Image default
  • Home
  • Ekonomi
  • Kemenperin Gandeng Gojek & Google Guna Perluas IKM
Ekonomi

Kemenperin Gandeng Gojek & Google Guna Perluas IKM

bebas

1.730 pelaku IKM telah mengikuti program e-Smart IKM Pada 2017 dan tahun 2018 kami menargetkan lebih dari 4.000 IKM bisa terlibat untuk masuk ke dalam pasar online melalui marketplace yang telah ada

Kontroversi Industri: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku tengah berupaya menggandeng Go-Jek dan Google, untuk meningkatkan akses pasar dan kemampuan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam negeri. Potensi Pasar online yang makin besar, menurut Kemenperin, harus bisa juga digarap oleh pelaku IKM.

“IKM kita harus update teknologi digital. Seiring implementasi industri 4.0 pentingnya manajemen keuangan yang baik dan menghasilkan produk yang memenuhi standar agar lebih bersaing dengan kompetitor dan kami telah membuat platform digital e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak Januari 2017″, kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih melalui keterangannya di Jakarta. (5/7)

Menurut Gati pelaku IKM perlu mengambil peluang dari potensi pasar e-commerce di Indonesia yang akan mencapai US$ 46 Miliar (Jumlah tersebut merupakan 52% dari potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara sebesar USD 88 miliar pada tahun 2025).

Di dalam sistem basis data e-Smart IKM tersebut telah tersaji tentang profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan beberapa marketplace yang bertujuan untuk meningkatkan akses pasar IKM melalui pemasaran internet.

“Workshop e-Smart Kemenperin ini diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi dan pasar dengan mennggandenng Gojek dan Google pada tahun ini”,tuturnya.

1730 Pelaku UKM Telah Terlibat
Beberapa marketplace dalam negeri yang diajak kerja sama oleh Kemenperin, yakni Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

“1.730 pelaku IKM telah mengikuti program e-Smart IKM Pada 2017 dan tahun 2018 kami menargetkan lebih dari 4.000 IKM bisa terlibat untuk masuk ke dalam pasar online melalui marketplace yang telah ada”, papar Gati.

Hingga saat ini sektor usaha yang tingkat penjualannya paling banyak melalui e-Smart IKM adalah produsen aksesoris handphone dan suku cadang sepeda motor dan yang paling banyak sisi lainnya dari sektor IKM makanan dan minuman .Sedangkan berdasarkan letak geografis, provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu lokasi yang potensial dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya sektor IKM.

“Pertumbuhan produksi industri di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 sebesar 14,42 %. Capaian tersebut, lebih tinggi 13,45 % jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi pada triwulan yang sama 2017,” ungkapnya.

Nilai pertumbuhan produksi industri manufaktur skala besar di Jawa Timur tersebut jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil nasional yang naik sebesar 5,25 %, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 lebih tinggi 9,17%.

Beberapa sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I 2018 yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 10%, yakni industri furnitur 12,18%, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 16,65%, serta industri pakaian jadi 20,41%.

Selanjutnya industri barang galian bukan logam 23,73%, industri kertas dan barang dari kertas 27,95%, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 38,28 %, serta industri pencetakan dan reproduksi media rekaman 45,60 %.

“Ke depan kami pun akan membuat sentra bahan baku untuk memfasilitasi pembelian bagi pelaku IKM sehingga produksi mereka akan berkelanjutan,” imbuhnya.

Mesin ~ Peralatan Untuk Produktif ~ Ekpansif
Sebelumnya Kementerian Perindustrian sudah memberikan bantuan fasilitas mesin dan peralatan di Bogor guna memanfaatkan teknologi modern agar lebih produktif sekaligus usahanya bisa ekspansif kepada 50 Industri Kecil Menengah (IKM).

“Komitmen kami untuk aktif melakukan penguatan dan pengembangan sektor industri khususnya IKM di setiap daerah di Indonesia,” kata Gati.

Aktivitas industri konsisten dan terbukti mampu membawa efek berantai untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu terwujud melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Penumbuhan IKM juga berperan penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, mendukung ketahanan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. “Apalagi IKM sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia”, imbuh Gati.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tren gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan sektor IKM logam juga dituntut lebih kreatif menciptakan proposisi nilai produk yang unik untuk segmentasi pasar tertentu.

Keberadaan IKM alat rumah tangga pun tak ketinggalan di dalamnya, harus sesuai dengan permintaan pasar sekarang. “Misalnya dengan menghasilkan peralatan memasak yang model dan motifnya kekinian namun tidak melupakan fungsi utamanya”, tuturnya.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Endang Suwartini menyampaikan, strategi pemasaran produk IKM perlu dimaksimalkan dengan memanfaatkan keberadaan modern market dan juga e-commerce.

“Kami terus mengajak pelaku IKM nasional untuk ikut serta dalam program e-Smart IKM. Apalagi, hingga Juni 2018, komoditas logam menjadi produk IKM paling laris yang banyak dibeli konsumen di e-Smart IKM”, ungkapnya.

Kata Endang, pemerintah terus mendorong strategi kerja sama antara pelaku IKM dengan sentra di wilayahnya sebagai salah satu upaya efektif untuk membangun IKM yang mandiri.

“Hal ini sangat baik, karena melalui kerja sama ini dapat memperoleh kepastian pasar dan kepastian pasokan bahan baku”, ucapnya. (Isa)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Tenggelamkan Kapal jargon upaya menyelesaikan permasalahan

Penulis Kontroversi

AEKI Inisiasi Fosko Huliko untuk Kemajuan Kopi Indonesia

Penulis Kontroversi

Peran PLUT Bagi Para Pelaku Koperasi dan UMKM

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas