Anda merencanakan makanan dengan tepat, yang selanjutnya dapat meningkatkan kontrol gula darah.

Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah lonjakan gula darah.

Terlebih lagi, diet rendah karbohidrat dapat membantu mengontrol kadar gula darah dalam jangka panjang.

3. Tingkatkan asupan serat

Serat dapat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula.

Untuk alasan ini, serat mempromosikan peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap.

Selain itu, jenis serat yang Anda makan mungkin berperan.

Ada dua macam serat yang dapat dikonsumsi, yakni serat tidak larut dan serat larut.

Meskipun keduanya penting, serat larut secara khusus telah terbukti menurunkan kadar gula darah.

Selain itu, diet tinggi serat dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi penurunan gula darah.

Makanan yang tinggi serat antara lain sayuran, buah-buahan, polong-polongan, dan biji-bijian.

Asupan serat harian yang dianjurkan adalah sekitar 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Itu sekitar 14 gram untuk setiap 1.000 kalori.

4. Perbanyak minum air atau tetap terhidrasi

Minum cukup air dapat membantu Anda menjaga kadar gula darah dalam batas yang sehat.

Selain mencegah dehidrasi, konsumsi cukup air dapat membantu ginjal Anda membuang kelebihan gula darah melalui urine.

Satu studi observasional menunjukkan bahwa mereka yang minum lebih banyak air memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan kadar gula darah tinggi.

Minum air secara teratur menghidrasi kembali darah, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes.

Ingatlah bahwa air putih dan minuman non-kalori lainnya adalah pilihan terbaik.

Di sisi lain, minuman yang dimaniskan dengan gula dapat meningkatkan glukosa darah, mendorong penambahan berat badan, dan meningkatkan risiko diabetes.

5. Kontrol porsi makan
Kontrol porsi makan dapat membantu mengatur asupan kalori dan dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Akibatnya, mengontrol berat badan akan meningkatkan kadar gula darah yang sehat dan telah terbukti mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Memantau porsi makan Anda juga bisa membantu mengurangi asupan kalori dan lonjakan gula darah berikutnya.

Berikut beberapa tips berguna untuk mengontrol porsi makan:

  • Ukur dan timbang porsinya
  • Gunakan piring yang lebih kecil
  • Hindari pergi ke restoran dan makan sepuasnya
  • Baca label makanan dan periksa ukuran porsi
  • Buat jurnal makanan
  • Makan perlahan
6. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah

Indeks glikemik dikembangkan untuk menilai respons gula darah tubuh terhadap makanan yang mengandung karbohidrat.

Baik jumlah dan jenis karbohidrat menentukan bagaimana makanan memengaruhi kadar gula darah.

Makan makanan indeks glikemik rendah telah terbukti mengurangi kadar gula darah jangka panjang pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Meskipun indeks glikemik makanan penting, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi juga penting.

Makanan dengan indeks glikemik rendah termasuk makanan laut, daging, telur, oat, kacang-kacangan, lentil, polong-polongan, ubi jalar, jagung, ubi, dan sayuran tidak bertepung.

 7. Mengontrol tingkat stres

Stres dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.

Hormon seperti glukagon dan kortisol disekresikan selama stres.

Hormon-hormon ini diketahui bisa menyebabkan kadar gula darah naik.

Sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga, relaksasi, dan meditasi secara signifikan mengurangi stres dan menurunkan kadar gula darah siswa.

Latihan dan metode relaksasi seperti yoga juga dapat memperbaiki masalah sekresi insulin pada diabetes kronis.

8. Pantau kadar gula darah

Melansir Medical News Today, mengukur dan memantau kadar glukosa darah juga dapat membantu Anda mengontrolnya.

Misalnya, memantau kadar gula darah ini dapat membantu Anda menentukan apakah Anda perlu membuat penyesuaian dalam makanan atau obat-obatan.

Ini juga akan membantu Anda mengetahui bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap makanan tertentu.

Jadi, coba ukur kadat gula darah Anda setiap hari dan catat angka-angkanya dalam buku atau handphone.

9. Cukup tidur

Cukup tidur diperlukan untuk kesehatan yang baik.

Kebiasaan tidur yang buruk dan kurang istirahat juga memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin.

Kebiasaan ini dapat meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan berat badan.

Kurang tidur juga dapat menurunkan pelepasan hormon pertumbuhan dan meningkatkan kadar kortisol. Keduanya memainkan peran penting dalam pengendalian gula darah.

10. Makan makanan kaya kromium dan magnesium

Kadar gula darah tinggi dan diabetes juga dikaitkan dengan defisiensi mikronutrien.

Contohnya termasuk kekurangan mineral kromium dan magnesium.

Chromium atau kromium terlibat dalam metabolisme karbohidrat dan lemak.

Mineral ini juga membantu mengontrol kadar gula darah, dan kekurangan kromium dapat mempengaruhi Anda untuk intoleransi karbohidrat.

Namun, mekanisme di balik ini tidak sepenuhnya diketahui. Studi juga melaporkan temuan yang beragam.

Dua penelitian pasien diabetes menunjukkan bahwa kromium memiliki manfaat untuk pengendalian gula darah jangka panjang. Namun, penelitian lain tidak menunjukkan manfaat.

Makanan yang mengandung kromium termasuk:

  • Kuning telur
  • Produk biji-bijian
  • Dedak
  • Kopi
  • Kacang-kacangan
  • Kacang hijau
  • Brokoli
  • Daging

Selain kromium, magnesium juga telah terbukti bermanfaat bagi kadar gula darah.

Kekurangan magnesium sendiri telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terkena diabetes.

Dalam sebuah penelitian, orang dengan asupan magnesium tertinggi memiliki risiko 47 persen lebih rendah untuk menjadi diabetes.

Makanan kaya magnesium termasuk sayuran berdaun gelap, biji-bijian, ikan, cokelat hitam, pisang, alpukat, dan kacang-kacangan.

11. Cobalah cuka apel

Cuka apel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Bahan makanan ini dapat mempromosikan kadar gula darah puasa yang lebih rendah, mungkin dengan menurunkan produksi oleh hati atau meningkatkan penggunaannya oleh sel.

Terlebih lagi, penelitian menunjukkan bahwa cuka apel secara signifikan memengaruhi respons tubuh Anda terhadap gula dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Untuk memasukkan cuka apel ke dalam makanan Anda, Anda bisa menambahkannya ke dalam saus salad atau mencampurkan 2 sendok teh dalam 240 ml air.

Namun, penting untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum mengonsumsi cuka apel jika Anda sudah mengonsumsi obat yang menurunkan gula darah.

12. Konsumsi olahan kayu manis

Kayu manis dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.

Untuk satu, telah terbukti meningkatkan sensitivitas insulin dengan menurunkan resistensi insulin pada tingkat sel.

Studi menunjukkan kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah hingga 29 persen.

Kayu manis dapat memperlambat pemecahan karbohidrat di saluran pencernaan, yang memperlambat kenaikan gula darah setelah makan.

Kayu manis juga bekerja dengan cara yang sama seperti insulin, meski pada tingkat yang jauh lebih lambat.

Dosis yang efektif adalah 1–6 gram kayu manis per hari atau sekitar 0,5–2 sendok teh.

Namun, jangan mengambil lebih dari itu karena terlalu banyak kayu manis bisa berbahaya.

13. Menurunkan berat badan

Tidak perlu dipikirkan lagi bahwa menjaga berat badan yang sehat akan meningkatkan kesehatan Anda dan mencegah masalah kesehatan di masa mendatang.

Kontrol berat badan juga meningkatkan kadar gula darah yang sehat dan telah terbukti mengurangi risiko terkena diabetes.

Bahkan penurunan 7 persen dalam berat badan dapat menurunkan risiko terkena diabetes hingga 58 persen, dan tampaknya bekerja lebih baik daripada pengobatan.

Terlebih lagi, penurunan risiko ini dapat dipertahankan selama bertahun-tahun.

Anda juga harus menyadari lingkar pinggang Anda, karena mungkin ini adalah faktor terpenting terkait berat badan untuk risiko penyakit diabetes.

Pengukuran 35 inci (88,9 cm) atau lebih untuk wanita dan 40 inci (101,6 cm) atau lebih untuk pria dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan resistensi insulin, kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2.

Memiliki ukuran pinggang yang sehat mungkin lebih penting daripada berat badan Anda secara keseluruhan

Herbal Gula Darah

Ketua Umum PEDI (Perhimpunan Edukasi Diabetes Indonesia), dr. Aris Wibudi Sp.PD-KEMD juga mengatakan meski obat herbal belum terbukti mampu menyembuhkan diabetes, namun ada beberapa tanaman herbal bisa membantu menurunkan kadar gula darah sambil disertai konsumsi obat. Apa saja? yuk intip

1. Pare
sayur pare

Obat diabetes alami selanjutnya adalah paria atau yang lebih populer dengan sebutan pare. Konsumsi jus pare dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 atau dua. Selain itu, jus pare juga diketahui dapat meningkatkan toleransi gula darah dalam beberapa kasus. Jika tidak dapat menahan rasa pahit dari jus pare, sudah tersedia juga ekstrak pare dalam bentuk suplemen.

2. Sambiloto

Sama pahitnya dengan pare, tanaman ini ini banyak ditemukan di daerah Asia dan India. Dan sering dimanfaatkan untuk obat tradisional.Prof Aris menuturkan bahwa tanaman sambiloto berkhasiat menurunkan gula darah seperti mekanisme obat diabetes.

3. Kayu manis

Obat herbal diabetes yang pertama adalah kayu manis. Ada banyak penelitian tentang manfaat kayu manis untuk menurunkan kadar gula darah. Sebagian menyatakan efektif dan sebagian menyatakan tidak. Meskipun begitu, masih banyak hingga kini yang mencoba kayu manis sebagai obat diabetes alami. Penggunaan kayu manis sebagai obat diabetes biasanya adalah dengan mencampurkan bubuk kayu manis ke dalam teh atau bisa juga dengan mengonsumsi rebusan kayu manis.

4. Lidah buaya

Lidah buaya juga masuk ke dalam daftar obat herbal diabetes. Tanaman yang satu ini memang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan. Dilansir dari Medical News Today, sebuah penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah pada subjek yang diberi lidah buaya. Penelitian lain menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu meningkatkan produksi insulin pada pankreas. Kedua bukti ini lah yang membuat para ahli menyimpulkan jika lidah buaya dapat mengatasi gejala diabetes tipe 2.

5. Mahkota dewa

Buah lain yang didapuk sebagai obat herbal diabetes adalah mahkota dewa. Buah yang kaya antioksidan ini dipercaya dapat menstabilkan gula darah. Penggunaan buah mahkota dewa untuk diabetes adalah dengan mengeringkan buahnya untuk kemudian direbus dan diminun air rebusannya.

6. Jahe

Jahe menjadi tanaman herbal selanjutnya yang juga dipercara baik untuk diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar gula darah, tapi tidak menurunkan kadar insulin dalam darah. Hal ini lah yang membuat jahe dipercaya efektif untuk pengobatan diabetes tipe 2. Cara penggunaannya juga relatif mudah karena jahe juga sudah umum ditemukan dalam berbagai minuman khas Indonesia.

7. Jintan hitam

Jintan hitam banyak dikenal sebagai obat herbal dengan nama habbatussauda. Salah satu kegunaannya adalah sebagai obat herbal diabetes. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan adanya efek menurunkan gula darah dari penggunaan jintan. Salah satu penyebabnya adalah karena jintan hitam dapat menghambat metabolisme glukosa pada hati.

8. Ginseng

Obat herbal diabetes selanjutnya adalah ginseng. Sama seperti jintan hitam, ginseng juga sudah banyak dikenal sebagai obat herbal. Salah satu manfaat ginseng yang paling populer adalah dapat mengatasi masalah seksual terutama pada pria. Selain manfaat tersebut ternyata ginseng juga memiliki manfaat untuk membantu penyerapan gula darah sehingga dapat menjadi obat diabetes alami.

9. Daun sirsak

Tanaman sirsak memiliki buah yang lezat untuk disantap dan daun yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Daun sirsar banyak dipercaya dapat mengatasi asam urat dan rematik. Manfaatnya yang tidak kalah populer adalah tentu saja dapat membantu mengontrol gula darah dan sebagai obat herbal diabetes.

 

 

 


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Motor Anti Banjir  Cocok Buat Evakuasi Korban  Terjebak Banjir

Penulis Kontroversi

Bisakah Membuat Eco Enzym Sendiri ?

admin

Plan S dan Masa Depan Jurnal Indonesia

Penulis Kontroversi

Leave a Comment