Image default
Berita Utama Lokal Tematis Nasional

Berlebaran Ala Wakil Bupati Gresik, Ditengah Pandemi Covid 19

bebas


Jangan lupa gunakan masker dan sesampai di masjid tidak perlu bersalam-salaman, apalagi setelah baca salam, “Assalamualaikum”

Gresik – Kontroversi.or.id : Lebaran tahun ini berbeda dengan sebelumnya, begitu pula puasa ramadhan juga berbeda, apalagi kondisi saat ini, Ditengah Pandemi Covid 19.

Wakil Bupati Gresik, DR.H.Moch.Qosim, M,Si, mengatakan, idul fitri adalah merupakan puncak kemenangan bagi umat islam yang mampu menjalankan puasa ramadhan.

Namun, bedanya, kalau sebelumnya, idul fitri kita bisa lakukan bersama sama takbiran keliling  mengema kemana mana, tujuannya untuk syiar islam.

Tahun ini,  saya takbiran sendiri dirumah, melalui virtual, ada yang di Rafi TV , ada yang ditempat lain, sehingga sosial distancing tetap kita jaga,  physical distancing kita jaga, tetapi kita bisa melakukan takbiran, terangnya.

Kemudian, kita tidak bisa berjabat tangan, hanya bisa jarak jauh,  selanjutnya kita juga tak bisa melaksanakan sholat ied seperti biasanya.

Alhamdulillah bersama pak Bupati dan jajaran Forkompinda disepakati, kalau orang orang tetap melaksanakan sholat ied,  tidak dilarang, dan juga tidak ditutup masjidnya.

Akan tetapi, standard protokoler kesehatan, untuk mencegah covid tetap harus dilakukan, misalnya ambil air wudlu dari rumah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,  dan  mengunakan masker.

Lalu, sosial distancing, physical distancing dijaga, tapi jarak sofnya 1.5 M paling dekat, jadi   tidak lurus, tapi menyamping kebelakang, sehingga tetap jaga jarak.

Sementara itu, andaikata ada yang bersin droplek sehingga insya allah tidak sampai, sehingga lebaran ini membuat berbeda tahun 1441H dengan 1440 H, rohnya tetap.

Tetapi zakat fitrah dan zakat maal beda, tetap kita keluarkan, di kirimkan dengan kendaraan roda empat ke masing masing tempat, disana sudah ada yang membagi sendiri sendiri.

Menurutnya, bahwa ibadah tidak dilarang, namun dibatasi, pihaknya menegaskan, bahwa di Gresik ada zona merah dan zona hijau.

Zona merah, bahwa yang di desa desa betul betul harus menjaga dengan ketat, jangan sampai orang yang terkonfirmasi.positip  menular ke orang lain.

Dan bagi zona hijau, takmirnya membuat pernyataan, bahwa dia sanggup menjaga protokoler kesehatan covid 19,.

Hal terkait PSBB Tahap II, Wabup mengatakan, bahwa PSBB akan berakhir hari ini Senen, (25 Mei 2020).

pihaknya berharap, bahwa masyarakat   menyadari, akan virus corona, kalau tempo hari terbelah tiga, pertama ada yang percaya ada virus corona.

Kemudian, kedua, ada yang tak percaya adanya virus corona, sehingga mereka cuek saja,  dan yang ketiga antara percaya dan tidak, sehingga timbul anggapan ada terserah, tidak juga terserah.

Nah, sekarang ini tumbuh, ditengah tengah masyarakat, bahwa mereka sekarang sudah sadar, bahwa ada bahaya yang mengancam dirinyai dan keluarga mereka.

Utamanya, keluarga mereka yang.mempunyai sakit bawahan, bisa sakit jantung, paru paru, gagal ginjal, stroke, dan darah tinggi.

Ini merupakan penyakit penyakit bawaan yang membahayakan.

Selanjutnya, faktor usia, maka kepada segenap warga masyarakat dan saudara saudara saya yang di Gresik, tolong jaga kesehatan, karena jaga kesehatan adalah fardu ain, dijaga warganya, dijaga keluarganya.

Selain itu, ada kemungkinan nanti PSBB tahap III, kalau memang nanti Gubernur Jawa Timur tetap menginstruksikan, kita harus siap.

Tetapi, tidak dengan ketakutan yang berlebihan, pemerintahan kabupaten Gresik terhadap desa desa, yang  berda di zona hijau, insya allah akan lebih longgar.

Menurut DR.H.Moch.Qosim,M,Si, “Ini penting untuk disampaikan, bahwa pemerintah tidak menutup.masjid, dan pemerintah juga tidak melarang orang beribadah,”.

Akan tetapi, “supaya kesehatan warga masyarakat tetap terjaga, hendaknya standard pelaksanaannya diatur, Takmir  masjidnya  membuat surat pernyataan, sanggup melaksanakan, protokoler kesehatan covid 19”.

Wakil Bupati berharap, “orang orang yang datang ke masjid berwudlu dari rumah, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir”.

“Jangan lupa gunakanmasker dan sesampai di masjid tidak perlu bersalam-salaman, apalagi setelah baca salam, assalamualaikum”, tutup Pak Qosim. (arto)








bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Kapolsek Tikung Berbagi Kepada Warga Terdampak Covid 19

Penulis Kontroversi

Bakornas GMDM Ajak Perangi Narkoba

Penulis Kontroversi

Gresik Terapkan Denda Rp.150 ribu Warga Tak Bermasker Saat Keluar Rumah

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas