Image default
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Tawarkan Pebisnis Australia Investasi Pariwisata dan Ekraf
Ekonomi

Pemerintah Tawarkan Pebisnis Australia Investasi Pariwisata dan Ekraf

bebas

Pemerintah sedang memfokuskan investasi pada bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, beserta sektor-sektor pendukungnya & Indonesia saat ini dinobatkan menjadi negara yang paling menarik nomor 2 untuk investasi

Kontroversi Bilateral: Indonesia menawarkan peluang investasi di sektor pariwisata, pertanian dan pendidikan kepada sejumlah pengusaha Australia. Penawaran ini diajukan delegasi Indonesia pada forum bisnis antara kedua negara yang bertajuk Roundtable Business Indonesia-Australia di Sydney. (3/7)

Dalam Forum bisnis yang mengangkat tema “Peluang Investasi dan Pembaruan Kebijakan di Sektor Pariwisata, Pertanian dan Pendidikan”, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman pada Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Farah Ratna Dewi Indriani menjelaskan tentang kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendukung investasi.

Termasuk soal proyek-proyek yang siap ditawarkan, serta reformasi layanan investasi yang sedang digarap di Indonesia. “Indonesia adalah tujuan bisnis yang menarik karena dua keunggulan, yaitu lokasinya yang strategis dan pasar yang besar,” kata Farah di hadapan sejumlah pengusaha Australia. (5/7)

Farrah menuturkan saat ini pemerintah sedang memfokuskan investasi pada bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, beserta sektor-sektor pendukungnya. Disebutkannya, Indonesia saat ini dinobatkan menjadi negara yang paling menarik nomor 2 untuk investasi dari laporan milik US News & World Report.

Acara tersebut digelar dari hasil kerja sama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) di Sydney. Kemudian juga didukung Konsulat Jenderal Indonesia di Sydney, Kementerian Pariwisata Indonesia dan Pemerintah New South Wales

Forum bisnis ini dibuka oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk wilayah kerja New South Wales, Queensland dan Australia Selatan Heru Subolo dan mengundang tiga pembicara dengan para pengusaha asal Australia sebagai penontonnya.

Menurut Heru acara ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menyebarkan informasi terkini mengenai peluang investasi dan pengembangan bisnis di tanah air. Terutama terkait hal-hal yang belum diketahui oleh kalangan pebisnis Australia.

Ia mangatakan, salah satu perkembangan penting terkini yang perlu diketahui oleh para pengusaha asing adalah, sudah mulai adanya penyederhanaan prosedur perizinan usaha. Selain itu, juga soal rencana strategis pemerintah Indonesia untuk menarik investasi di sektor pariwisata, pertanian dan pendidikan.

“Indonesia dan Australia memiliki kedekatan geografi yang strategis, yang saya percaya memberi kita sejumlah keuntungan seperti biaya transportasi orang dan barang yang rendah”, ungkapnya.

Sekadar informasi, per 2017 kemarin, investasi Australia ke Indonesia kemarin tercatat sebesar AU$10,73 miliar. ke depan, ia memastikan, Indonesia selalu terbuka untuk bisnis.

“Kami siap memfasilitasi mitra Australia untuk merealisasikan rencana bisnis Anda di Indonesia,” serunya.

Berkaitan dengan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia, Asisten Deputi Investasi Pariwisata pada Kementerian Pariwisata Henky Manurung mengajak pengusaha Australia untuk memanfaatkan peluang investasi di bidang pariwisata.

Hal ini tak terlepas dari tingkat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tahun 2017 yang mencapai 22%. Pertumbuhan tersebut juga melampaui 102% dari target yang dicanangkan pemerintah di tahun sebelumnya.

“Angka ini tiga kali lebih besar daripada pertumbuhan regional dan global. Saat ini lebih dari 90% bisnis pariwisata terbuka untuk investasi asing, bahkan memungkinkan 100% untuk kepemilikan asing”, jelas Henky.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bidang Industri Pengolahan Makanan dan Peternakan Juan Permata Adoe menawarkan adanya peluang-peluang bisnis dalam industri pengolahan makanan, di sepuluh komoditas prioritas di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia dapat berfungsi sebagai pusat produksi Australia untuk menjangkau pasar yang lebih besar di Asia. “Sektor agribisnis Indonesia dapat mengambil manfaat dari keahlian Australia dalam mengembangkan model sistem manajemen koperasi serta sistem pendanaan dan asuransi di sektor pertanian,” kata Juan. (mdp)

bebas

There is no ads to display, Please add some

Related posts

Peran PLUT Bagi Para Pelaku Koperasi dan UMKM

Penulis Kontroversi

Cara Memilih Produk Untuk Dijual Online Dan Offline

Penulis Kontroversi

Juri Internasional Kagum Dengan Kopi Arabika Gayo

Penulis Kontroversi

Leave a Comment

bebas