Image default
#mekanisme otomatis milyarder Bisnis Ekonomi Referensi Bumdes Referensi Kaya Raya Referensi Keahlian Referensi Kerja Referensi Tenaga Kerja

PANDUAN AWAL BERJUALAN ONLINE

bebas

Untuk yang baru ingin mulai berjualan online, berikut ini akan disajikan seputar pasar, struktur pasar, bentuk usaha, persaingan usaha, lembaga persaingan usaha, hingga  reseller dan dropship (ditampilkan secara urut pada halaman ini, hingga urutan terakhir halaman ini)

Pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga baik penjual maupun pembeli dapat menentukan harga sendiri, disebut pasar…

Oleh  : Imam S Ahmad Bashori
Editor: Moh Ardi, 

Kini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan internet, kegiatan jual beli online pun kian marak.

Ini karena, berjualan online dapat dilakukan tanpa harus menyetok barang mengeluarkan dana di awal.

Tapi untuk yang baru ingin mulai berjualan online, berikut ini akan disajikan seputar pasar, struktur pasar, bentuk usaha, persaingan usaha, lembaga persaingan usaha, hingga  reseller dan dropship (ditampilkan secara urut pada halaman ini, hingga urutan terakhir halaman ini).

Mengenal Struktur Pasar

Pasar persaingan sempurna (bahasa Inggrisperfect competition) adalah sebuah struktur pasar dimana terdapat banyak penjual atau perusahaan yang menghasilkan barang atau memberikan pelayanan dengan pembeli di pasar dengan produk yang dijual relatif sama atau bersifat homogen.
Alur pasar persaingan sempurna
  1. Setiap perusahaan menawarkan barang yang identik dan sepenuhnya saling menggantikan.
  2. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga.
  3. Pasar jenis ini secara struktur dianggap ideal karena terdapat banyak penjual maupun pembeli, sehingga secara otomatis harga pasar terhadap suatu barang atau jasa akan terbentuk dengan sendirinya.
  4. Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa.
  5. Adapun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen atau pembeli, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual.
 
Syarat pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna muncul karena adanya prinsip yaitu tidak ada satu penjual tunggal yang mempunyai sumber cukup banyak untuk dapat mempengaruhi harganya di pasar dan Sumber variabel mempunyai mobilitas yang tinggi untuk berbagai harga pasar dan penggunaannya relatif fleksibel. Sehingga dengan prinsip-prinsip tersebut syarat-syarat pasar persaingan sempurna memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Jumlah produsen dimana volume produksi hanya bagian kecil dari total volume transaksi pasar, sehingga dengan kata lain secara individual tidak bisa mempengaruhi harga pasar atau baik produsen maupun konsumen bertindak sebagai price taker (penerima harga)
  2. Produk homogen baik dari jenis maupun kualitas
  3. Konsumen dan produsen sama-sama mengetahui info pasar
  4. Bentuk kurva permintaan horizontal, karena tidak terdapat perubahan harga berapapun jumlah barang yang akan diminta oleh konsumen atau ditawarkan oleh produsen
  5. Untuk mencapai keuntungan maksimum pada suatu perusahaan adalah dengan melihat besar volume output yang dihasilkan.

Bedah Struktur Pasar Sebagai Pondasi

1. Konsep Monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunanimonos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

Masa kolonialisme Belanda di Indonesiaadalah salah satu contoh adanya monopoli ekonomi, yaitu apa yang dilakukan oleh Vereenidge Oostindische Compagnie (VOC) terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara.

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap(black market).

Ciri dan sifat
Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin.Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya.Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar.

Monopoli yang Dilarang

  • Monopoli by Law

Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

  • Monopoli by Nature

Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.

  • Monopoli by Licence

Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual.

2. Konsep Oligopoli
Oligopoli adalah keadaan pasar dengan suatu komoditas yang hanya dikuasai oleh beberapa perusahaan.Persaingan antar perusahaan sangat ketat dan strategi pasarnya dilandasi oleh daya cipta.Produk yang dihasilkan sangat beragam dan jenisnya dapat berbeda pada masing-masing produsen.Tiap perusahaan dalam pasar oligopoli memberikan pengaruh yang besar bagi perusahaan lainnya sehingga timbul ketergantungan satu sama lain.
Ciri-ciri
Ciri utama dari pasar oligopoli adalah terbatasnya jumlah produsen dengan jumlah konsumen yang sangat banyak. Produk masing-masing produsen dapat homogenmaupun berbeda. Tiap produsen dapat mempengaruhi harga produk. Jumlah produsen dalam pasar oligopoli cenderung tidak berubah. Para perusahaan akan menghindari perang harga dan cenderung membentuk kartel serta melakukan kerja sama yang saling menguntungkan. Persaingan produk dipusatkan pada penggunaan reka baruteknologi yang mampu menghemat biayaproduksi secara maksimal dan memperluas pangsa pasar.Pasar yang menerapkan oligopoli akan sangat sulit menyertakan perusahaan baru dalam persaingan. Selain itu, oligopoli umumnya memiliki perusahaan yang menjadi pemimpin perusahaan lainnya. Ini membuat harga produk yang sejenis pada seluruh perusahaan relatif sama dan mengikuti perubahan harga perusahaan yang memimpin pasar.
3. Konsep Monopsoni
Monopsoni adalah keadaan pasar dengan jumlah penjual yang banyak dan pembeli tunggal.
Keuntungan dan Kelebihan Monopsoni :
  1. Keadaan ini akan membuat suatu pasar komoditas akan memiliki barang atau jasa yang hanya dibeli oleh pembeli tunggal.
  2. Harga komoditas di dalam pasar tersebut dapat dipengaruhi oleh pembeli tunggal.
  3. Monopsoni dapat memberikan laba secara berlebihan kepada pihak yang menguasai pasar.

4. Konsep Oligopsoni
Oligopsoni adalah keadaan suatu pasar yang hanya memiliki sedikit pembeli.

Keuntungan dan Kekurangan Oligopsoni

  1. Produk yang ditawarkan dapat sejenis maupun beragam dengan adanya persaingan harga dan non harga.
  2. Pada pasar oligopsoni, informasi tentang produk sangat sedikit sehingga terjadi ketergantungan satu sama lain antar pedagang.
  3. Dalam oligopsoni, para konsumen membuat kesepakatan bersama untuk menguasai pembelian komoditas harganya dapat dikendalikan.
  4. Produsen tidak punya pilihan lain selain menjual produknya ke para konsumen ini.
Persaingan (ekonomi)
Dalam ekonomipersaingan atau kompetisiadalah bersaingnya para penjual yang sama-sama berusaha mendapatkan keuntungan, pangsa pasar, dan jumlah penjualan. Para penjual biasanya berusaha mengungguli persaingan dengan membedakan harga, produk, distribusi dan promosi.
Menurut Adam Smith dalam The Wealth of Nations(1776), persaingan akan mendorong alokasi faktor produksi ke arah penggunaan yang paling bernilai tinggi dan efisien.[1] Proses ini sering disebut tangan tak terlihat (invisible hand).[2]
Contoh usaha dalam pembahasan persaingan
Industri penerbangan adalah contoh persaingan yang menyebabkan bertambahnya pilihan dan turunnya harga.

Dalam teori mikroekonomi, persaingan dalam suatu pasar dibedakan menjadi persaingan sempurna dan persaingan tidak sempurna.

Pasar yang tidak memiliki persaingan disebut monopoli. Adanya persaingan menyebabkan perusahaan-perusahaan komersial untuk mengembangkan produk, teknologi dan jasa, sehingga menyebabkan lebih banyaknya pilihan, menghasilkan produk yang lebih baik, dan harga yang lebih rendah.

Menurut ahli ekonomi Jerman dari lembaga Friedrich Naumann StiftungDr. Rainer Adamberpendapat bahwa persaingan adalah suatu mekanisme yang efektif dan efisien yang bertujuan untuk menemukan solusi-solusi baru atas masalah-masalah baru dan tantangan-tantangan baru yang selalu muncul dalam dunia ekonomi.

Rainer Adam juga menambahkan, persaingan juga dapat diartikan sebagai instrumen non-otoriter yang mencegah munculnya kekuatan dominan dalam sistem ekonomi, sekaligus membatasi kekuasaan pada umumnya.

Ahli ekonomi Britania Raya berdarah Austria, August von Hayek menyatakan persaingan dalam ekonomi terkait dengan mekanisme pasar terhadap harga-harga. Menurutnya secara singkat, sistem harga mentransfer informasi dengan cara yang paling singkat dan sederhana antara produsen dan konsumen.

Dari transfer informasi itu kemudian para pelaku pasar dapat menganalisa indikator-indikator ekonomi untuk menghasilkan suatu kesimpulan sendiri.

Hasil analisa para pelaku pasar itu kemudian akan menghasilkan perubahan pada perilaku pasar berdasarkan inovasi-inovasi organisasional dan teknis.

Mekanisme
Menurut August von Hayek, mekanisme persaingan mulai dari proses analisa, hingga terciptanya kesimpulan dan invoasi dari pelaku pasar akan menciptakan suatu iklim pasar yang memaksa pelaku pasar untuk beradaptasi.
Proses adaptasi itu kemudian terdiri dari banyak langkah-langkah kecil yang diambil berdasarkan keputusan orang per orang dalam sistem pasar. Proses ini berfungsi menciptakan suatu iklim keseimbangan dalam pasar, keseimbangan antara kepentingan dan membentuk sifat sosial dan politis.
Setelah proses adaptasi, kemudian ada yang disebut proses evaluasi atau juga disebut “trial and error”. Proses trial and error ini berguna untuk mencegah masyarakat melakukan kesalahan fatal yang berujung pada kolaps-nya ekonomi suatu negara.
Proses ini juga berguna untuk membuktikan pasar merupakan mekanisme alokasi sumber daya yang terbatas dan unggul.

Kelebihan Persaingan Ekonomi

Menurut Rainer Adam, ada tiga hal yang dapat dipandang sebagai kelebihan atau keuntungan dengan adanya persaingan dalam ekonomi.
Tiga hal tersebut antara lain:

  1. Persaingan menurunkan harga barang dan jasa, sekaligus meningkatkan kualitas produksi. Pengimplementasian undang-undang persaingan yang benar pada dasarnya mencegah perusahaan melakukan penetapan, memecah belah pasar, menetapkan output dan perilaku “memangsa” lainnya. Perilaku-perilaku “memangsa” oleh para pelaku pasar biasanya akan merugikan konsumen sebagai pihak ketiga. Kerugian yang dialami oleh konsumen itu seperti harga-harga barang yang tinggi dan outputyang rendah.
  2. Persaingan mendorong munculnya inovasi-inovasi. Hasil utama dari persaingan tentu saja diharapkan adanya inovasi, yang bermuara pada produk-produk baru yang disertai dengan turunnya harga=harga barang, khususnya harga barang lama. Dalam pasar yang kompetitif, inovasi bukan merupakan pilihan, melaikan sebuah kewajiban yang memaksa suatu perusahaan agar bisa bertahan hidup. Jikalau suatu perusahaan tidak berinovasi, perlahan-lahan ia akan kehilangan kesetiaan dari pelanggan (konsumen) yang pasti akan memilih barang-barang baru yang lebih bagus dan murah. Karena itu preusahaan (produsen) yang enggan atau menolak melakukan inovasi pada jangka panjang akan hancur dan lenyap.
  3. Persaingan mengangkat mobilitas sosial dan memberdayakan sumber daya manusia. Pada waktu jangka panjang, pemerintah tidak dapat menciptakan lapangan kerja dalam suatu sistem perekonomian, tetapi bisnis dapat menyediakannya. Persaingan memungkinkan pengusaha-pengusaha baru memasuki pasar, dengan produk baru atau produk yang sudah ada tetapi dengan harga yang lebih murah mupun kualitas yang lebih bagus. Dengan demikian persaingan dapat melahirkan harga-harga dan kualitas barang yang kompetitif. Dinamika ini memungkinkan manusia untuk memaksimalkan kemampuannya dalam sistem ekonomi dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraannya sendiri. Selain itu manusia juga akan menjadi lebih dinamis, beberapa orang akan perlahan bergerak naik dalam tatanan masyarakat.

Kelebihan Persaingan dalam Sistem Ekonomi Makro

Rainer Adam juga menambahkan secara spesifik beberapa hal yang membuat persaingan ekonomi adalah hal baik dalam ekonomi makro.

Kelebihan-kelebihan yang dimaksud itu antara lain:

  • Adanya pengendalian atau kontrol dalam prinsip dasar ekonomi, yakni permintaan dan penawaran.
  • Adanya optimalisasi yang efektif dan efisien terhadap sumber daya-sumber daya ekonomi yang terbatas.
  • Memotivasi para pelaku ekonomi untuk berperilaku inovatif, solutif, dan kreatif.
  • Adanya distribusi pendapatan yang sesuai dengan kinerja dan prestasi karyawan.
  • Mencegah terjadinya pemusatan kekuasaan ekonomi atau monopoli pasar, yang dapat berimplikasi pada dominasi politik.

Peraturan Mengenai Persaingan

Adam Smith (bapak ekonomi liberal)

Banyak negara membuat hukum dan undang-undang untuk mempertahankan persaingan pasar dan mencegah praktik anti-persaingan atau persaingan usaha tidak sehat.

Contohnya, di Indonesia terdapat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang diamanatkan undang-undang dan di Amerika Serikat terdapat berbagai undang-undang yang disebut antitrust law.

Contoh praktik-praktik yang dilarang menurut Undang-Undang RI No 5 tahun 1999 diantaranya adalah :

  1. penetapan harga,
  2. pembagian wilayah,
  3. pemboikotan,
  4. kartel, dan
  5. persengkongkolan yang menyebabkan persaingan tidak sehat.
 Kritik Terkait Persaingan
Prinsip persaingan dalam sistem ekonomi liberal kerap disalahartikan dalam semata-mata prinsip laissez-faire.Bahkan bapak ekonomi liberal Adam Smith menyadari bahwa suatu perekonomian tidak akan dapat berkembang di dalam suatu wilayah yang menihilkan keberadaan negara.Sebaliknya, menurut Adam Smith peran negara diperlukan untuk membentuk kerangka hukum moral yang berfungsi sebagai pembatas dan pengatur tindakan para pelaku ekonomi.Pada 1776 Adam Smith juga pernah memperingatkan adanya potensi kecenderungan para pelaku ekonomi untuk berkonspirasi membatasi pasar dan menaikkan harga-harga demi keuntungan masing-masing korporasi.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU adalah lembaga independen yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU no. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. KPPU bertanggungjawab kepada Presiden. Komisioner KPPU berjumlah 9 orang, diangkat oleh Presiden Indonesia berdasarkan hasil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Saat ini KPPU diketuai oleh Kurnia Toha.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha.jpg

Oligopoli (Ps. 4)

  • Penetapan Harga (Ps. 5-8)
  • Pembagian Wilayah (Ps. 9)
  • Pemboikotan (Ps. 10)
  • Kartel (Ps. 11)
  • Trust (Ps. 12)
  • Oligopsoni (Ps. 13)
  • Integrasi Vertikal (Ps. 14)
  • Perjanjian Tertutup (Ps. 15)
  • Perjanjian dengan Pihak Luar Negeri (Ps. 16)

Kegiatan yang dilarang diantaranya yaitu:

  • Monopoli (Ps. 17)
  • Monopsoni (Ps. 18)
  • Penguasaan Pasar (Ps. 19-21)
  • Persekongkolan (Ps. 22-24)
  • Posisi Dominan (Ps. 25-28)
 Tugas dan Wewenang
Tugas (Ps. 35)
  • melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16;
  • melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 17 sampai dengan Pasal 24;
  • melakukan penilaian terhadap ada atau tidak adanya penyalahgunaan posisi dominan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 25 sampai dengan Pasal 28;
  • mengambil tindakan sesuai dengan wewenang Komisi sebagaimana diatur dalam Pasal 36;
  • memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  • menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan Undang-undang ini;
  • memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja Komisi kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Wewenang (Ps. 36)
  • menerima laporan dari masyarakat dan atau dari pelaku usaha tentang dugaan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  • melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  • melakukan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap kasus dugaan praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang dilaporkan oleh masyarakat atau oleh pelaku usaha atau yang ditemukan oleh Komisi sebagai hasil penelitiannya;
  • menyimpulkan hasil penyelidikan dan atau pemeriksaan tentang ada atau tidak adanya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  • memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
  • memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap orang yang dianggap mengetahuipelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
  • meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi, saksi ahli, atau setiap orang sebagaimana dimaksud huruf e dan huruf f, yang tidak bersedia memenuhi panggilan Komisi;
  • meminta keterangan dari instansi Pemerintah dalam kaitannya dengan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan undang-undang ini;
  • mendapatkan, meneliti, dan atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna penyelidikan dan atau pemeriksaan;
  • memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak pelaku usaha lain atau masyarakat;
  • memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha yang diduga melakukan praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  • menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Undang-undang ini.
 Anggota KPPU dari tahun ke tahun
Anggota KPPU periode 2000-2005 terdiri dari:

  1. Ir. H. Tadjuddin Noersaid
  2. Faisal Hasan Basri, S.E., M.A.
  3. Dr. Syamsul Maarif, S.H.,LL.M
  4. Ir. H. Moh. Iqbal
  5. Dr. Pande Radja Silalahi
  6. Soy Martua Pardede, S.E.
  7. Erwin Syahril, S.H.
  8. Dr. Ir. Bambang Purnomo
  9. Dr. Ir. Sutrisno Iwantono, M.A.

Anggota KPPU periode 2006-2012 terdiri dari: (berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2006 tanggal 12 Desember 2006) perpanjangan ingga tahun 2012

  1. Ir. H. Tadjuddin Noersaid
  2. Ahmad Ramadhan Siregar
  3. Dr. Syamsul Maarif, S.H.,LL.M (mengundurkan diri menjadi hakim agung)
  4. Ir. H. Moh. Iqbal (mengundurkan diri)
  5. Benny Pasaribu
  6. Dedie S. Martadisastra
  7. Erwin Syahril, S.H.
  8. M. Nawir Messi
  9. Yoyo Arifardhani
  10. Didik Akhmadi
  11. Sukarmi
  12. Anna Maria Tri Anggraini
  13. Tresna Priyana Soemardi

Anggota KPPU periode 2013-2017

  1. Ir. Muhammad Nawir Messi, M.Sc.
  2. Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, S.E., M.S.
  3. Dr. Sukarmi, S.H., M.H.
  4. Dr. Syarkawi Rauf, S.E., M.E. (Ketua)
  5. Drs. Munrokhim Misanam, M.A., Ec., Ph.D.
  6. Saidah Sakwan, M.A.
  7. R. Kurnia Sya’ranie, S.H., M.H.
  8. Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M.
  9. Kamser Lumbanradja, M.B.A.

Anggota KPPU-RI periode 2018 – 2023

  1. Dr. H. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum.
  2. Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D.
  3. Dinni Melanie, S.H., M.E.
  4. Dr. Guntur Syahputra Saragih, M.S.M.
  5. Harry Agustanto, S.H., M.H.
  6. Kodrat Wibowo, S.E., Ph.D.
  7. Kurnia Toha, S.H., LL. M., Ph.D.
  8. Ukay Karyadi, S.E., M.E.
  9. Yudi Hidayat, S.E., M.Si.

DEFINISI RESELLER DAN DROPSHIP

Reseller berasal dari kata dasar Bahasa Inggris Resell yang berarti menjual kembali.

Jadi Reseller adalah seseorang yang menjual kembali barang yang ia beli dari orang lain.

Tapi ada pula penjual yang menjual barang dagangan milik orang lain tanpa menyetok barang.

Nah, sistem ini dikenal dengan sistem Dropship. Jadi Penjual yang menggunakan sistem ini disebut dengan dropshipper.

Dulu definisi Reseller hanya terbatas pada orang yang membeli barang, menyetoknya, lalu menjualnya kembali kepada orang lain.

Tapi sekarang, Reseller juga sering diartikan sebagai penjual yang tidak menyetok barang dan hanya memasarkan barang milik pedagang online lainnya.

Sehingga sering kali kata reseller sering juga diartikan sebagai dropshipper, walaupun sebenarnya reseller dan dropshipper berbeda.

Selanjutnya kita akan membahas lebih detail tentang perbedaan Reseller dan Dropshipper.

PERBEDAAN RESELLER DAN DROPSHIPPER

STOK BARANG

Hal ini yang menjadi perbedaan yang paling mendasar antara reseller dan dropshipper.

Seorang reseller harus membeli barang sebagai stok dengan jumlah lebih banyak dari supplier.

Pembelian dalam jumlah banyak dilakukan agar harga barang yang diperolehnya kompetitif sehingga margin atau selisih harga pembelian dengan harga penjualan yang didapat semakin besar.

Sedangkan sistem Dropship tidak perlu memiliki stok barang.

Fokus dropship hanya mencari konsumen saja.

Di saat ada orderan dari konsumen, dropshipper tinggal meneruskan orderan dan detail pengiriman kepada supplier.

MODAL

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, reseller harus memiliki modal lebih banyak karena perlu menyetok barang.

Tapi dropshipper tidak perlu modal. Jadi boleh dibilang seorang dropshipper tidak memerlukan modal sama sekali.

PEMASARAN

Seorang reseller dapat menawarkan barang secara langsung lewat toko karena reseller memiliki stok barang yang ingin dijual.

Sedangkan dropshipper tidak bisa karena ia tidak memiliki stok barang.

Seorang dropshipper hanya dapat berjualan lewat marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, LINE, Instagram, Facebook dan sebagainya.

MARGIN KEUNTUNGAN

Seorang reseller memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan dropshipper, karena ia memperoleh harga yang lebih kompetitif melalui pembelian jumlah banyak dari supplier.

Dari situ reseller bisa lebih leluasa untuk menjual barangnya dengan selisih yang lebih tinggi. Sehingga margin keuntungan yang diperolehnya semakin besar.

RESIKO

Seorang reseller memiliki tingkat resiko kerugian lebih tinggi daripada dropshipper karena ia menyimpan fisik barang.

Apabila barangnya tidak laku, maka reseller tentu akan mengalami kerugian. Sedangkan dropshipper tidak perlu khawatir akan rugi karena tidak laku karena ia tidak membeli dan menyetok barang.

PENGIRIMAN

Jika dilihat dari fokus pekerjaannya, seorang reseller selain mencari calon konsumen, ia juga harus mengemas dan melakukan pengiriman barangnya sendiri.

Sedangkan dropshipper tidak perlu repot dengan masalah packing dan pengiriman barang.

Seorang dropshipper hanya bertugas memasarkan produk, mencari calon konsumen, dan menghubungi supplier jika ada pesanan yang datang dari konsumen.

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN RESELLER DAN DROPSHIP

RESELLER

Kelebihan
Pertama, karena menyimpan stok, Reseller bisa dengan cepat mengetahui jumlah stok barangnya.

Kedua, Reseller punya lebih banyak informasi tentang barang yang ia jual. Misalnya, ukuran, bahan, kualitas, dsb.

Oleh karena itu, ia bisa lebih tanggap dalam menjelaskan kondisi barang dengan mendetail kepada customer.

Ketiga, ia juga bisa menjual barang tidak hanya lewat toko online tapi juga lewat toko fisik atau biasa.

Dan terakhir, reseller biasanya mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar karena membeli barang dalam jumlah banyak.

Kekurangan
Pertama, karena membeli barang langsung ke supplier dan menyetoknya, maka reseller butuh modal agak besar dibanding Dropshipper.

Kedua, dibanding Dropshipper, Reseller harus mengemas & melakukan pengiriman barang sendiri.

Ketiga, ia harus menanggung resiko kerugian jika akhirnya barang yang ia jual tidak laku.

DROPSHIPPER

Kelebihan
Pertama, Dropshipper tidak memerlukan modal. Ia sudah dapat bekerja dengan menggunakan komputer, laptop atau bahkan HP.

Kedua, Dropshipper tidak perlu mengemas & mengirim barang. Setiap kali ada order, ia tinggal meneruskannya ke supplier atau Reseller.

Terakhir, Dropshipper tidak memiliki resiko kerugian apabila barang yang ia jual tidak laku.

Kekurangan
Margin keuntungan Dropshipper lebih kecil jika dibanding dengan Reseller.

Kedua, Dropshipper tidak mengetahui stok dan kondisi barang, sehingga harus menanyakan terlebih dahulu ke supplier.

Jadi kejadian barang habis atau out of stock akan sering terjadi. Selain itu, dalam menjawab pertanyaan pelanggan ia agak lambat karena ia perlu menanyakannya ke supplier.

TIPS UNTUK PEMULA DALAM BERJUALAN ONLINE

Berikut beberapa trik yang bisa diterapkan jika Anda adalah seorang pemula dalam berjualan online.

1. Mulai dengan menjadi Dropshipper

Untuk yang baru ingin mulai berjualan online, lebih baik Anda mulai dengan menjadi seorang Dropshipper lebih dulu.

Ini karena di samping resiko kerugian hampir tidak ada, Anda juga dapat belajar dulu tentang produk mana saja yang lebih laku dan produk mana saja yang kurang laku.

2. Carilah Supplier yang Responsif

Carilah supplier yang responsif karena mereka akan memudahkan anda untuk berjualan online.

Carilah supplier yang cepat tanggap terhadap pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan dan orderan anda.

Terutama jika anda memilih dropship, anda akan sangat bergantung dengan informasi yang diberikan supplier.

Supplier yang responsif membuat anda nyaman dan tenang dalam berjualan.

3. Membuat Perjanjian atau Kesepakatan Dengan Supplier

Banyak toko online yang menawarkan program reseller dan dropship.

Masing-masing toko online memiliki syarat dan ketentuan tersendiri. Biasanya untuk dropship syaratnya lebih mudah.

Anda toko online yang menentukan minimal order, ada juga yang tidak menentukan minimal order jadi order berapapun akan dilayani dan hanya menentukan minimal order untuk pembelian pertama.

Berhati-hatilah saat membaca perjanjian yang diberikan, lebih baik memilih supplier yang tidak memberikan syarat minimal order agar tidak memberatkan Anda.

4. Bangun Hubungan dan Komunikasi yang Baik Dengan Supplier

Anda harus membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan supplier , terutama jika anda dropshipper.

Komunikasi yang baik memudahkan anda melakukan order Anda, karena dropshipper sangat bergantung dengan komunikasi yang dilakukan dengan supplier.

Jika komunikasi berjalan baik dan lancar, bisnis yang Anda jalankan juga akan lancar dan memiliki peluang bertahan yang lebih lama.

5. Jual produk yang Anda sukai

Dropshipper ataupun reseller yang juga senang dengan produk yang dijualnya memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses.

Minatnya tentu akan terlihat pada bagaimana cara dropshipper/reseller menjual barang tersebut, seperti dari cara ia mengambil gambar produk dan memilih kata-kata untuk mengiklankan barangnya.

Terlebih, ketika ada konsumen yang berinteraksi dengan dropshipper/reseller.

Minat yang dimiliki dropshipper/reseller terhadap produk yang dijual tentu akan memudahkan dropshipper/reseller untuk menjelaskan tentang barang yang dijual dan membangun sebuah interaksi yang alami dan menarik.

6. Fokus di bagian marketing

Salah satu keuntungan yang dimiliki oleh reseller/dropshipper adalah, Anda tidak perlu memikirkan bagaimana barang tersebut dibuat.

Oleh karena itu, fokuskan diri Anda untuk menjaring sebanyak-banyaknya konsumen.

Pikirkan dengan matang bagaimana cara Anda memasarkan produk yang Anda jual.

Mulai dari pemilihan nama toko Anda, nama logo, platform yang dipilih, serta image yang ingin ditampilkan kepada para konsumen.

Mungkin di awal Anda bisa mulai dengan media sosial Instagram, di mana semua orang bisa menjual barangnya.

7. Buat Promo Menarik

Cobalah untuk membuat tawaran spesial untuk produk yang Anda jual.

Buat tawaran yang berbeda dari reseller/dropshipper lain yang menarik konsumen untuk memilih toko Anda.

Tawaran spesial mungkin pada awalnya tidak akan memberikan banyak keuntungan.

Namun tentu ini akan menarik banyak konsumen untuk berlangganan di toko Anda dan menunggu tawaran-tawaran spesial yang akan datang berikutnya.

Ketika konsumen sudah mempercayai toko Anda, tentu peluang untuk membeli kembali di toko Anda akan lebih besar.

8. Berikan Pelayanan Pelanggan yang Terbaik

Salah satu kunci dalam mendapatkan kepercayaan dari konsumen adalah bagaimana Anda merespon dan menanangani pesanan.

Bangun pembicaraan yang terkesan akrab dan ramah kepada konsumen.

Balas pesan dengan cepat, baik saat konsumen memesan ataupun tanggapan & komplain yang datang dari konsumen.

Berikan ucapan terima kasih setiap pesanan telah selesai.

Tunjukkan bahwa Anda sangat mengharagai pembeli

9. Monitor Pesaing Anda

Dengan memonitor pesaing Anda, semakin mudah bagi Anda untuk menentukan strategi marketing seperti apa yang tepat untuk dilakukan reseller/dropshipper.

Produk apa yang pesaing Anda jual? Platform apa yang digunakan oleh para pesaing Anda?

Serta bagaimana strategi pemasaran yang pesaing Anda gunakan? Dengan mengetahui informasi tersebut, para reseller/dropshipper bisa menjadi pemasar dan penjual produk yang lebih baik.

10. Hadiri seminar dan acara ecommerce

Dengan menghadiri acara-acara ataupun seminar yang berkaitan dengan kegiatan jual beli online, Anda dapat lebih memahami dunia yang sedang Anda geluti.

Melalui acara ini, Anda dapat mengetahui produk-produk terkini yang bisa Anda jual.

Anda bisa menjumpai supplier secara langsung sehingga bisa memilih supplier yang cocok untuk Anda.

Melalui acara-acara seperti ini, Anda juga bisa bertemu dengan pesaing Anda dan mengetahui lebih banyak tentang mereka.

Buatlah jaringan seluas-luasnya yang pasti akan menguntungkan Anda di kemudian hari.

Jika Anda ingin sukses dalam dunia jual beli online, maka pelajarilah dunia tersebut seutuhnya

Setelah mengetahui lebih banyak tentang reseller dan dropshipper, tak ada salahnya untuk segera mencoba membuka toko Anda.

Jangan takut untuk memulai dan ingat betul apa yang telah Anda pelajari setelah membaca artikel ini. (Isa)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Akademi Drone Di Kawasan Desa Galuah Pakuan Segera Menggelar Pelatihan Drone

Penulis Kontroversi

Realisasi KUR 2018 Capai Rp. 79,2 Triliun

Penulis Kontroversi

Tips keuangan untuk Buruh Kelas Menengah ke Bawah

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas