Image default
Peristiwa

CPNS 2021 Khusus Untuk Lulusan SMA/SMK

bebas

Pendaftaran CPNS bisa dilakukan secara online melalui Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SSCN) sscn.bkn.go.id, SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara adalah situs resmi pendaftaran ASN secara nasional sebagai pintu pendaftaran pertama seleksi ASN ke seluruh instansi baik pusat maupun daerah

PELAKSANAAN seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dikabarkan mundur. Yang awalnya direncanakan bulan April hingga Mei, mundur jadi bulan Juni 2021.

Sambil menunggu pembukaan CPNS, bagi Anda yang lulusan SMA atau sederajat, tidak usah khawatir tidak kebagian tempat di CPNS.

Pasalnya, ada beberapa formasi yang membuka lowongan untuk lulusan SMA atau sederajat.

Berikut daftar formasi pendaftaran CPNS 2021 bagi lulusan SMA/SMK, yang mengacu pada data pendaftaran CPNS 2019:

1. Kemenkumham
Formasi pendaftaran CPNS 2021 bagi lulusan SMA/SMK di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sebelumnya Formasi Kemenkumham membuka lowongan CPNS terbesar bagi lulusan SMA dan SMK.

Sebagaimana diberitakan “Intip Bocoran Formasi CPNS 2021 untuk Lulusan SMA dan SMK, Simak Cara Daftarnya”, berdasarkan data Kemenkumham, pendaftaran CPNS 2019 tercatat sebanyak 3.532 formasi khusus lulusan SMA/SMK/MA. Selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website resmi Kemenkumham di https://cpns.kemenkumham.go.id.

2. Kejaksaan Agung
Berdasarkan data Kejaksaan Agung Republik Indonesia terdapat 2.000 formasi pada pendaftaran CPNS 2019 bagi lulusan SMA sederajat. Anda bisa memantau informasi terbaru di https://rekrutmen.kejaksaan.go.id.

3. KLHK
Lowongan CPNS 2019 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka formasi bagi SMK.

Berdasarkan pengumuman KLHK Nomor: PG.1/SETJEN/ROPEG/Peg.O/11/2019, terdapat 80 formasi bagi SMK, kemungkinan seleksi CPNS 2021 akan membuka kembali.

Adapun jabatan bagi SMK yakni hanya diperuntukkan pada jabatan Pelaksana Pemula/Pemula Polisi Kehutanan. Untuk informasi, Anda bisa mengunjungi website resmi di https://ropeg.menlhk.go.id.

4. Kementan
Kementerian Pertanian (Kementan) membuka lowongan CPNS bagi pelamar lulusan SMA. Pada seleksi CPNS 2019, Kementan membuka 45 formasi.

Informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi laman resmi Kementan: https://cpns.pertanian.go.id.

5. Kemendikbud
Lowongan CPNS di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bagi lulusan SMA/SMK. Hal ini tertulis pada keputusan resmi Mendikbud No: 126533/A.A3/KP/2019 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendikbud Tahun 2019.

Kemendikbud membuka 11 formasi untuk 3 jabatan, yakni Pengadministrasi Keuangan 3 formasi, Teknisi Laboratorium 2 formasi, dan Teknisi Pemetaan dan Penggambaran 6 formasi. Info selengkapnya bisa dicek di laman Kemendikbud: https://cpns.kemendikbud.go.id.

6. BIN
Lowongan CPNS di Badan Intelijen Negara (BIN) terdapat 200 formasi bagi lulusan SMA sederajat. Adapun jabatannya, yakni Pranata Komputer Pelaksana Pemula pada Sub Direktorat Liaison Direktorat Kerja Sama Internasional, dan Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri.

Berikut dokumen yang harus diunggah dalam pendaftaran CPNS 2021, di antaranya:
1. Scan pas foto berlatar belakang merah maksimal 200 kb file jpeg/jpg
2. Scan swafoto 200 kb file jpeg/jpg
3. Scan KTP 200 kb file jpeg/jpg
4. Scan Surat Lamaran 300 kb pdf
5. Scan Ijazah + Serdik/STR 800 kb pdf
6. Scan Transkrip Nilai 500 kb pdf
7. Scan dokumen pendukung lainnya 800 kb pdf

Adapun dokumen yang sudah diunggah tidak dapat diganti oleh pendaftar CPNS 2021, terkecuali peserta belum mengklik ‘Akhiri Pendaftaran’ pada akun terkait.

Dokumen yang sudah diunggah masih dapat diganti selama Anda belum klik ‘Akhiri Pendaftaran

Berikut ini cara daftar CPNS 2021 melalui portal SSCASN:
1. Pelamar CPNS 2021 mengakses portal SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id
2. Pelamar membuat akun terlebih dahulu dengan klik menu Registrasi
3. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (No. KK) atau NIK Kepala Keluarga (NIK KK)
4. Lengkapi data diri seperti Nama tanpa gelar, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, e-mail, password, dan pertanyaan pengamanan
5. Unggah pas foto berlatar belakang merah
6. Cetak Kartu Informasi Akun
Untuk informasi resmi terkait pembukaan pendaftaran CPNS 2021, Anda bisa mengaksesnya melalui website SSCN BKN.

Jika berhasil tidak dipuji,
Jika gagal dicaci maki.
Jika hilang tak akan dicari,
Jika mati tak ada yang mengakui


Silahkan klik gambar-gambar dibawah ini untuk mendapatkan informasi/manfaat lainnya



Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

Unduh Salinan SKB PTM di sini.

MODUL PEMBELAJARAN SMA TAHUN 2020/2021

Kemdikbud melalui Direktorat SMA telah menyusun Modul Pembelajaran SMA tahun 2020 semua mata pelajaran untuk siswa SMA Kelas X, XI dan XII yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan belajar dari rumah. Silakan Anda unduh pada link di bawah ini:
Modul Pembelajaran SMA Lengkap
PPKN Unduh disini
Bhs Indonesia Unduh disini
Matematika Unduh disini
Sejarah Indonesia Unduh disini
Bhs Inggris Unduh disini
Seni Budaya Unduh disini
Penjasorkes Unduh disini
PKWU Unduh disini
Biologi Unduh disini
Fisika Unduh disini
Kimia Unduh disini
Sejarah Peminatan Unduh disini
Sosiologi Unduh disini
Geografi Unduh disini
Ekonomi Unduh disini

Pelayanan dan penjelasan informasi pelaksanaan Seleksi CPNS Kementerian Sekretariat Negara TA 2019 melalui:

a. menu Helpdesk pada https://sscasn.bkn.go.id;
b. email panitia seleksi pada rekrutmen@setneg.go.id.
c. telepon (pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB)
– untuk Formasi Jabatan Kemensetneg di (021) 3848265
– untuk Formasi Jabatan Sekretariat Kabinet di (021) 3843457



Situs Terkait




Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19

Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19
Kontroversi.or.id – Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan R.I memberikan paparan terkait “Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19”.Pedoman ini terdiri dari :• BAB 1 PENDAHULUAN
• BAB 2 EPIDEMIOLOGI CORONA VIRUS (COVID-19)
• BAB 3 PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN
IMUNISASI COVID-19
• BAB 4 PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI COVID19
• BAB 5 SURVEILANS KIPI
• BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan Operasional Vaksinasi Covid-19

  •  Survei : Readiness dan Acceptence Study (sedang berlangsung)
  •  Persiapan dan Koordinasi
  •  Penetapan Permenkes Vaksinasi Covid-19
  •  Penyusunan Pedoman teknis
  •  Advokasi Sosialisasi Mobilisasi
  •  Peningkatan Kapasitas SDM, Sarana (logistic)
  •  Peningkatan Jejaring Pelayanan
  •  Sistim Informasi Manajemen
  •  Penyusunan Mikroplanning
  •  PelaksanaanVaksinasi
  •  Supervisi, Bimbingan teknis, monitoring
  •  Evaluasi Rapid ConvinienceAssesment/Survey cakupan, Post introduction Evaluation, Review Pelaksanaan

Pelaksanaan pemberian vaksinasi

1. Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, sehingga dapat membentuk kekebalan

2. Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM)

3. Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi, berdasarkan kajian ITAGI:

a. Kelompok usia produktif berusia 18 – 59 tahun, dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah baik puskesmas, posbindu maupun RSUD/RSUP, kerjasama dengan klinik, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktek swasta dan lain – lain, termasuk pos – pos pelayanan imunisasi di tempat – tempat strategis

b. Kelompok penduduk dengan kormorbid berusia 18 – 59 tahun yang masih aktif/produktif sebaiknya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah (puskesmas dan Rumah Sakit), klinik dan rumah sakit swasta.

Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Memerlukan waktu 15 menit/orang

  1. Pendaftaran
  2. Pengukuran (tekanan darah, rapid test kolestrol, gula darah, dll)
  3. Edukasi tentang Imunisasi COVID-19
  4. Anamnesa (siapkan list daftar pertanyaan)
  5. Penyuntikan
  6. Informasi jadwal imunisasi selanjutnya

Catatan :

  • Pelayanan posbindu 5 jam/hari
  • Waktu pelayanan 15 menit
  • 15 menit x 20 orang sehingga diperlukan 300 menit atau 5 jam.
” alt=”” />
Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

PELAYANAN IMUNISASI COVID-19 DI POS IMUNISASI (Posyandu, Posbindu, Sekolah dan Pos pos yang ditentukan)

  1. Ruang/tenda/tempat yang cukup besar, sirkulasi udara yang baik. Bila ada kipas angin, letakkan di belakang petugas kesehatan agar arah aliran udara kipas angin mengalir dari tenaga kesehatan ke sasaran imunisasi;
  2. Bersihkan ruang/tempat pelayanan imunisasi sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan;
  3. Fasilitas mencuci tangan pakaisabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
  4. Atur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1 – 2 meter.
  5. Ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani orang sehat;
  6. Jika memungkinkan sediakan jalan masuk dan keluar yang terpisah. Sasaran dan pengantar keluar dan masuk bergantian;
  7. Tempat/ruang tunggu sebelum dan sesudah imunisasi terpisah. Tempat duduk dengan jarak aman antar tempat duduk 1 – 2 meter. Sesudah imunisasi sasaran menunggu selama 30 menit.
” alt=”” />
Contoh Pengaturan Ruang/ Tempat Pelayanan Imunisasi

Dalam pedomen teknis ini dipaparkan pula TIMELINE PENGADAAN, DISTRIBUSI DAN PELAYANAN IMUNISASI COVID-19, serta hasil survei yang dilakukan Kemenkes.

  1. Diperlukan pelaksanaan survei persepsi masyarakat untuk vaksin COVID-19 (mempertimbangkan vaccine hesistancy di Indonesia)
  2. Country readiness assesment dalam rangka menilai kesiapan pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 yang ditinjau dari berbagai aspek mulai dari tahap mikroplanning, pelaksanaan dan
    monev
  3. Pembentukan kelompok kerja tingkat nasional, provinsi/kab/kota dalam rangka koordinasi, harmonisasi pelaksanaan imunisasi COVID-19
  4. Pelaksanaan Cost Effectivess Analysis (CEA) imunisasi COVID-19, apabila imunisasi COVID-19 akan masuk sebagai Program Imunisasi Nasional
  5. Antispasi Komunikasi Risiko pelaksanaan baik isu halal-haram, kelompok antivaksin
  6. Penguatan SDM melalui pelatihan dengan BPSDM dan Sistim Informasi kolaborasi dengan Pusdatin

Kesimpulan

  •  Grand Design Operasional Imunisasi disusun berdasarkan ketersediaan vaksin yang faktanya sampai saat ini cukup dinamis.
  •  Logistik coldchain diperkirakan memadai melihat ketersediaan vaksin yang bertahap, demikian pula jumlah dan rasioVaksinator
  •  Pelaksanaan tetap mempertimbangkan pelaksanaan imunisasi rutin yang saat ini cakupannya masih rendah.
  •  Penetapan Permenkes tentang PelaksanaanVaksinasi COVID-19, jabaran teknis dari Perpres.
  •  Perlu beberapa skema : imunisasi sebagai program, imunisasi pilihan skema sektor swasta, maupun sebagai bagian dari asuransi kesehatan
  •  Pencanangan imunisasi COVID-19 oleh Kepala Negara dalam rangka
  • mobilisasi komitmen pemerintah daerah



bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Usulan penggunaan UU Terorisme untuk hoaks

Penulis Kontroversi

Penyaluran BLT Rp 600.000, Rekening Sudah Tutup Hingga Tak Sesuai NIK, Anak-anak bisa Dapat 3 juta

Penulis Kontroversi

Polsek Balongpanggang Bersama Tim Muspika Melakukan Monitoring PPKM Bersbasis Mikro Di Tiap Desa

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas