Image default
  • Home
  • Hankam
  • Pantau Kampung Tangguh Semeru, Kapolda Jatim Berkantor di Polsek
Hankam

Pantau Kampung Tangguh Semeru, Kapolda Jatim Berkantor di Polsek

bebas

Selama ini Kapolda menekankan tiga tahap yang harus dilakukan anggota dalam memutus penyebaran Covid-19. Pertama, scanning. Polisi harus memiliki data yang update dan lengkap. Kedua, mampu menentukan respon atau tindak lanjut yang harus dilakukan. Ketiga, melakukan assesment atau evaluasi

Surabaya – Kontroversi.or.id:
Irjen Pol Mohammad Fadil Imran Kapolda Jawa Timur akan berkantor di Polsek-Polsek selama beberapa jam untuk memotivasi anggotanya yang merupakan garda terdepan dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Kapolda ingin melihat langsung fakta tindak lanjut Kampung Tangguh Semeru.

Kampung Tangguh Semeru harus dirasakan langsung. Bukan sekadar simbolik

“Manfaat program Kampung Tangguh Semeru harus dirasakan langsung. Bukan sekadar simbolik”, ujarnya kepada awak media. (15/7/2020)

Trunoyudo menjelaskan, selama ini Kapolda menekankan tiga tahap yang harus dilakukan anggota dalam memutus penyebaran Covid-19. Pertama, scanning. Polisi harus memiliki data yang update dan lengkap. Kedua, mampu menentukan respon atau tindak lanjut yang harus dilakukan. Ketiga, melakukan assesment atau evaluasi.

Partisipasi masyarakat di segmen pertama Kampung Tangguh Semeru atau pemukiman akan memudahkan penanganan pandemi di segmen kedua

“Bapak Kapolda selalu menyampaikan agar anggota berbasis data dan melibatkan partisipasi masyarakat, stakeholder, tokoh masyarakat, dan ahli yang mampu membaca data agar analisisnya tepat”, ujarnya.

Partisipasi masyarakat, kata Trunoyudo, adalah kekuatan dasar program Kampung Tangguh Semeru. Partisipasi masyarakat di segmen pertama Kampung Tangguh Semeru atau pemukiman akan memudahkan penanganan pandemi di segmen kedua atau tempat aktivitas seperti tempat kerja, pendidikan, dan industri; dan ketiga tempat publik seperti terminal, pasar.

Adapun enam daerah yang menjadi prioritas Kapolda Jatim adalah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, dan Lamongan. Keenam daerah ini adalah daerah yang masih menjadi episentrum dan transmisi lokal Covid-19.

Diharapkan keenam daerah ini zonanya bisa turun

“Polsek di daerah-daerah ini harus satu persepsi bahwa misi kita adalah kemanusiaan. Diharapkan keenam daerah ini zonanya bisa turun. Dari merah ke oranye, oranye ke kuning, kuning ke hijau”, kata Trunoyudo.

pandemi ini tidak bisa diprediksi kapan selesainya

Lebih lanjut Trunoyudo mengatakan, Kapolda Jatim menjadikan program penanganan pandemi Covid-19 program kerja jangka panjang. Sebab pandemi ini tidak bisa diprediksi kapan selesainya.

“Kapolda menekankan kepada anggotanya jangan pernah lelah melawan pandemi ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati”, ujarnya. (isa)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Kapolres Gresik Hadiri Rakor Ops Lilin Semeru 2018 di Polda Jatim

Penulis Kontroversi

CARE dan CPS: Sumbangsih Polres Gresik Untuk International Public Service

Penulis Kontroversi

Kapolres Gresik Menyerukan Deklarasi Damai Dan Sehat, Dengan Tetap Menjalankan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas