Image default
Referensi Referensi Kaya Raya

Peluang Usaha Dan Resiko Usaha Dalam Ekonomi

bebas

Kejelian kamu dalam melihat peluang sangat berperan dalam kesuksesanmu di masa mendatang. Baik karier, investasi, bisnis, banyak sekali hal yang bergantung pada kecermatanmu dalam memilah kesempatan yang datang memiliki potensi keuntungan atau justru merugikan. Lantas, seperti apa tanda-tanda kamu perlu meningkatkan keahlian dalam menakar peluang?

Jika diartikan secara general, usaha merupakan setiap aktivitas yang dilakukan manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Jika diartikan secara khusus, istilah usaha dapat diartikan ke dalam banyak makna dan sangat bergantung dengan di mana istilah usaha ini digunakan. Di bidang bisnis misalnya, usaha biasanya identik dengan aktivitas bisnis, sedangkan di dunia fisika, usaha merupakan faktor dari perpindahan dengan gaya.

Untuk hal demikian ini dalam memulai suatu usaha, seorang entrepeneur harus dapat melihat dan dapat memanfaatkan sebuah peluang sebaik-baiknya, di saat peluang tersebut itu diraih. Maka selanjutnya wiarusahawan harus dapat memperhitungkan risiko yang mungkin akan muncul saat akan melaksanakan dan mentransformasikannya menjadi sebuah keberhasilan dalam usaha.

Setelah menjalankan sebuah peluang tersebut, pengusaha harus dapat mampu bersaing dan bertahan serta memiliki daya kompetisi dengan pesaingnya yang sehingga dalam hal ini dapat mampu untuk bertahan di era pasar bebas. Selain itu, pengusaha juga harus terus melakukan pengembangan dan memetakan usaha yang lain yang memiliki prospek yang menguntungkan di kemudian hari.

Satu di antara pengembangan yang berpotensi besar untuk dapat memajukan usaha ialah dengan cara memanfaatkan. Dan membuat produk yang kreatif dan inovatif supaya konsumen merasa puas. nah berikut ini akan membahas mengenai peluang usaha dan berbagai risiko yang mungkin akan dihadapi.

Usaha Menurut Para Ahli

Budi Prasodjo
Usaha (dalam ilmu fisika) merupakan hubungan gaya dengan aktivitas perpindahan benda.
Kamajaya
Perpindahan energi melalui gaya yang membuat benda menjadi berpindah.
Efrizon Umar
Resultan gaya yang bekerja pada benda yang menyebabkan pergerakan dan perpindahan posisi benda.
Aip Saripudin
Setiap gaya yang diberikan pada benda.
Tetty Yulliawati dan Denny Indra Sukry
Besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda sehingga benda tersebut mengalami aktivitas perpindahan (posisi).
Wasis dan Sugeng Yuli Irianto
Upaya manusia yang ditujukan untuk bisa mencapai suatu tujuan tertentu.
Sedangkan usaha dalam ilmu sains merupakan gaya yang diberikan sebuah benda yang dapat menciptakan perpindahan posisi benda tersebut.
Nana Supriatna, dkk
Usaha merupakan aktivitas atau pun kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh manusia dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Balik ke Bidang Usaha
Usaha dalam Ilmu Fisika
Dalam ilmu fisika usaha merupakan fungsi dari gaya dan perpindahan. Dalam teori perpindahan, usaha berperan sebagai faktor pembanding gaya dimana perpindahan sama dengan perbandingan usaha dengan gaya.
Usaha dalam Aktivitas Ekonomi
Dalam dunia atau pun aktivitas ekonomi, usaha sering kali diartikan sebagai sebuah bisnis. Dalam hal ini, usaha merupakan setiap upaya yang dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan. Orang – orang yang melakukan aktivitas usaha atau pun bisnis biasanya disebut dengan istilah pebisnis atau pun pengusaha.
Usaha dalam Kehidupan Sehari – hari
Jika diartikan secara general, maka usaha dapat diartikan sebagai setiap aktivitas atau pun upaya yang dilakukan untuk bisa mendapatkan apa yang telah dicita – citakan / tujuan yang ingin dicapai. Usaha dalam kehidupan sehari – hari biasanya berupa aksi nyata, seperti belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus, atau pun olah raga untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Peluang usaha
Cara mengidentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada bisa di cari, asal saja wirausahawan itu bekerja keras, ulet dan percaya kepada kemampuan sendiri. Setiap wirausahawan sebenarnya mempunyai peluang ( opportunity ) untuk maju. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan harus berfikir secara positif dan kreatif di antaranya :

  • Harus percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis bisa dilaksanakan,
  • Harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha atau bisnis,
  • Harus bertanya kepada diri sendiri,
  • Harus mendengarkan saran-saran orang lain,
  • Harus mempunyai etos kerja yang tinggi,
  • Pandai berkomunikasi.

Peluang usaha bukanlah peluang jika kita tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya. Adapun persyaratan pokok dalam memanfaatkan peluang usaha pada masa depan ialah berfikir positif, optimisme, bersedia bekerja keras dan mau mendengarkan orang lain, mengakui kesalahan, dan mau percaya bahwa pada hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin.

Resep Dr. D. J. Schwartz tentang cara memanfaatkan peluang bisnis adalah sebagai berikut :

  1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa di laksanakan.
  2. Janganlah hadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran wirausahawan.
  3. Setiap hari bertanyalah pada diri sendiri, “ bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik ? “.
  4. Bertanya dan dengarkanlah.
  5. Peluas pikiran anda

Dalam memanfaatkan peluang usaha Paul Charlap mengemukakan sebuah rumusan yang mencakup 4 unsur yang harus di miliki seorang wirausahawan :

  1. Work hard ( kerja keras )
  2. Work smart ( kerja cerdas )
  3. Enthusiasm ( kegairahan )
  4. Service ( pelayanan )

Bagi wirausaha pengenalan diri merupakan modal awal untuk mendapat mengenali lingkungannya, mengindera peluang usaha, dan mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang usaha tersebut dalam batas risiko yang tertanggungkan untuk menikmati nilai tambah.

Risiko usaha

Setiap usaha yang di lakukan pasti mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan. Dari keuntungan itu di harapkan dapat di gunakan untuk mensejahterahkan diri sendiri maupun orang lain yang terlibat, banyak risiko yang harus di hadapi.

Beberapa risiko usaha yang mungkin terjadi antara lain sebagai berikut :

  1. Perubahan permintaan,
  2. Perubahan konjungtur,
  3. Persaingan ,
  4. Akibat lain yang merupakan risiko usaha, seperti perubahan teknologi, perubahan peraturan, dan sebagainya.
  5. Perubahan permintaan perubahan konjungtur, persaingan, dan akibat lain yang merupakan risiko usaha dapat diantisipasi dengan melakukan persiapan yang matang dan perhitungan yang cemat dalam melakukan kegiatan usaha.

Analisis Peluang Usaha

Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa

Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainya.
Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun
barang/mesin.
Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.
Di samping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut :

Pengaruh lingkungan sekitar.

  1. Banyak sedikitnya poermintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih.
  2. Kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
  3. Banyak sedikitnya pesaing.
  4. Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.

Contoh peluang usaha dibidang biasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain sebagai berikut :

  1. Jasa servis
  2. Jasa hiburan
    contoh: bioskop, diskotik, kafe, layar tancap, dan sebagainya.
  3. Jasa transportasi
    Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil, dan sebagainya.
  4. Jasa perantara
    Contoh: membantu masyarakat yang akan menjual atau membeli barang, seperti tanah, rumah,
    sawah, kendaraan bermotor dan mobil.
  5. Jasa kesehatan
    Contoh: memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan, seperti fitness, SPA, pijat
    refleksi, dan pengobatan alternatif.
  6. Jasa yang lain
    Contoh: jasa penitipan anak, katering, tenanga kebersihan, penulisan atau pengetikan karya
    tulis, dan sebagainya.

Produk yang dibutuhkan oleh masyarakat yang penuh kesibukan sekarang ini dapat di kelompokkan menjadi seperti berikut.

  1. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan dirumah.
    Contoh: alat pemasak nasi sekaligus penyiman dan pemanas nasi beserta sayur.
  2. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan diluar rumah.
    Contoh: tas multifungsi, yang bisa di pakai buat kerja, tetapi juga buat membawa pakaian atau
    buat perjalanan, yang bisa dilipat atau dimodifikasi dan lain sebagainya.
  3. Produk lainnya yang dibutukan tanpa mengenal tempat.
    Contoh: air dalam kemasan, mie instan, tas, dan sebagainya.

Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:

  1. Mengadakan pengamatan langsung ke pasar;
  2. Melakukan wawancara;
  3. Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen.

Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha adalah dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Minat besar, daya beli kuat, kelangsungan usaha terjamin.
  2. Minat besar, daya beli rendah, kelangsungan usaha terhambat.
  3. Minat rendah, daya beli rendah, usaha tidak dapat berlangsung.

kesimpulan bahwa agar produk yang kita ciptakan mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka kita harus:

Memilih dan membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga
bersaing;
Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan;

Peluang Usaha Dan Risiko Usaha
Dalam hal ini banyak sekali peluang usaha yang ada disekitar kita, asalkan kita mau mencari dan bertanya. Sebagai seorang kreatif atau calon wirausahawan akan mampu melihat begitu banyak peluang usaha yang berpotensi untuk diciptakan.

Dan cara mengindentifikasi peluang usaha atau bisnis yang ada dapat dicari, asalkan mau bekerja keras, ulet dan percaya kepada kemampuan diri sendiri. Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha, seorang wirausahawan haru dapat berpikir positif dan kreatif diantaranya dengan cara sebagai berikut:

  1. Percaya bahwa usaha dapat dilaksanakan.
  2. Menerima gagasan baru.
  3. Bertanya pada diri sendiri.
  4. Mendengarkan saran orang lain.
  5. Memiliki etos kerja yang tinggi.
  6. Pandai berkomunikasi.

Ada kalanya seseorang yang ingin membuka sebuah usaha baru didorong oleh rasa optimis yang berlebihan, sebagai pengimbangnya kita harus mampu mengevaluasi usaha tersebut.

 

Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
Faktor Keberhasilan dalam Usaha
Keberhasilan usaha dipengaruhi oleh beberapa hal.

  1. Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnisnya dapat dilaksanakan.
  2. Menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha atau bisnis.
  3. Intropeksi diri.
  4. Mendengar saran-saran orang lain.
  5. Bersemangat dan bergaul.

Keberhasilan usaha atau bisnis seorang wirausahawan di dalam mengelola usahanya dapat didefinisikan terletak pada hal-hal berikut :

  1. Sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya yang nyata.
  2. Keberanian untuk berinisiatif.
  3. Kecakapan atau keahlian.
  4. Pengalaman dan pendidikan.

Modal utama untuk meraih keberhasilan di antaranya sebagai berikut.

  1. Pola berfikir yang mengarah pada sikap dan kemampuan untuk sukses.
  2. Kepribadian yang kuat untuk sukses.
  3. Kecakapan dalam mengelola usaha.
  4. Menerapkan manajemen usaha yang baik.
  5. Berani memikul segala resiko dalam usaha atu bisnis.
  6. Faktor Kegagalan dalam usaha
  7. No

Karesteristik Kegagalan

Ciri Kegagalan Wirausahawan

1 Dedikasi Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha
2 Pengendalian usaha atau bisnis Gagal mengendalikan aspek-aspek utama usaha atau bisnis
3 Pengamatan manajemen Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang
4 Pengelolaan piutang Menimbulkan masalah arus kas buruk mereka dengan kurangnya perhatian akan piutang.
5 Memperluas usaha berlebihan Memulai perluasan usaha yang belum siap
6 Perencanaan keuangan Meremehkan kebutuhan usaha
7 Lokasi usaha Lokasi usaha yang buruk
8 Pembelanjaan besar Menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi.

Berdasarkan analisis faktor, Guiford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi kemampuan berpikir kreatif :

  1. Fluency (kelancaran)
  2. Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
  3. Flexibility (keluwesan)
  4. Kemampuan untuk mengemukkan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
  5. Originality (keaslian)
    Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
  6. Elaboration (penguraian)
  7. Kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci.
  8. Redefinition (perumusan kembali)
    Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.

Tahap-tahap Berpikir Kreatif

Menurut Rowlinson, berpikir kreatif melewati tahapan sebagai berikut.

  1. Tahap persiapan
    Tahap untuk memperoleh fakta tentang persoalan yang akan dipecahkan (pengumpulan informasi atau data).
  2. Tahap usaha
    Tahap dimana individu menerapkan cara berpikir divergen (menyebar). Pada tahap ini, diperlukan usaha yang sadar untuk memisahkan produksi ide evaluasi ide dengan menunda lebih dahulu adanya penilaian terhadap ide-ide yang muncul.
  3. Tahap inkubasi
    Tahap dimana individu seakan-akan meninggalkan (melepaskan diri) dari persoalan dan memasukannya di alam bawah sadar (mengeraminya), sedang kesadarannya memikirkan hal-hal yang lain.
  4. Tahap pengertian
    Tahap diperolehnya insight atau yang bisa disebut aha erlibnis. Ciri khas dari tahap ini adalah adanya sinar penerangan (iluminasi) yang mendadak menyadarkan orang yang akan ditemukannya jawaban.
  5. Tahap evaluasi
    Pada tahap ini, ide-ide yang dihasilkan diperiksa dengan teliti serta dengan kritis memisahkan ide-ide yang kurang berguna, tidak sesuai ataupun yang terlalu mahal biayanya bila dilaksanakan.

Kreativitas dan inteligensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu inteligensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi hubungan kreativitas dengan inteligensi, yaitu:

  1. Kreativitas rendah, inteligensi rendah;
  2. Kreativitas tinggi, inteligensi tinggi;
  3. Kreativitas rendah, inteligensi tinggi;
  4. Kreativitas tinggi, inteligensi rendah.

Orang yang kreatif tidak takut dengan semakin sempitnya lapangan kerja, karena orang kreatif dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Jeli Melihat Peluang Bisnis

Semua orang pasti menginginkan menjadi seorang pengusaha muda yang sukses dengan bisnis yang dijalaninya. Hal terpenting untuk membuat sebuah bisnis bukan hanya modal dan bakat untuk berbisnis saja, tetapi jeli ketika melihat peluang merupakan hal utama untuk membuat sebuah bisnis.

Tanpa melihat sebuah peluang dengan jeli, maka tidak akan dapat menemukan bisnis apa yang cocok untuk dijalankan. Peluang merupakan sebuah emas yang perlu untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Ada banyak sekali peluang bisnis yang dapat dicoba untuk diwujudkan menjadi sebuah bisnis. Maka mulai dari sekarang perlu menyadari peluang-peluang yang ada di sekitar kita untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah bisnis.

Jika merasa kesulitas untuk melihat peluang bisnis yang ada, maka berikut ini 5 langkah untuk melihat berbagai peluang dan wujudkan peluang tersebut menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Awali dengan melihat peluang dalam diri sendiri
Salah satu peluang yang dapat diwujudkan dengan mudah dan cepat adalah dengan melihat potensi yang dimiliki.

Melihat peluang dari potensi diri sendiri dapat menjadi kunci sukses untuk berbisnis.
Gali potensi yang ada dalam dirimu yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Sekecil apapun potensi yang dimiliki, kembangkan potensi tersebut dan buatlah sebuah bisnis yang menguntungkan.

Lakukan riset pasar
Melakukan riset pasar dapat membuka sebuah sebuah peluang bisnis yang menguntungkan. Pasalnya dengan melihat kondisi dan kebutuhan pasar, kamu dapat melihat berbagai macam peluang bisnis. Dengan melihat kondisi pasar kita dapat mengetahui bagaimana kecenderungan konsumen, produk apa saja yang diminati, dan dapat mengamati produk seperti apa yang tidak ada di pasaran.

Lihat peluang dari lingkungan sekitar
Dari melihat potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat menghasilkan sebuah peluang bisnis yang sukses. Kembangkan potensi-potensi tersebut dan buatlah bisnis yang baru dan berbeda. Dengan cara ini kamu dapat menciptakan sebuah bisnis yang mungkin orang lain tidak punya.

Menyusun rencana bisnis
Rencana bisnis merupakan tahap yang penting untuk menentukan apa saja yang dibutuhkan dan mempersiapkan strategi-strategi yang dibutuhkan nantinya. Setelah menemukan peluang mulailah untuk menyusun rencana bisnismu.

Segera praktekkan
Setelah perencaan telah dilakukan dengan matang, maka langkah selanjutnya adalah praktekkan bisnis tersebut sesuai dengan rencana bisnis yang dibuat. Perencanaan bisnis dapat membutuhkan waktu seminggu ataupun lebih dan hal tersebut tergantung dari kondisi pasar, ketersediaan, bahan baku, dan kesiapan diri untuk memulai sebuah bisnis.

Tanda Tidak Jeli Melihat Peluang Emas

Kejelian kamu dalam melihat peluang sangat berperan dalam kesuksesanmu di masa mendatang. Baik karier, investasi, bisnis, banyak sekali hal yang bergantung pada kecermatanmu dalam memilah kesempatan yang datang memiliki potensi keuntungan atau justru merugikan. Lantas, seperti apa tanda-tanda kamu perlu meningkatkan keahlian dalam menakar peluang?

Bukti Konkret Kurang Jeli Mengukur Peluang

Secara teknis, ada 5 tanda pasti bahwa kecermatanmu soal kesempatan yang datang sangat kurang. Bila kamu mengalami satu atau bahkan seluruh tanda di bawah ini, berarti kamu perlu memperbaiki sekaligus meningkatkan standar penilaianmu.

Latah
Tolak ukur pertama adalah kebiasaan latah yang kamu derita. Bukan berarti kamu menirukan perkataan atau gerakan orang lain, melainkan mengikuti keputusan orang lain tanpa didasari pertimbangan matang ataupun keinginan pribadi. Dalam berbisnis misalnya, orang yang kamu kenal memilih usaha minuman kekinian, maka kamu serta merta mengikuti jejaknya.

Begitu pula soal berinvestasi, orang dekatmu memilih objek saham, maka kamu menggeluti sektor serupa. Tanpa didasari pengetahuan yang mendalam, kamu sekadar ikut-ikutan saja. Inilah yang disebut dengan latah di mana langkah yang diambil justru berpotensi merugikan kamu. Padahal, niat semula adalah untuk mereguk keuntungan dan kesuksesan seperti orang lain.

Plin-Plan
Selain latah, kebiasaan kamu plin plan atau berubah-ubah dalam berbisnis, berinvestasi, maupun pilihan karier menunjukkan ketidakmampuanmu dalam melihat peluang emas. Jadi, dalam waktu singkat, kamu cenderung mengubah pilihan yang sudah kamu buat sebelumnya. Seperti awalnya memutuskan berkarier sebagai pengusaha, namun tidak lama ingin menjadi pegawai kantoran.

Terlalu Banyak Berteori Tanpa Eksekusi
Kamu termasuk tidak pandai melihat peluang jika hanya menguasai teori tapi nol eksekusi. Jadi, kamu tahu yang kamu mau untuk masa depan namun tidak berani melangkah. Bagaimana bisa? Karena kamu ragu dan tidak yakin pilihanmu benar. Padahal, bila kamu pandai menakar kesempatan yang ada di depan mata, eksekusi bukan soal.

Gagal/ Merugi/ Bangkrut
Kamu memiliki modal dan semangat, tetapi karier yang dipilih gagal, investasi merugi, hingga bisnis bangkrut menjadi pertanda selanjutnya kurang tajamnya kemampuan analisamu. Kondisi-kondisi negatif di atas merupakan hasil dari ketidapawaianmu menakar kesempatan yang datang. Asal melangkah, sembarangan mengambil keputusan, hasilnya merugikan diri sendiri.

Berjalan di Tempat
Kariermu mandeg, bisnismu tidak berkembang, dan investasimu tetap di titik yang sama? Kondisi-kondisi tersebut juga tanda fatal bahwa kejelianmu dalam menimbang peluang memerlukan peningkatan serius. Seharusnya, jika kamu tajam dalam memilih, apapun keputusanmu akan bergerak secara dinamis ke arah yang lebih baik, bukan diam di tempat.

 

Tips Meningkatkan Kepekaan Menilai Peluang

Lima tanda vital kekurangan daya analisamu sebagaimana dijabarkan di atas merupakan hal-hal yang wajib untuk kamu cegah agar tidak sampai terjadi. Tapi, kamu tidak perlu bingung maupun berkecil hati, karena sebenarnya ada cara-cara sederhana yang bisa kamu terapkan guna meningkatkan kepekaanmu dalam menilai peluang yang menghampiri.

Mendalami Bidang yang Kamu Inginkan
Jangan mengambil keputusan terburu-buru, apalagi sampai latah dan berujung plin plan. Jika ada jenjang karier yang ingin dikejar, usaha yang ingin ditekuni, juga investasi yang ingin digeluti, dalami terlebih dahulu. Jadi, kamu memiliki bekal yang cukup untuk menilai apakah langkah yang kamu ambil tersebut akan menguntungkan atau justru merugikanmu.

Menetapkan Target
Biasakan menentukan target terlebih dahulu yang ingin kamu raih. Jadi, misalkan kamu ingin berinvestasi emas, buat dulu daftar pencapaian untuk diwujudkan dari hal tersebut. Penyusunan semacam ini akan membuatmu lebih aware akan potensi objek investasi terkait. Dari daftar tersebut, kecermatanmu soal kesempatan yang ada di depan mata dapat meningkat drastis.

Menjadikan Sekuritas Sebagai Prioritas
Baik dari peluang karier, bisnis, maupun investasi, selalu prioritaskan masalah keamanan. Terutama soal risikonya terhadap dirimu sendiri. Gali secara mendalam soal sekuritasnya. Contohnya usaha jual beli produk elektronik daring, apakah transaksi aman dari segi prosedur hingga penyelesaian. Bila sekuritasnya kurang, sebaiknya urungkan niat untuk melanjutkan.

Bertukar Pikiran dengan Ahli
Kepekaan dalam menilai peluang yang datang juga dapat kamu tingkatkan melalui diskusi aktif bersama dengan ahli pada bidang terkait. Soal karier, berdiskusilah dengan profesional pada bidang pekerjaan tersebut, investasi dengan investor senior berpengalaman, juga bisnis dengan pengusaha yang telah memakan asam garam dunia usaha.

Para ahli ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat untuk profesi, usaha, dan investasi yang ingin kamu jalani. Kecermatan perhitungan soal peluang tidak perlu lagi diragukan karena sudah mengalami berbagai situasi yang menempa kejelian mereka. Kamu bisa belajar banyak bagaimana pertimbangan yang tepat saat kesempatan datang. (Isa/Imam Ahmad bashori/Ardi)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PELAKSANAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA SERENTAK

Penulis Kontroversi

PENGANTAR SOSIOLOGI (UNY)

Penulis Kontroversi

Negara Tidak Punya Laut tetapi Miliki Angkatan Laut

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas