Image default
  • Home
  • Berita Utama
  • Dugaan Penyelewengan Dana, Warga Siwalan Ungkap Proyek Fiktif TPA & Jalan Menuju TPA
Berita Utama

Dugaan Penyelewengan Dana, Warga Siwalan Ungkap Proyek Fiktif TPA & Jalan Menuju TPA

bebas

Diduga dana tahun 2017 raib dengan adanya perencanaan pembangunan TPA fiktif dan pembuatan jalan TPA fiktif

Kontroversi Anggaran: Menduga ada penyelewengan penggunaan keuangan, warga Desa Siwalan berencana membuat aduan ke penegak hukum. Warga menengarai adanya proyek fiktif dan proyek tak sesuai anggaran yang terjadi di desanya pada tahun 2017 silam.

“Ada beberapa indikasi kejanggalan yang kita temukan,” kata S seorang warga memberikan informasi

Salah satu yang dipermasalahkan adalah pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) dan pemadatan jalan menuju TPA fiktif tersebut.

“Diduga dana tahun 2017 raib dengan adanya perencanaan pembangunan TPA fiktif dan pembuatan jalan menuju  TPA fiktif”, kata Ketua Umum LSM Ilham Nusantara Charif Anam kepada beberapa awak media di ruang tunggu Dirpropam Polda Jawa Timur disela-sela advokasi lembaga kontrol sosial tersebut. (16/07/2018)

Charif Anam menambahkan data dari penuturan warga pembangunan jalan menuju TPA dan pembuatan jalan menuju TPA sudah dianggarkan pada tahun 2017, namun ternyata pembuatan TPA dan jalan ini masih belum tersentuh pengerjaannya.

Ironi Fakta Lapangan
Di tempat yang berbeda team investigasi Jawa Timur Corruption Watch yaitu Hasanudin JCW saat mengkonfirmasikan hal ini ke kantor desa Siwalan ditemui oleh seluruh perangkat desa dan malah membenarkan proyek jalan menuju TPA yang belum terbangun padahal dana tersebut sejak Desember 2017 sudah diterima.

Petinggi Jawa Timur Corruption Watch malah ditunjukkan lokasi yang belum terbangun tersebut.

Dibangun Bulan Ini & Selesai Agustus 2018
Kepala Desa Siwalan saat dikonfirmasi awak media ini menyatakan bahwa TPA dan jalan menuju TPA belum terbangun.

“Belum. Rencana bulan ini dan selesainya bulan Agustus 2018 “, Ujar Kepala Desa Siwalan singkat melalui pesan singkat selelurnya.

Ketika awak media ini bertanya kepada LSM Ilham Nusantara, Jawa Timur Corruption Wacth dan Indonesia Bebas Masalah telah dikonfirmasi melalui ketua umumnya masing-masing menyatakan tetap melanjutkan dugaan penyimpangan tersebut meski rencana pembangunan fasilitas desa dilakukan dalam bulan ini.

“Kami akan laporkan ke Kejaksaan Negeri Gresik, ke BPK Perwakilan Jawa Timur untuk meninjau ulang, ke Inspektorat untuk pembinaan, ke DPRD guna untuk pengawasan dan ke KPK karena di duga telah melanggar UU Tipikor”, demikian kata Charif mengakhiri perjumpaan dengan beberapa awak media Polda Jatim ini. (Isa)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

AJI Mendesak Pejabat Pemkot Surabaya Tidak Menghalangi Kerja Jurnalis

Penulis Kontroversi

Terkait Pencemaran Lingkungan, LSM Desak DPRD Gresik Bentuk Hearing ~ Pansus

Penulis Kontroversi

Birokrasi Perizinan Menjadi Beban Dunia Usaha

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas