Image default
Hukum & Kriminal Peristiwa Politik & Pemerintahan

ASN dilarang layani permintaan baksos berbau kampanye

bebas

Ketua Bawaslu Jatim: “ASN bersangkutan akan dilaporkan ke kepolisian dan kejaksaan dengan tuduhan tindak pidana pemilu”

Kontroversi ASN: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur mengingatkan kalangan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak melayani permintaan jasa layanan bakti sosial yang berbau kampanye.

“Karena ASN harus netral. Netralitas harus dijaga”, kata Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tulungagung. Selasa (20/02/2019)

Ia menjelaskan, permohonan bantuan jika memang memenuhi syarat kebirokrasian sah-sah saja diladeni asal tidak ada tendensi politis, tidak ditunggangi motivasi kampanye, baik untuk kepentingan caleg maupun salah satu pasangan capres.

Laporkan ASN ke Polisi
Jika melanggar, Amin mengancam ASN bersangkutan akan dilaporkan ke kepolisian dan kejaksaan dengan tuduhan tindak pidana pemilu.

“Pemanfaatan fasilitas negara, kebijakan, memihak, menguntungkan dan merugikan salah satu calon bisa dijerat dalam pidana pemilu. Satu sisi diselesaikan melalui pidana pemilu, satu sisi kita selesaikan lewat rekomendasi ke ASN terhadap netralitas ASN yang telah melanggar aturan”, katanya.

Netral di luar jam kerja
Ia menegaskabn kewajiban bersikap netral tidak hanya berlaku saat jam kerja, namun juga ketika di luar jam kerja.

“ASN itu masalahnya bukan ikut berkampanye atau melaksanakan kampanye, menunjukkan keberpihakan atau memberikan `like` pada postingan caleg atau capres. Entah di Facebook maupun media sosial lainnya itu tidak diperbolehkan, ASN harus meningkatkan kenetralitasannya”, katanya.

Keberpihakan ke salah satu calon
Amin mengakui, pihaknya saat ini telah menerima adanya laporan dari masyarakat tentang dugaan pelanggaran terkait netralitas ASN di jajaran Bawaslu kabupaten/kota di Jatim terhadap pemilu.

Adapun tingkat pelanggaran seperti simbol-simbol tangan yang menunjukkan keberpihakan terhadap salah satu calon presiden atau bahkan adanya postingan-postingan di media sosial.

Namun, Amin tidak menyebutkan jumlah laporan yang diterimanya terkait pelanggaran netralitas ASN.

“Untuk beberapa hal telah kami rekomendasi ke ASN, karena diduga adanya keberpihakan tapi bukan kampanye, melainkan terkait simbol tangan. Namun, di Tulungagung hingga saat ini belum ditemukan dugaan pelanggaran netralitas pemilu”, kata Amin. (Isa)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Diharapkan Perekonomian Pulih Kembali, Wabup Qosim Kunjungi Pasar Tangguh Duduk Sampeyan

Penulis Kontroversi

Publikasi Ilmiah Indonesia lampaui Singapura & Thailand

Penulis Kontroversi

Dugaan Pencemaran Lingkungan di Lakardowo akan Dibawa ke PBB

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas