Image default
Bioliatrik Referensi

Misteri Tubuh Manusia Punya Aliran Listrik yang Bikin Tersetrum

bebas

Tersengat listrik alias tersetrum bukan cuma dialami saat Anda berinteraksi dengan kabel, stop kontak, saklar, dan peralatan elektronik lainnya. Tersetrum rupanya juga bisa dialami saat Anda tak sengaja bersentuhan dengan kulit orang lain.

Pada awalnya Anda menganggap hal tersebut aneh dan berkhayal, jangan-jangan selama ini Anda punya kekuatan ala superhero yang bisa mengeluarkan energi listrik! Tapi sayangnya, itu bukanlah fakta di balik fenomena tersetrum saat bersentuhan dengan orang lain.

Misteri Tersetrum Saat Bersentuhan
Oleh Imam Ahmad Bashori Almuhajir

Tersengat listrik alias tersetrum bukan cuma dialami saat Anda berinteraksi dengan kabel, stop kontak, saklar, dan peralatan elektronik lainnya. Tersetrum rupanya juga bisa dialami saat Anda tak sengaja bersentuhan dengan kulit orang lain.

Pada awalnya Anda menganggap hal tersebut aneh dan berkhayal. Jangan-jangan selama ini Anda punya kekuatan ala superhero yang bisa mengeluarkan energi listrik! Tapi sayangnya, itu bukanlah fakta di balik fenomena tersetrum saat bersentuhan dengan orang lain.

Mengapa timbul rasa tersetrum saat kulit bersentuhan?

Perlu diketahui bahwa tubuh manusia sebenarnya merupakan suatu medan listrik alami. Energi listrik yang berada di dalam tubuh bertugas untuk mengatur berbagai fungsi organ, mulai dari otak hingga jantung.

Nah, apabila tubuh berada dalam keadaan yang normal, tiga elemen utama, yakni proton (positif), elektron (negatif), dan neutron (netral) akan memiliki jumlah yang seimbang. Kendati demikian, ada kalanya salah satu elemen menjadi dominan dan menimbulkan ketidakseimbangan.

Orang yang kelebihan elektron akan menghantarkan muatan negatif. Sementara, orang yang kelebihan proton akan menghantarkan muatan positif.

Sama seperti magnet yang hanya bisa saling tarik menarik dan menempel ketika berasal dari medan yang berbeda, muatan listrik juga begitu. Dia hanya akan bereaksi, dalam hal ini seperti tersengat listrik atau tersetrum, bila bertemu dengan muatan listrik yang berbeda.

Sebagai contoh, kebetulan tubuh Anda sedang memiliki muatan elektron yang lebih banyak. Dan tak sengaja Anda bersentuhan dengan kulit orang yang berada di sebelah Anda lalu timbul sensasi tersentrum hingga membuat kedua belah pihak tersentak.

Artinya, orang yang tak sengaja bergesekan dengan Anda adalah orang yang sedang memiliki banyak muatan proton.

Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Tania Nathalia dari KlikDokter. Menurutnya, fenomena tersebut terjadi akibat listrik statis yang secara alami berada di dalam tubuh.

Salah satu penyebabnya

Semakin kering kondisi kulit orang yang bersentuhan, semakin besar kemungkinannya untuk merasakan sensasi tersetrum.

Orang yang berkulit kering memang lebih sering mengalami sensasi ini ketimbang orang yang berkulit normal ataupun lembap. Sebab, kulit kering lebih bisa melepaskan elektron dengan mudah, sehingga orang tersebut akan kelebihan muatan positif (proton) di dalam tubuhnya.

Kalau sudah demikian, jika kulitnya bergesekan dengan orang yang kelebihan muatan negatif (elektron), keduanya pasti akan merasa seperti tersetrum listrik.

Kulit kering biasanya terjadi akibat udara dingin yang disinyalir membuat atom kehilangan keseimbangan antara jumlah proton dan elektron. Beda halnya bila Anda berada di area yang hangat dan lembap. Kulit pun tidak akan terasa kering dan kondisi elemen listrik di dalam tubuh akan terjaga keseimbangannya.

Intinya, semakin lembap dan hangat udara, kemungkinan untuk merasa tersetrum saat kulit saling bersentuhan akan semakin kecil.

Mencegah tersetrum saat bersentuhan dengan orang lain

Tak cuma menjaga suhu dan kelembapan udara di area sekitar. Dua hal lain bila Anda tak ingin sering merasakan sensasi tersetrum tersebut. Pasalnya, meski diketahui tidak berbahaya, sensasi tersetrum saat bersentuhan itu kerap membuat tak nyaman dan suasana pun menjadi canggung.

Adapun cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko ini adalah menjaga kelembapan kulit dengan banyak minum air putih dan mengaplikasian losion, cairan, atau gel pelembap, khususnya ke area kulit yang memang terbilang sangat kering, seperti siku. Dan yang kedua, kenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun.

Pakaian berbahan katun itu kandungan kapasnya tinggi, sehingga tidak akan menghantarkan listrik.

Bahan wol, polyster atau sutra dianggap paling bisa menghilangkan keseimbangan jumlah elemen listrik di dalam tubuh.

Jadi, tersetrum saat bersentuhan bukanlah fenomena yang patut Anda khawatirkan. Sebab, hal ini hanya persoalan ketidakseimbangan elemen listrik statis di dalam tubuh, khususnya antara molekul proton dan elektron yang biasanya dipicu oleh kulit kering, suhu yang dingin, dan beberapa jenis bahan pakaian. Nah, bila Anda merasa tersetrum saat tak sengaja bergesekan dengan kulit orang lain, coba langsung saja oleskan pelembap di area kulit tersebut.

Mengurai kelistrikan tubuh

Listrik yang terdapat pada tubuh makhluk hidup disebut dengan biolistrik. Berbeda dengan listrik yang berasal dari elektron seperti baterai, listrik dalam tubuh makhluk hidup berasal dari ion. Jadi, listrik yang ada dalam tubuh kita bukan seperti listrik yang mengalir pada kabel listrik Squad.

Biolistrik yang dimiliki setiap manusia bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) di mana ATP ini dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan muatan positif pada permukaan luar dan lapisan muatan negatif pada permukaan dalam bidang batas atau membran. Jika diibaratkan, lapisan muatan positif dan lapisan muatan negatif ini sama seperti katoda dan anoda dalam baterai.

Jika baterai berguna untuk alat-alat listrik, biolistrik berguna untuk tubuh makhluk hidup. Contohnya seperti perjalanan impuls saraf menuju ke efektor pada tubuh manusia menjadi sangat cepat karena adanya proses kelistrikan pada sel saraf. Sel saraf juga disebut sebagai Neuron, dialah yang berperan dalam menghantarkan impuls atau rangsangan.

Neuron yang berperan penting untuk menghantarkan isyarat biolistrik dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu: badan sel, dendrit dan akson.

Badan Sel
Mengandung inti sel dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.

Dendrit
Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma. Dendrit umumnya banyak dan pendek-pendek. Fungsinya untuk membawa rangsangan ke badan sel.

Akson (Neurit)
Dendrit adalah serabut-serabut dari penjuluran sitoplasma. Bedanya dengan dendrit, akson ukurannya lebih panjang. Fungsinya untuk membawa dari badan sel ke sel saraf lain.

Jika dikelompokkan berdasarkan fungsinya, neuron dibagi menjadi tiga Squad. Ada neuron sensorik (Sel Saraf Sensorik) yang berfungsi membawa impuls dari reseptor (indra) ke pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian neuron motorik (Sel Saraf Motorik) yang berfungsi membawa impuls dari pusat saraf menuju ke otot atau kelenjar. Terakhir ialah neuron konektor (Sel Saraf Perantara) yang banyak terdapat di otak dan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk membawa impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.

Setelah memahami bagian-bagian sel saraf atau neuron serta fungsi-fungsinya, sekarang kita akan membahas tentang pergerakan impuls. Impuls bisa dikatakan sebagai pulsa listrik yang menjalari serabut saraf. Pergerakan impuls ada dua yaitu gerak sadar dan gerak tak sadar.

A. Pergerakan Impuls Gerak Sadar
Gerak sadar adalah gerakan yang terjadi karena disadari atau disengaja. Contohnya ialah ketika kamu mengambil charger dan menghubungkannya ke stop kontak. Gerakan tersebut timbul karena adanya perintah dari pusat ke otak.

B. Pergerakan Impuls Gerak Tak Sadar
Gerak tak sadar adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari, biasa disebut juga dengan gerak refleks. Contoh dari gerak tak sadar ialah ketika tanganmu tak sengaja menyentuh CPU yang menyala lalu kesetrum, kamu akan secara reflek menarik tanganmu. Gerak yang kamu lakukan tadi adalah gerakan yang timbul secara tiba-tiba. Tidak disadari dan tidak dapat dicegah.

Berdasarkan pergerakan tersebut, biolistrik pada suatu otot dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti gelombang pada permukaan air. Gelombang listrik tersebut dapat diamati dengan memasang beberapa elektroda pada permukaan kulit. Hasil dari pengamatan tersebut dapat kita gunakan untuk mendiagnosa kesehatan kita Squad. Contohnya, kita dapat menggunakan Elektrokardiogram (EKG) untuk mendiagnosa kesehatan jantung kita.

Selain pada jantung, aktivitas pada otak juga dapat dimonitor dengan cara yang sama yaitu dengan memasang beberapa elektroda pada posisi tertentu. Kemudian isyarat listrik yang dihasilkan dapat mendiagnosa beberapa penyakit atau gejala penyakit seperti epilepsi, tumor, gegar otak dan kelainan otak lainnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa semua aktivitas hidup manusia dan makhluk hidup lainnya melibatkan fenomena kelistrikan yang dihasilkan oleh jutaan molekul biologi di tubuh kita.

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Transparansi Pengelolaan Keuangan BUMDes

Kontributor Gresik

Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah

Penulis Kontroversi

Panduan Penulisan Referensi Akademis

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas