Image default
Bentuk Restart Dunia Baru Berita Utama Jaring Aspirasi Pembaca Opini Referensi Ilmu Referensi informasi

Cara Memberi Nilai Tambah Pada produk UMKM/Bumdes Pasca Pandemi

bebas

Nilai tambah berperan penting terhadap proses pengambilan keputusan konsumen untuk membeli atau tidaknya suatu produk. Konsep ini juga dapat meningkatkan omset penjualan dan berpengaruh pada kemajuan UMKM/Bumdes.

Nilai tambah dapat diukur berdasarkan permintaan konsumen dengan hasil berupa kepuasan dari layanan yang diberikan. Terdapat beberapa cara untuk menciptakan nilai tambah yaitu pengembangan teknologi, melakukan inovasi, perbaikan produk dan teknik baru menghasilan produk UMKM/Bumdes.

Oleh : Imam S Kontroversi UMKM~Bumdes
Editor: Team Manajemen Konsultasi UMKM~Bumdes

Jika dikaitkan dengan dunia usaha/produk UMKM/Bumdes, esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah (added value) di pasar, melalui pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda, agar dapat bersaing.

Bagaimanakah caranya?
Dalam artikel ini, ada 2 (dua) pendekatan yang akan disajikan. Pertama dari sudut teori yang dikutip dari pendidikan kewirausahaan dalam membuat produk UMKM/Bumdes dan kedua dari sudut praktisi.

A. Sudut Teoritis

Menurut Kemdiknas (Wibowo, 2011:26), terdapat beberapa cara memberikan nilai tambah produk UMKM/Bumdes yang dimaksud, yaitu:

1. Melalui pengembangan teknologi baru produk UMKM/Bumdes (developing new technology);
2. Melalui penemuan pengetahuan baru produk UMKM/Bumdes (discovering new knowledge);
3. Melalui perbaikan produk produk UMKM/Bumdes (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing product or services);
4. Melalui penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa produk UMKM/Bumdes yang lebih banyak, dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and service with fewer recources). (1)

B. Sudut Praktisi

Inilah tips yang dapat dilakukan untuk memberi nilai tambah dalam suatu produk produk UMKM/Bumdes, seperti:

1. Hendaknya yang kita produksi/jual adalah produk produk UMKM/Bumdes utama dan mempunyai kemampuan untuk berproduksi secara terus-menerus atau kelangsungannya berjalan dalam waktu yang lama (long term). Artinya kita harus berproduksi secara konsisten dan fokus pada produk tersebut serta memiliki pemasok yang sudah jelas. Jangan pernah menjual produk yang berganti ganti dan mitra pemasok yang tidak jelas kemampuannya.

2. Produk UMKM/Bumdes yang kita buat sudah melalui uji kelayakan jual; sebelum produk produk UMKM/Bumdes dipasarkan, biarkanlah kolega atau orang lain mencoba produk kita secara gratis, mintalah atau biarkan mereka mengkritik atau mengkritisi apa yang sobat telah buat karena kritik tersebut nantinya akan mengantarkan pada kesempurnaan produk UMKM/Bumdes yang paripurna.

3. Pastikan produk UMKM/Bumdes yang dibuat memiliki segmen pasar yang jelas dan terarah; Setelah produk UMKM/Bumdes yang sobat buat telah melewati layak uji dan sobat pun yakin akan perkembangan produk UMKM/Bumdes sobat maka sobat tinggal menentukan segmen pasar yang sesuai dengan produk UMKM/Bumdes.

Apakah diperuntukkan bagi segmen berdasarkan jenis kelamin, usia, profesi,tempat tinggal dll

4. Hendaknya miliki perhitungan rugi / laba yang terukur jelas; sangat penting untuk melakukan analisa perhitungan (simulasi) untung rugi.

Tidak ada salahnya walaupun background kepala desa bukan dari keuangan tapi cobalah membuat mempelajari, dan membaca laporan keuangan baik itu neraca, laba rugi, perubahan modal, bila sobat malas untuk membacanya pekerjakanlah seorang akunting untuk mengatur keuangan sobat.

Langkah selanjutnya apa ?

Setelah ke-4 hal tersebut di atas sudah dilakukan, maka kerjakanlah 3 hal di bawah ini :

1. Memberikan sesuatu yang tidak diberikan oleh kompetitor kita kepada konsumen.

Dalam hal ini kepala desa dapat memberikan bonus dari pembelian, mungkin dengan beli 2 gratis 1 atau mungkin pembelian dapat diantar ditempat atau hal lain yang membuat pelanggan senang akan layanan kita sehingga mereka terkesan.

Lakukanlah kegiatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari produk yang ada pada kompetitor.

2. Berikan layanan purna jual kepada pembeli; tidak ada salahnya toh jika kades memiliki layanan purna jual yang berbeda dengan kompetitor, misalnya nih bila kompetitor cuma garansi 1 minggu sobat dapat memberikan garansi 1 bulan, yah tentunya dengan pertimbangan logis yang sobat miliki dan ingat jangan pernah kesampingkan keluhan pelanggan karena hal tersebut akan terus menyempurnakan bisnis produk UMKM/Bumdes.

3. Lakukan edukasi gratis bagi pelanggan; bila sobat memiliki pengetahuan lebih dari sekedar produk yang diinginkan oleh pelanggan, tidak ada salahnya sobat dapat memberitahukan produk lain yang lebih baik atau tidak lebih baik dari apa yang konsumen pilih. Jangan pernah takut jika pelanggan tersebut keluar dari pilihannya atau mencari produk lain dari produk yang sobat jual, selalulah berfikir positif. Setidaknya sobat diam-diam telah membangun reputasi sebagai seorang ahli di alam fikirannya.

Mengendalikan Harga di Pasaran

Nilai tambah suatu produk UMKM/Bumdes dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan bisnis. Kemampuan dalam menambah nilai produk UMKM/Bumdes yang sudah dihasilkan menjadi keniscayaan, untuk bisa mengendalikan faktor harga di pasaran. Banyak pengusaha pemula yang memulai bisnisnya dengan produk yang pasaran, sehingga menjadikannya susah bersaing.

Apa yang ingin kami sampaikan adalah ada banyak sekali produk ekonomi yang beredar saat ini, dan kamu sebagai pemain baru, harus bisa “tampil beda” dengan menawarkan nilai tambah pada produk mu. Dengan demikian, orang orang akan menganggap bisnis mu memiliki ke-khas-an dengan identitas tersendiri.

Buat kamu yang kini sedang sibuk membangun sebuah bisnis, Indonesia Bebas Masalah akan memberikan konsep mengenai bagaimana cara meningkatkan nilai tambah produk UMKM/Bumdes pada usaha. Karena persaingan pasar semakin ketat, sehingga hal tersebut menjadi kebutuhan mutlak.

Sebelum membahas ke masalah teknik tentang meningkatkan nilai tambah produk pada usaha milikimu, perlu dipahami terlebih dahulu tentang pengertian value added. Merupakan usaha pengelolaan barang atau jasa agar bernilai jual.

Nilai tambah berperan penting terhadap proses pengambilan keputusan konsumen untuk membeli atau tidaknya suatu produk UMKM/Bumdes. Konsep ini juga dapat meningkatkan omset penjualan dan berpengaruh pada kemajuan bisnismu.

Value added dapat diukur berdasarkan permintaan konsumen dengan hasil berupa kepuasan dari layanan yang diberikan. Terdapat beberapa cara untuk menciptakan nilai tambah yaitu pengembangan teknologi, melakukan inovasi, perbaikan produk dan teknik baru mengahasilan barang.

Cara Meningkatkan Nilai Tambah adalah cara untuk meningkatkan nilai tambah produk yang bisa Kamu pelajari, agar bisnismu semakin berkembang. Seperti contoh berikut ini:

1. Membuat Program Khusus Pelanggan yang Loyal
Memberikan keuntungan lebih kepada pelanggan setia dengan merancang program khusus adalah cara yang cukup ampuh supaya konsumen tetap membeli produk UMKM/Bumdes. Hal ini juga dapat membantu proses pemasaran agar lebih menarik, efektif dan efisien.

Strategi ini cukup penting untuk dilakukan, karena pada prinsipnya Kamu harus mampu membuat konsumen menjadi loyal dan tidak beralih membeli atau menggunakan produk lain. Dengan cara memberikan keuntungan spesial seperti potongan harga dengan sistem point.

2. Meningkatkan Kualitas produk UMKM/Bumdes
Kualitas produk UMKM/Bumdes merupakan salah satu point penting bahan pertimbangan konsumen untuk membeli atau tidak. Untuk menarik minat mereka, Kamu bisa menawarkan kualitas terbaik unggulan dari barangmu. Semakin bagus produk UMKM/Bumdes, semakin besar pula konsumen tertarik dengan kualitasnya.

Jika saat ini produk UMKM/Bumdes dinilai sudah memiliki kualitas bagus, jangan sampai terlena untuk terus melakukan peningkatan. Karena persaingan semakin ketat. Kamu juga bisa membuat inovasi baru dengan melakukan survei kepada pelanggan setia.

3. Promosikan Fungsi produk UMKM/Bumdes Secara Maksimal
Dalam upaya promosi, berikan informasi lengkap tentang produk yang ingin Kamu jual kepada calon pembali secara detail baik dari segi kualitas, fungsi dan kelebihannya. Hal ini dilakukan agar konsumen lebih mengenal dan mengingat produk UMKM/Bumdes.

Pada prinsipnya, jika produk UMKM/Bumdes bisa menjual fungsi barang atau jasa kepada konsumen, maka semakin bernilai produk tersebut dimata mereka. Agar lebih maksimal lakukan perencanaan secara matang, ciptakan kesan menarik dan positif terlebih jika produk yang tersebut masih baru.

4. Memperbagus Packaging
Produk UMKM/Bumdes akan memiliki nilai lebih dimata konsumen, tidak hanya dari segi kualitas namun kemasan juga berperan penting. Bagaimanapun calon pembeli akan melihat suatu produk pertama kali dari packaging. Kerapian merupakan faktor penentu utama.

Agar tampilan lebih menarik, kamu bisa membuat desain yang berbeda dari umumnya. Misalnya membuat model kemasan lebih ramah lingkungan dengan bahan alami seperti menggunakan daun. Selain itu, jangan lupa menambahkan informasi berupa bahan dan legalitas dari pihak berwenang.

5. Memberikan Pelayanan Ekstra
Salah satu bahan perhatian konsumen selain dari kualitas produk UMKM/Bumdes adalah tingkat pelayanan. Pada prinsipnya Konsumen adalah Raja, mereka enggan bahkan tidak akan mau membeli dari tempat atau penjual yang tidak memprioritaskan pembeli.

Bahkan tidak jarang, konsumen cenderung membeli produk UMKM/Bumdes yang memiliki pelayanan menyenangkan dengan menomorduakan kualitas. Jadi, agar nilai barang/produk UMKM/Bumdes lebih positif berikan pelayanan cepat dan tidak bertele-tele.

6. Memberikan Penghargaan pada Pelanggan Setia
Cara meningkatkan nilai tambah produk UMKM/Bumdes pada usaha Kamu dengan teknik ini cukup efektif dan sudah dilakukan banyak orang atau perusahaan. Dengan memberikan hadiah atau bonus, pelanggan akan merasa mendapatkan pelayanan terbaik dari penjual.

Dengan teknik ini, bukan hanya pelanggan yang diuntungkan. Namun, penjual juga bisa merasakan keuntungannya ketika konsumen menceritakan bahwa Dia mendapatakan bonus kepada teman atau kerabatnya. Otomatis orang tersebut akan tertarik membeli produk sama.

7. Memberikan Sistem Garansi
Perlu diketahui motif konsumen membeli sebuah produk UMKM/Bumdes selain untuk mendapatkan fungsi dari barang tersebut, juga cenderung akan lebih percaya jika ada jaminan garansi yang diberikan.

Dengan memberikan sistem garansi untuk produk UMKM/Bumdes yang dijual merupakan strategi pemasaran yang cukup efektif. Selain itu, mampu meyakinkan pembeli bahwa barang tersebut berkualitas baik dan tidak memiliki cacat manufaktur.

8. Menaikkan Harga Jual produk UMKM/Bumdes
Banyak sekali prinsip konsumen dalam membeli sebuah barang. Sebagian besar berpendapat dan pecaya bahwa produk yang harga jualnya mahal berarti berkualitas bagus dan memiliki nilai tinggi.

Cara ini bisa sobat ukmśumut lakukan, namun perlu benar-benar di pastikan jika uang yang telah konsumen keluarkan untuk membeli produk sesuai dengan kualitasnya. Jika ternyata mereka mendapatkan hal tidak sepadan, bisa dipastikan mereka enggan menggunakan barang tesebut.

9. Membangun Brand Awarness
Brand awarness atau kemampuan dalam mengenali sebuah produk UMKM/Bumdes itu penting untuk dibangun, karena hal ini tidak hanya dapat mengundang konsumen untuk membeli tapi juga meningkatkan loyalitas pembeli.

Kamu perlu tahu, jika cara ini dapat meningkatkan nilai suatu produk UMKM/Bumdes. Karena konsumen akan cenderung membeli barang yang memang sudah mereka kenal dan percaya. Tentunya hal tersebut berpengaruh terhadap pendapatan dan kemajuan bisnismu.

10. Memanfaatkan Testimoni Positif Pelanggan
Kamu bisa memanfaatkan testimoni yang diberikan pelanggan untuk meningkatkan nilai dari produk UMKM/Bumdes sesuai kebutuhan dan keinginan pasar. Cara ini cukup efektif, karena konsumen cenderung lebih percaya kata pelanggan lain.

Hal ini sangat wajar, karena testimoni merupakan pernyataan jujur dari orang yang telah menggunakan produk tersebut. Jadi jangan sampai mengecewakan pelanggan, sehingga mereka memberikan penilaian negatif dan efeknya Kamu akan kehilangan banyak calon pembeli.

11. Lakukan Inovasi produk UMKM/Bumdes
Dengan terus melakukan pembaharuan produk UMKM/Bumdes melalui berbagai inovasi sesuai tuntutan kebutuhan konsumen, maka pelanggan akan memahami bahwa sobat ukmsumut berusaha untuk terus menjawab apa yang menjadi kebutuhan mereka.

Sehingga, konsumen merasa yakin bahwa baik produk UMKM/Bumdes ataupun pelayanan Kamu berikan adalah yang terbaik. Hal ini juga membuat mereka menjadi lebih loyal dan tidak perlu beralih menggunakan atau mencari barang di tempat lain.

12. Memilih Pegawai Profesional
Konsep ini dapat dilakukan dengan cara memilih karyawan yang memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi baik. Ini untuk menjalin hubungan kerjasama dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan tertentu.

Pada prinsipnya dalam proses jual beli, konsumen cenderung lebih mudah membeli suatu produk dari penjual atau tempat yang telah memiliki hubungan baik dengannya. Karena disitu ada rasa percaya bahwa barang memiliki nilai tambah.

13. Mengadakan Pelatihan terkait produk UMKM/Bumdes
Saat konsumen sudah membeli produk UMKM/Bumdes mu, maka kamu dapat mengadakan pelatihan, seminar atau workshop dan semacamnya supaya mereka bisa memanfaatkan produk UMKM/Bumdes mu lebih baik. Semakin banyak kamu memberikan pelatihan dan pengenalan intens terkait produk UMKM/Bumdes mu tersebut, maka bisa disimpulkan semakin baik pula konsumen dalam membeli dan memanfaatkan produk dari bisnismu itu.


Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

Unduh Salinan SKB PTM di sini.

MODUL PEMBELAJARAN SMA TAHUN 2020/2021

Kemdikbud melalui Direktorat SMA telah menyusun Modul Pembelajaran SMA tahun 2020 semua mata pelajaran untuk siswa SMA Kelas X, XI dan XII yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan belajar dari rumah. Silakan Anda unduh pada link di bawah ini:
Modul Pembelajaran SMA Lengkap
PPKN Unduh disini
Bhs Indonesia Unduh disini
Matematika Unduh disini
Sejarah Indonesia Unduh disini
Bhs Inggris Unduh disini
Seni Budaya Unduh disini
Penjasorkes Unduh disini
PKWU Unduh disini
Biologi Unduh disini
Fisika Unduh disini
Kimia Unduh disini
Sejarah Peminatan Unduh disini
Sosiologi Unduh disini
Geografi Unduh disini
Ekonomi Unduh disini

Pelayanan dan penjelasan informasi pelaksanaan Seleksi CPNS Kementerian Sekretariat Negara TA 2019 melalui:

a. menu Helpdesk pada https://sscasn.bkn.go.id;
b. email panitia seleksi pada rekrutmen@setneg.go.id.
c. telepon (pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB)
– untuk Formasi Jabatan Kemensetneg di (021) 3848265
– untuk Formasi Jabatan Sekretariat Kabinet di (021) 3843457



Situs Terkait




Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19

Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19
Kontroversi.or.id – Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan R.I memberikan paparan terkait “Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemberian Imunisasi COVID-19”.Pedoman ini terdiri dari :• BAB 1 PENDAHULUAN
• BAB 2 EPIDEMIOLOGI CORONA VIRUS (COVID-19)
• BAB 3 PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN
IMUNISASI COVID-19
• BAB 4 PELAKSANAAN PELAYANAN IMUNISASI COVID19
• BAB 5 SURVEILANS KIPI
• BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan Operasional Vaksinasi Covid-19

  •  Survei : Readiness dan Acceptence Study (sedang berlangsung)
  •  Persiapan dan Koordinasi
  •  Penetapan Permenkes Vaksinasi Covid-19
  •  Penyusunan Pedoman teknis
  •  Advokasi Sosialisasi Mobilisasi
  •  Peningkatan Kapasitas SDM, Sarana (logistic)
  •  Peningkatan Jejaring Pelayanan
  •  Sistim Informasi Manajemen
  •  Penyusunan Mikroplanning
  •  PelaksanaanVaksinasi
  •  Supervisi, Bimbingan teknis, monitoring
  •  Evaluasi Rapid ConvinienceAssesment/Survey cakupan, Post introduction Evaluation, Review Pelaksanaan

Pelaksanaan pemberian vaksinasi

1. Dosis administrasi : diberikan 2 (dua) dosis/orang dengan jarak minimal 14 hari, sehingga dapat membentuk kekebalan

2. Pemberi layanan imunisasi COVID-19 adalah dokter, perawat dan bidan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah, swasta maupun akademi/institusi Pendidikan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri dalam jejaring Public Private Mix (PPM)

3. Teknis dan tempat pelaksanaan pemberian imunisasi, berdasarkan kajian ITAGI:

a. Kelompok usia produktif berusia 18 – 59 tahun, dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah baik puskesmas, posbindu maupun RSUD/RSUP, kerjasama dengan klinik, klinik kantor/perusahaan, rumah sakit swasta, bidan praktek swasta dan lain – lain, termasuk pos – pos pelayanan imunisasi di tempat – tempat strategis

b. Kelompok penduduk dengan kormorbid berusia 18 – 59 tahun yang masih aktif/produktif sebaiknya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah (puskesmas dan Rumah Sakit), klinik dan rumah sakit swasta.

Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Memerlukan waktu 15 menit/orang

  1. Pendaftaran
  2. Pengukuran (tekanan darah, rapid test kolestrol, gula darah, dll)
  3. Edukasi tentang Imunisasi COVID-19
  4. Anamnesa (siapkan list daftar pertanyaan)
  5. Penyuntikan
  6. Informasi jadwal imunisasi selanjutnya

Catatan :

  • Pelayanan posbindu 5 jam/hari
  • Waktu pelayanan 15 menit
  • 15 menit x 20 orang sehingga diperlukan 300 menit atau 5 jam.
” alt=”” />
Teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19

PELAYANAN IMUNISASI COVID-19 DI POS IMUNISASI (Posyandu, Posbindu, Sekolah dan Pos pos yang ditentukan)

  1. Ruang/tenda/tempat yang cukup besar, sirkulasi udara yang baik. Bila ada kipas angin, letakkan di belakang petugas kesehatan agar arah aliran udara kipas angin mengalir dari tenaga kesehatan ke sasaran imunisasi;
  2. Bersihkan ruang/tempat pelayanan imunisasi sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan;
  3. Fasilitas mencuci tangan pakaisabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
  4. Atur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1 – 2 meter.
  5. Ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani orang sehat;
  6. Jika memungkinkan sediakan jalan masuk dan keluar yang terpisah. Sasaran dan pengantar keluar dan masuk bergantian;
  7. Tempat/ruang tunggu sebelum dan sesudah imunisasi terpisah. Tempat duduk dengan jarak aman antar tempat duduk 1 – 2 meter. Sesudah imunisasi sasaran menunggu selama 30 menit.
” alt=”” />
Contoh Pengaturan Ruang/ Tempat Pelayanan Imunisasi

Dalam pedomen teknis ini dipaparkan pula TIMELINE PENGADAAN, DISTRIBUSI DAN PELAYANAN IMUNISASI COVID-19, serta hasil survei yang dilakukan Kemenkes.

  1. Diperlukan pelaksanaan survei persepsi masyarakat untuk vaksin COVID-19 (mempertimbangkan vaccine hesistancy di Indonesia)
  2. Country readiness assesment dalam rangka menilai kesiapan pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 yang ditinjau dari berbagai aspek mulai dari tahap mikroplanning, pelaksanaan dan
    monev
  3. Pembentukan kelompok kerja tingkat nasional, provinsi/kab/kota dalam rangka koordinasi, harmonisasi pelaksanaan imunisasi COVID-19
  4. Pelaksanaan Cost Effectivess Analysis (CEA) imunisasi COVID-19, apabila imunisasi COVID-19 akan masuk sebagai Program Imunisasi Nasional
  5. Antispasi Komunikasi Risiko pelaksanaan baik isu halal-haram, kelompok antivaksin
  6. Penguatan SDM melalui pelatihan dengan BPSDM dan Sistim Informasi kolaborasi dengan Pusdatin

Kesimpulan

  •  Grand Design Operasional Imunisasi disusun berdasarkan ketersediaan vaksin yang faktanya sampai saat ini cukup dinamis.
  •  Logistik coldchain diperkirakan memadai melihat ketersediaan vaksin yang bertahap, demikian pula jumlah dan rasioVaksinator
  •  Pelaksanaan tetap mempertimbangkan pelaksanaan imunisasi rutin yang saat ini cakupannya masih rendah.
  •  Penetapan Permenkes tentang PelaksanaanVaksinasi COVID-19, jabaran teknis dari Perpres.
  •  Perlu beberapa skema : imunisasi sebagai program, imunisasi pilihan skema sektor swasta, maupun sebagai bagian dari asuransi kesehatan
  •  Pencanangan imunisasi COVID-19 oleh Kepala Negara dalam rangka
  • mobilisasi komitmen pemerintah daerah
bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Jenis Gangguan Kepribadian Gangguan kepribadian

Penulis Kontroversi

Daya Beli Masyarakat Lenyap Rp.362 Triliun Akibat Corona

Penulis Kontroversi

Peralihan angkutan barang ke KA Hemat Rp.3,5 Triliun pertahun

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas