Image default
  • Home
  • Hankam
  • Anggota TNI Dipenjara dan Dipecat, Terbukti Hubungan Sejenis
Hankam

Anggota TNI Dipenjara dan Dipecat, Terbukti Hubungan Sejenis

bebas

Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 8 (delapan) bulan dan 28 (dua puluh delapan ) hari. Menetapkan selama waktu Terdakwa menjalani penahanan sementara dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer

Jakarta – Pengadilan Militer III-16 Makassar menjatuhkan hukuman ke Prada RIF dengan pidana penjara 8 bulan 28 hari dan memecat dari militer. Majelis hakim menyatakan Prada RIF terbukti melakukan hubungan sesama jenis/homoseks.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Militer III-16 Makassar pada putusan itu disebutkan Prada RIF mengaku awalnya menjadi korban sodomi oleh seniornya di barak pada 2019. (Minggu,17/1/2021)

Setelah itu Prada RIF melakukan hubungan sejenis kurun 2020. Yaitu dengan teman kosnya atas dasar suka sama suka. Prada RIF dalam hubungan sejenis itu berperan sebagai laki-laki.

Di kesempatan lain saat melakukan hubungan sesama jenis dengan anggota TNI lain, Praka M, ia menjadi perempuan. Perilaku Prada RIF diketahui pimpinan sehingga ditelusuri. Prada RIF tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Prada RIF diproses secara hukum militer dan diadili di Pengadilan Militer III-16 Makassar.

“Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 8 (delapan) bulan dan 28 (dua puluh delapan ) hari.. Menetapkan selama waktu Terdakwa menjalani penahanan sementara dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer”, ujar majelis dengan ketua Letkol Laut Desman Wijaya SH MH dan anggota Mayor Chk Djunaedi Iskandar dan Mayor Sus Rahmansyah Faharuddin SH MH.

Prada RIF dinyatakan terbukti melanggar Pasal 103 Ayat (1) KUHPMiliter, yaitu menolak atau dengan sengaja tidak menaati suatu perintah dinas atau dengan semaunya melampaui perintah sedemikian itu.

Tidak mentaati perintah yang dimaksud yaitu ST Panglima TNI Nomor ST/398/2009 tanggal 22 Juli 2009 tentang penekanan kepada Prajurit yang terlibat perbuatan hubungan suami-isteri di luar nikah yang sah, hubungan sesama jenis (Homo Seksual/Lesbian), hidup bersama dengan wanita/pria tanpa dasar perkawinan yang sah dan melakukan tindak pidana susila dengan anak di bawah umur untuk ditindak tegas diberhentikan dari dinas TNI (PDTH). Serta STR dari Pangdam XIV/Hsn Nomor STR/120/2019 tanggal 6 Mei 2020 tentang larangan bagi Prajurit TNI melakukan seksual menyimpang sesama jenis (homoseksual/lesbian)

“Terdakwa telah menyadari perbuatannya salah dan mohon maaf kepada keluarga (orang tua) Kesatuan dan umumnya TNI AD karena perbuatan Terdakwa telah mencemarkan nama baiknya”, ujar majelis.

Majelis juga menyatakan perbuatan Terdakwa yang tidak mentaati suatu perintah dinas apalagi yang berhubungan dengan kepentingan militer mencerminkan sikap Terdakwa yang ingin bebas tidak terikat dengan aturan hukum dan disiplin yang berlaku serta mengikat di lingkungan TNI. Baik pada saat jam dinas maupun di luar kedinasan termasuk dalam pergaulannya di masyarakat.

“Perbuatan Terdakwa dalam perkara ini merupakan cerminan dari sikap dan perilaku Terdakwa yang tidak peduli dan tidak patuh dengan ketentuan hukum yang berlaku maupun perintah dari pimpinan dan Terdakwa sebagai anggota TNI yang sepatutnya menjadi panutan di masyarakat dan menyadari bahwa perbuatan dalam perkara ini sangat bertentangan dengan norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma adat yang berlaku di masyarakat serta hukum”, ucap majelis soal alasan pemecatan Prada RIF.

Pada hakikatnya, kata majelis lagi, Terdakwa mengetahui perbuatannya itu adalah salah dan terlarang serta sangat bertentangan dengan norma agama terlebih aturan dalam kehidupan militer di Indonesia. Namun karena Terdakwa terlalu menganggap remeh hal itu dan mengira hanya permasalahan sepele.

“Namun hal itu tetap tidak dapat dibenarkan terlebih berhubungan dengan hal hal yang tabu dan memalukan serta tidak senonoh terlebih dilakukan kepada sesama jenis”, cetus majelis dalam sidang pada 15 Desember 2020.

Akibat dari perbuatan Prada RIF tersebut, Prada RIF telah membuat malu kesatuan dan diri Prada RIF sendiri di mata masyarakat terlebih akan membuat malu kedua orang tuanya.

“Hal-hal yang mempengaruhi Terdakwa melakukan tindak pidana ini dikarenakan Terdakwa pernah jadi korban (disodomi) ketika melaksanakan pendidikan sehingga Terdakwa dendam dan ingin membalas kepada anggota TNI yang telah melakukannya kepada Terdakwa, tetapi Terdakwa menjadi memiliki perilaku penyimpangan seksual sesama jenis”, pungkas majelis. [154]

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Mahfud MD: Hoax Menjelang Pemilu 2019 Merupakan Gerakan Pengacau Pemilu

Penulis Kontroversi

Kapolres Pimpin Upacara Sekaligus Pemberian Penghargaan Kepada Anggota Berprestasi dan Bantuan Tandon Air Kepada Masyarakat

Penulis Kontroversi

Komplotan Perampok Asal Bangkalan Ditembak Pasca Gondol Emas 7 Kg dan Uang 200 Juta

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas