Image default
  • Home
  • Hankam
  • Polres Gresik jadi Jujugan Penelitian Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme PTIK Lemdiklat Polri
Hankam Peristiwa Politik & Pemerintahan

Polres Gresik jadi Jujugan Penelitian Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme PTIK Lemdiklat Polri

Kapolres Gresik: “Wilayah Gresik ini terbagi menjadi 18 kecamatan dan 19 polsek beberapa upaya telah dilakukan baik upaya preemtive, preventif dan membekali kemampuan Para anggota reskrim dalam melaksanakan tugas Yang bersifat represif”

Kotroversi Gresik: Polres Gresik mendapat tamu istimewa Rabu (27/2). Kunjungan tersebut dari Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme PTIK Lemdiklat Polri. Salah satu yang menjadi pembahasan bersama adalah perkembangan gerakan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Kaplres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi didampingi Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi SIK MSi dan Kabag Sumda Kompol Budi Idayati serta 25 anggota menyambut para rombongan di aula gedung Mapolres Gresik. Rombongan tersebut, diantaranya, Kombespol J.A Timisela MH, Dr Tigor Sotarduga Sitorus, Dr Supardi Hamid, Drs Radmadsyah Lubis, Ipda Joko Pitoyo dan Bripda Gilang Crisna. Kasubbag Hukum Polres Gresik Iptu Nur Sugeng Ari Putera menyampaikan laporan kepada pimpinan tim PTIK.

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Wahyu menyambut rombongan dari PTIK sekaligus menyampaikan kondisi wilayah Gresik secara umum.

“Wilayah Gresik ini terbagi menjadi 18 kecamatan dan 19 polsek beberapa Upaya telah dilakukan baik upaya preemtive, preventif dan membekali kemampuan Para anggota reskrim dalam melaksanakan tugas Yang bersifat represif”, jelas perwira dengan dua melati di pundak itu.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu menjelaskan terkait perkembangan gerakan terorisme dan radikalisme di Gresik yang sampai saat terus dilakukan deteksi Dini terhadap tempat ibadah, sekolah, Pondok Pesantren Yang terpapar paham paham radikalisme.

“Meski demikian, semua potensi gangguan dipastikan sudah dalam pengawasan”, katanya.

Sementara itu, Kombespol J.A Timisela mengatakan bahwa tim ini dibentuk mulai tahun 2018. Tugasnya mengumpulkan data dan menangkal terorisme serta radikalisme di Indonesia, mengingat perkembangannya sekarang semakin canggih.

“Kami sedang mempelajari gerakan cyber terorisme. Hasil sesi tanya jawab dan pengisian kuisioner akan dijadikan salah satu bahan pembahasan di Jakarta terkait gerakan radikal maupun hoax yang dimaksud sesuai pemahaman masing-masing”, tandasnya. (Isa)


There is no ads to display, Please add some

Related posts

Fakta Menarik Pertemuan IMF-WBG 2018

Penulis Kontroversi

Jumpa Pers 4 Kasus Korupsi Termasuk OTT Wali Kota Medan

Penulis Kontroversi

Kepala Desa Babatan Resmi Melantik Kepala Dusun, Sebagai Abdi Masyarakat Harus siap Menjadi Pelayan Terbaik

Penulis Kontroversi

Leave a Comment