Image default
Dinamika Gresik (Advertorial)

Meningkatkan Nilai Ekonomi Tanah, Wabup Qosim Serahkan 90 Sertifikat

bebas

Kami mewakili masyarakat Gresik sangat berterima kasih kepada Bapak Asep Heri yang telah banyak berjasa untuk masyarakat Gresik dalam pengadministrasian tanah masyarakat

GresikKontroversi.or.id : Wakil Bupati Gresik Dr.H. Mohammad Qosim,M,Si, bersama Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Asep Heri menyerahkan sekitar 90 sertifikat.

Diantaranya atas tanah wakaf, mushola, masjid dan pondok pesantren.

Penyerahan sertifikat diserahkan Wakil bupati kepada salah satu pengurus pemangku pondok pesantren, takmir masjid, mushola
berlangsung di balai desa Kedungsumber kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik, Kamis, (3/9).

Disaksikan oleh para kyai dan tokoh masyarakat serta undangan yang hadir.

Pada kesempatan itu, hadir  Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Ketua PCNU Gresik KH Khusnan Ali, Ketua Lembaga Wakaf Pertanahan- Nahdlatul Ulama (LWP-NU) Jawa Timur, Dr. KH Mustain, MAg.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPN Gresik Asep Heri.

“Kami mewakili masyarakat Gresik sangat berterima kasih kepada Bapak Asep Heri yang telah banyak berjasa untuk masyarakat Gresik dalam pengadministrasian tanah masyarakat”.

Selain 90 sertifikat wakaf ini, selama ini BPN Gresik dibawah kepemimpinan Asep Heri telah menyelesaikan sertifikat tanah masyarakat sebanyak 150 ribu dokumen

Lebih lanjut pihaknya mengatakan,  “Selain 90 sertifikat wakaf ini, selama ini BPN Gresik dibawah kepemimpinan Asep Heri telah menyelesaikan sertifikat tanah masyarakat sebanyak 150 ribu dokumen”, katanya.

Pihaknya mengatakan, tidak adanya sertifikat atas tanah membuat banyak masalah.

Setelah adanya sertifikat ini selain adanya kepastian hukum tentang hak atas tanah sebagai aset.

“Hal ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi tanah tersebut”, kata Wabup Qosim.

sertifikat ini dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat terutama masyarakat jamaah pada masjid, Musholla atau masyarakat Pondok pesantren

Kepala BPN Gresik Asep Heri menyatakan bahwa, “upaya sertifikasi tanah wakaf masjid, musholla dan ponpes ini sebagai rasa terima kasihnya kepada para kyai dan ulama”.

Lanjutnya“Selama ini para kyai dan ulama ini terus berdoa sehingga kita bisa tetap aman damai di Republik Indonesia ini”, katanya.

Karenanya, terkait sertifikat tanah wakaf, Asep Heri juga menyampaikan bahwa “tanah wakaf ini biasanya sampai pada 2 generasi”.

Dengan demikian “Saat generasi pertama, yaitu orang tua kita mewakafkan tanahnya dulu tidak pernah dibawa ke balai desa untuk dicatatkan administrasinya”.

Masih kata Asep, bahwa, “dulu, orang tua kita tidak ingin ibadahnya diketahui orang dan akan menjadi riya’ “.

Kendari demikian, “Saat ini kita sebagai pemerintah yang menjembatani dalam pengadministrasian dengan menerbitkan sertifikat”, tegas Asep.

Sementara itu, Asep berharap agar , “sertifikat ini dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat terutama masyarakat jamaah pada masjid, Musholla atau masyarakat Pondok pesantren”, Jelasnya. ( arto)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Perjuangankan Hak Warga Terdampak, Pemdes Kedungsumber Bagikan BLT DD Tahap III

Penulis Kontroversi

Pelantikan Perangkat Desa Banjar Agung, Diharapkan Berinovatif dan Mampu Mengemban Tugas

Penulis Kontroversi

Penangganan Covid-19 Di Gresik Ada Progres Signifikan

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas