Image default
  • Home
  • Ekonomi
  • Melawan Inflasi dan Mempertahankan Nilai Tabungan
Ekonomi

Melawan Inflasi dan Mempertahankan Nilai Tabungan








Inflasi juga memicu masyarakat termasuk kita yang menabung uang di bank untuk beralih ke investasi, baik sektor keuangan ataupun sektor riil

Inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga barang-barang sekaligus penurunan nilai mata uang terjadi karena berbagai sebab. Bisa dari konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, jumlah uang beredar di masyarakat banyak sehingga memicu konsumsi, spekulasi, keputusan para produsen untuk menaikan harga barang mereka, serta gangguan terhadap distribusi barang dan jasa kepada konsumen.

Jika kamu menabung di lembaga keuangan atau bank, kamu akan mendapatkan keuntungan bunga. Memang produk simpanan di perbankan tidak hanya tabungan, tapi juga deposito. Tapi jika dikaitkan dengan inflasi, bunga yang kamu dapat baik untuk tabungan maupun deposito bisa jadi jauh lebih kecil dari tingkat inflasi yang terjadi selama periode tertentu.

Bunga deposito yang kamu dapat dari bank berasal dari pendapatan bunga kredit perbankan dari debitur. Setelah bank mendapatkan bunga kredit, dia akan menghitung besaran bunga yang harus dibagi kepada nasabah dan biaya operasional. Keuntungan yang didapat bank seringkali didapat dari selisih keuntungan kredit dan besaran bunga yang harus dibagi kepada nasabah penyimpan dana dan biaya operasional. Sehingga, bank dengan tingkat keuntungan bunga kredit dari debitur yang lebih tinggi berpotensi mendapatkan keuntungan lebih tinggi pula.

Lalu bagaimana dengan nasib tabungan kamu terhadap inflasi? Jika otoritas kebijakan moneter dan kebijakan fiskal tidak mengambil suatu keputusan penanganan inflasi, apalagi inflasi tinggi yang mencapai 30% ke atas, maka jangan harap uang yang kamu simpan akan masih dapat membeli barang yang sama pada tahun depan.

Inflasi juga memicu masyarakat termasuk kita yang menabung uang di bank untuk beralih ke investasi, baik sektor keuangan ataupun sektor riil. Nilai hasil investasi yang setara dengan tingkat inflasi selama periode tertentu akan menggiurkan bagi calon investor dibanding mereka menyimpan uang.

Lima cara ini akan membantu kamu “melawan” inflasi dan mempertahankan nilai tabungan:

1. Jangan biarkan uang yang kamu simpan ada dalam rekening dengan tingkat suku bunga yang rendah. Jangan ragu untuk pindahkan danamu ke lembaga lain dengan tingkat suku bunga kompetitif sejalan dengan pertumbuhan pasar uang.

2. Gali informasi lebih dalam tentang peluang investasi seperti obligasi. Sejumlah instrumen investasi keuangan punya tingkat bunga yang tinggi sebagai penyeimbang inflasi. Tentunya, setiap bentuk investasi itu juga punya risiko masing-masing.

3. Mintalah gaji sesuai dengan kinerja. Sebagai karyawan kamu berhak meminta peningkatan gaji setelah evaluasi atas hasil kinerjamu meningkat. Komunikasikan dengan atasan berdasarkan kontribusi yang kamu berikan kepada perusahaan. Kamu membutuhkan peningkatan gaji sebagai bekal untuk menghadapi tingkat inflasi yang terus naik.

4. Jika kamu seorang pengusaha, cobalah naikkan nilai produk atau jasa kamu sehingga kamu punya alasan untuk menaikkan harga jual. Kamu juga dapat menyurvei produk atau jasa sejenis dari kompetitor sebagai perbandingan. Namun, perhatikan pula biaya yang kamu untuk meningkatkan nilai produk itu.

5. Miliki sejumlah aset yang punya nilai sejalan dengan kenaikan inflasi. Aset-aset itu dapat berupa properti, komoditi, maupun saham. Jaga keseimbangan aset yang kamu punya sehingga kamu dapat mengelolanya dengan tepat dan tidak merugi. {smc/Isa}




































There is no ads to display, Please add some

Related posts

Jelang ramadhan, harga telur ayam buras naik ugal ugalan

admin

Persatuan Rumah Sakit Surabaya Menolak Aturan Baru BPJS Tentang Rujukan Berobat

Penulis Kontroversi

Kepala Desa Dawarblandong Sejahterahkan Warganya Melalui UMKM

Penulis Kontroversi

Leave a Comment