Image default
Berita Utama Lokal Tematis Nasional

Erupsi Semeru Justru Jadi Tontonan Warga

bebas

Ada dua kecamatan yang terdampak akibat awan panas letusan Gunung Semeru. Keduanya adalah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Semua warga dari dua kecamatan itu akan dievakuasi ke Lapangan Kamar Kajang, Candipuro

Pewarta: Imam S Ahmad Bashori, Ardi
Editor : Munichatus Saadah

Kontroversi.or.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kini kian meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dikabarkan meletus pada Minggu (29/11/2020).

Letusan Gunung Semeru ini ditandai dengan keluarnya guguran lava yang mengarah ke Kawah Jonggring Saloko. Pagi ini, Selasa (1/12/2020) kondisi terkini kawasan Gunung Semeru masih berbahaya.

Melalui video yang beredar di grup WhatsApp, pihak kepolisian pun mengabarkan situasi terkini di Semeru.

“Kami dari Polsek Pronojiwo melaporkan situasi terkini letusan lahar panas dari Gunung Semeru”, ujar polisi tersebut.

Polisi itu juga mengatakan jika tidak ada korban dalam bencana tersebut.

“Untuk sementara nihil korban, untuk materi masih belum bisa ditotal tentang kerugian”, tambahnya lagi.

Dijelaskan pula oleh polisi tersebut ada beberapa bego dan truk yang tertimbun. Dalam video itu tampak lahar yang memenuhi Sungai Besuk.

Selain itu beredar pula video detik-detik Semeru yang meletus.

Tampak di video itu letusan api dan asap mengerikan keluar dari Gunung Semeru. Di video lain, terlihat akses jalan yang sudah terputus di kawasan Besuk Kobokan.

Terlihat lava yang sudah ada di atas DAM. Tampak tinggi lava yang hampir seperti gunung memenuhi wilayah tersebut. Selain itu, banyak pula ekskavator yang tertimbun.

Di video selanjutnya, justru kondisi tersebut menjadi tontonan warga sekitar. Terlihat mereka justru mengabadikan momen erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Hanya Berselang 2 Hari

Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan meletus, Selasa 1 Desember 2020 dini hari, hanya berselang dua hari setelah sebelumnya Gunung Ile Lewotolok di NTT meletus pada 29 November 2020.

Sejak November 2020, total ada 4 gunung meletus di Indonesia, yaitu Gunung Merapi, Sinabung, Ile Lewotowok dan kini Gunung Semeru di Jawa Timur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan setidaknya ada 550 warga yang mengungsi setelah Gunung Semeru meletus.

Menurut pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), meletusnya gunung semeru yang berada di wilayah Kabupaten Malanh dan Lumajang Jawa Timur, mengeluarkan awan panas hingga sejauh 3.000 meter ke arah Besuk Kobokan di Kabupaten Lumajang .

“BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas guguran”, kata Raditya dalam keterangan tertulis. (Selasa, 1/12/2020)

“Berdasarkan data sementara pada Selasa , pukul 09.00 WIB, pengungsian tersebar ada di dua titik, yaitu di pos pantau sebanyak 300 jiwa, sedangkan sisanya di Desa Supiturang”, lanjutnya.

Ia menjabarkan beberapa lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas debu vulkanik semeru. Diantara lain yaitu Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo, Desa Rowobaung, dan Desa Sumberwuluh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hasil pemantauan PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menunjukkan jarak luncur awan panas Semeru Selasa pukul 01.23 WIB, sekitar 2.000 meter.

Pada pukul 02.00 bahkan mencapai 3.000 meter. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hujan yang bercampur abu vulkanik terjadi pada pukul 03.00 WIB, di sekitar pos pengamatan.

Tak lama kemudian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang turun ke kawasan rawan bencana (KRB) I untuk memonitor situasi.

Menurut Raditya, pada saat terjadi guguran awan panas warga yang berada di KRB wilayah Kamar A, Curah Koboan, dan Rowobaung di wilayah Kecamatan Pronojiwo mulai melakukan evakuasi secara mandiri.

“Ini terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. TRC yang berada di lapangan mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik saat peristiwa vulkanik itu menyertai upaya evakuasi warga”, katanya.

Awas Hoax

Erupsi Gunung Semeru terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.30 WIB, pada 1 Desember 2020.

Puncak tertinggi Jawa, Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan material berupa abu vulkanik dan kerikil.

Sebagian besar warga Pronojiwo dan masyarakat sekitar lokasi Gunung Semeru panik keluar rumah dan berusaha untuk menyelamatkan diri.

Material abu vulkanik dari letusan gunung Semeru memenuhi aliran lahar di Curah Kobokan.

Sehari sebelum kejadian erupsi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberikan informasi tentang Surat Keterangan penutupan sementara kegiatan pendakian Gunung Semeru.

Keputusan penutupan jalur pendakian tersebut berdasarkan Surat Nomor:PG.10/T.8/BIDTEK.1/KSA/11/2020.

Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Kabupaten Lumajang telah memperhatikan perkembangan dan memberikan laporan tentang aktivitas vulkanologi Gunung Semeru.

Setelah informasi berita erupsi Gunung Semeru, banyak beredar video amatir erupsi Gunung Semeru, dari Instagram Lumajangku, @lumajang.ku, yang diunggah pada 30 November 2020.

Video amatir erupsi gunung dengan semburan lava pijar tersebut bukan Gunung Semeru.

Video tersebut diambil pada 12 November 2019, yaitu video erupsi Gunung Sakurajima.

Sakurajima adalah sebutan untuk gunung api stratovolcano dan nama bekas pulau di Prefektur Kagoshima, Kyushu, Jepang.

Untuk detail video asli Gunung Sakurajima, bisa dilihat dan diakses pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=wqxnJQcQXss

Video tersebut telah membuat kepanikan warga Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.

Konfirmasi video tersebut bukan Gunung Semeru melainkan Gunung Sakurajima dilakukan oleh beberapa akun Instagram wisata di Kabupaten Lumajang, salah satunya akun @Lumajang.ku.

Kondisi terkini Gunung Semeru dan daerah sekitarnya masih belum ditemukan adanya korban jiwa.

Beberapa wilayah desa seperti Curah Kobokan dan Supiturang terdampak erupsi yang dikeluarkan Gunung Semeru berupa hujan abu vulkanik dan kerikil.

Pihak BB TNBTS mengimbau dan mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan agar Gunung Semeru lekas pulih dan tetap memprioritaskan keselamatan.

Itulah informasi mengenai video hoax erupsi Gunung Semeru yang sebenarnya adalah Gunung Sakurajima di Jepang.

Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas, Selasa (1/12/2020) dini hari.

Warga yang tinggal di dekat kaki Gunung Semeru diperintahkan untuk mengungsi.

Aisyah, warga Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, mengatakan, terpaksa sementara waktu harus meninggalkan rumah karena hujan abu Gunung Semeru kini telah melanda permukimannya.

“Mengungsi ke rumah saudara karena takut kalau bertahan di sini” kata Aisyah, Selasa.

Dia mengatakan, pada pukul 02.00 WIB, dia mendadak terbangun dari tidur lantaran mendengar suara letusan dari Gunung Semeru.

Sementara itu, terpantau di Desa Supiturang, ribuan warga juga terlihat panik.

Terlihat ada warga yang berboncengan sepeda motor hingga menumpang mobil pikap untuk mencari tempat yang lebih aman.

Akibatnya, kepadatan masyarakat di sejumlah ruas jalan tak terhindarkan.

Terdampak Awan Panas

Sementara itu, menurut dari data BPBD Kabupaten Lumajang, ada dua kecamatan yang terdampak akibat awan panas letusan Gunung Semeru. Keduanya adalah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, semua warga dari dua kecamatan itu akan dievakuasi ke Lapangan Kamar Kajang, Candipuro.

“Kami jadikan satu biar lebih mudah kontrolnya kesehatan dan kebutuhan logistik pengungsi”, katanya.

Petugas mengimbau bagi masyarakat yang masih bertahan di rumah diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Unduh Pedoman Pembelajaran pada Semester Genap TA 2020/2021 di sini.

Unduh FAQ Panduan Pembelajaran Semester Genap 2020-2021 di sini.

Unduh Salinan SKB PTM di sini.





bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Tangkal Virus Corona, Penyaluran BPNT Gunakan Masker

Penulis Kontroversi

Prihatin Nasib Warga Korban Banjir

Penulis Kontroversi

Ditengah PSBB Tahap II, Dandim 0817 Pantau Wilayah Perbatasan

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas